Day 4: Pos Tidur dan Argumen Kue Cubit (Rinjani-Sembalun)

 

Mendaki itu bawaannya ya pasti keril. Terserah isinya mau seperti apa. Atau mau kulkas dua pintu yang tinggi kerilnya? Bebas. Asal jangan lupa, selipin senyum dan semangat dalam packingannya. Biar ngga terasa membosankan. Ya gitu deh biar senang, ya kan? đŸ™‚

Gunung Rinjani

***

Continue reading Day 4: Pos Tidur dan Argumen Kue Cubit (Rinjani-Sembalun)

Bali: Uluwatu, Puncak Batu Diantara Laut dan Hutan

Pulau Dewata atau Bali memiliki banyak pura. Hampir kesemuanya bisa dikatakan beragama Hindu. Salah satu tempat wisata yang dapat melihat pemandangan indahnya dari ketinggian adalah Pura Luhur Uluwatu.

Uluwatu from the other side.
Doc pribadi.

Continue reading Bali: Uluwatu, Puncak Batu Diantara Laut dan Hutan

Day 3: Manusia Kapal Ke Lombok (Jarank Pulang Goes to Rinjani)

Jika sebelumnya kami adalah manusia kereta yang selama 2 hari selalu nomaden dari satu kereta ke kereta lainnya, kali ini manusia kapal sedikit menempel. Perjalanan berlanjut dari dermaga satu ke dermaga lainnya. Well, Bali dan Lombok menjadi alasan persinggahan kami selanjutnya.
Dan Rinjani, pasti!

***

Continue reading Day 3: Manusia Kapal Ke Lombok (Jarank Pulang Goes to Rinjani)

Gunung Pancar: Bat Hammock and The Glamping’s Couple

 

Ajakan jalan lima tawaran menarik di hari yang sama membuat aku kelimpungan. Pilah-pilih yang ngga sekadar wacana, pilihan jatuh pada ajakan Ken, teman lautku. Kemping hore, jadikeun atuh..
Oke, packing dadakan!

Happy smiling face Doc Niken, taken by me
Happy smiling face
Doc Niken, taken by me

***

Continue reading Gunung Pancar: Bat Hammock and The Glamping’s Couple