Tripple Summit GePangGe : Edisi Jalur Putri (3)

Menurut informasi yang kuperoleh dari seorang teman, Rama, ada tiga jalur untuk melakukan pendakian ke puncak Gunung Gede-Pangrango ini, yaitu jalur Cibodas, Gunung Putri dan Salabintana. Kami memilih jalur Gunung Putri.

Menurut Rama, jika melalui jalur Gunung Putri, maka bisa dilakukan double summit. Sunrise di Gede dan sunset di Pangrango.

Heheeee… aku tak tahu, teman-teman tim nanjakku ini mau menuju kemana. Seperti biasa, aku hanya mengikuti saja, karena tak mau memikirkan terlalu dalam yang nantinya akan berimbas pada kakiku. Having fun and enjoy the journey, just do it.

Puncak Gede, dengan ketinggian 2958 Mdpl, berbentuk kubah dan puncak Pangrango dengan ketinggian 3019 Mdpl, berbentuk segitiga. Gunung ini termasuk dalam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Plang Gede Pangrango
  • The Day

Jum’at, 9 Nov 2012
19.20 WIB

Setelah meeting hitchiker di sarinah, aku bergegas ke Terminal Rambutan, mengejar jam kumpul. Waktu yang ditentukan pukul 21.00 WIb, rasanya takkan terkejar. Aku terus mengecek grup wasap nanjakku dan tetap ngabarin Ricky kalo aku dalam perjalanan.

21.45 WIB
Sampe Rambutan, aku langsung menuju tempat kami biasa berkumpul. Sudah ada Ricky merah, Yuni tender, Rere blue, koh Wandy, aku dan ehhh.. Berto mana yah? belon hadir doskihh?

Sambilan nunggu, aku yang kebagian sedikit info ngobrol, Rere ngeteh dan Yuni berbenah. Kerilnya basah, water bladdernya bocor.

Tak lama Berto muncul. Entah kenapa, tiap memulai perjalanan, selalu mendekati tengah malam. Dan ini terjadi lagi. Hoaaaammm… kantuk menyerangku…T_T

23.30 WIB
Akhirnya bus yang kami naiki ke arah Sukabumi dengan tarif Rp 15.000 per orang, bergerak. Tak mau repot, kutitipkan pada Ricky ongkos dan bayaran simaksinya. Beres. time to sleep Ejieeeee… save the energy. Zzzzzz……

***

2 kali aku terbangun. Kata Yuni udah mau sampe. Siap-siap deh. Ternyataaaaa….. belon! itu untuk jalur Cibodas yang turun duluan. Sementara kami menempuh jalur Gunung Putri. Jadi masih ada sisa waktu untuk melanjutkan mimpi kembali kan, Yun?? πŸ™‚

Sedikit pulas, kembali Yuni mengingatkan, “Ejieeee…. bangun! Sampe kitaaa.”

Kucek mata. Belum terlalu sampe juga sih, tapi kupaksakan melek mata ini. Takut ditinggal!
*pengalaman buruk soal ditinggal… 😦

***

  • Next Day

Sabtu, 10 Nov 2012
01.30 WIB

Tempat nunggu pasukan. Jajan dan ngecas disiniii…. ehhhe..

Tiba di Cipanas. Tak langsung naik kendaraan, tapi nunggu Kangmang dan temannya yang akan gabung. Kebelet pippo, aku menuju mini market terdekat. Mayan, sekalian beli air putih dan sedikit cemilan.

Ngecas hape!
Iyaaaps… mataku langsung mencari-cari letak stop kontak. Hhaaaa… aman. Sejak dari Rambutan, yang ada di pikiranku cuma ngecas. Batre sekarat. Yar bisa moto. Soalnya udah kepake banyak pas meeting kemarin. Jadi lowbet dah…

Hayuuuuu…. ngecas time ahhh… πŸ™‚

Naaaa…. 6 orang Jakarta dan 2 orang Bandung sudah berkumpul.
Lanjut yuuukkk ke jalur Gunung Putri.. *wink

02.00 WIB
Kangmang dan Eel hadir. Pasukan lengkap. 6 orang dari Jakarta, 2 orang dari Bandung dan 6 orang lagi juga dari Bandung dan sudah menunggu di base camp jalur Gunung Putri.

Untuk ke base camp, kami carter angkot Rp 60.000, berdelapan. Ehh, plus 1 orang teman baru, namanya Boas. Teman Makassar ini akan ikut Lomba Kebut Gunung rupanya. Cool……. πŸ™‚

Baos (..053) dan temannya (1033), teman Makassar kami yang ikut Lomba Kebut Gunung, foto bersama keluarga Makassar dan Toraja. Wendi, Rere, Berto dan Govind (tim kami).
(Album Ricky merah)

Degkhh!
Tiba-tiba angkot carteran kami mogok di tengah jalan. Wakss?!?? Hupp… temen-temen cowok sigap dorong, sementara kami para cewekers ngendon di angkot. Bawaan ngantuuuukkk……. hahahahaaa

Woooo…. 2 kali mogok! Kali ini, tak mau lanjut doskih… ngambek abisan angkotnya. Alhasil, kami pun melanjutkan perjalanan ke atas dengan berjalan kaki. Latihan trekking?? Bukaaaaaannn….. tapi ngantuk! πŸ˜›
Yaaa… tak ada yang ingat buat moto niih pas mogoknya..hhe

Mobil lumayan banyak yang naik ke atas, tapi tak satupun yang menawarkan kami untuk bergabung. Teman yang kami temui di mini market pun, kendaraannya hanya berisi 3 orang, lewat begitu saja di depan kami.

Saat sebuah angkot berhenti, tapi dengan anggota tim kami yang 9 orang ditambah dengan keril dan daypack, kami rasa takkan cukup jika dipaksakan ikut di dalamnya. Yuukkk… lanjut jalan. hhaaa…..

1 angkot yang turun, berhenti di dekat kami, menawarkan jasa angkotnya. Tak cocok harga, urung niat pula mengingat sebentar lagi sampe di atas.
*padahal lumayan jauh juga loh…. ditambah mata yang berat. beeeehhh…. cucok kaleeeee…

02.45 WIB
Sampe di base camp Gunung Putri. Anja sudah menunggu. Wendi dan teman-temannya masih tidur.

Usilku kumat, “Hmmm… dahΒ  lama niy ga brisik bareng Wendi. Gangguin dolo ahhhhh…..”
Cari Wendi di tempat yang ditunjuk Anja, hahhhaaa….. kangen tim belakangnyaaaaaa….. Grasak-grusuk sibuk bangunin Wendi. Hihiiiiihih…. mangap yah, Wen…

***

  • Gede, The Rules

04.15 WIB
Adzan shubuh.Β Setelah shalat, kami bersiap dan kumpul di warung Bu Habibah untuk pembagian fotokopi KTP yang sedang diurus Yuni dan Rere. Ada cerita lucu niy, seputaran pembagian KTP ini. Sepertinya kudu off the record dehh… hheee

Menuju pos simaksi Gunung Putri (1.450 Mdpl), kumpul di GPO (Gardu Pendaftaran Orang? ehhh… aku tak tahu artinya).

Naik ke Gede, ternyata lumayan ketat juga peraturannya. Diantaranya, tak bole menggunakan sendal gunung. Wajib sepatu! Xixixiii… Ricky merah segera mengamankanku agar tak terlihat oleh petugas. Kemudian yang baru aku ketahui yakni, tak juga boleh membawa pasta gigi maupun perlengkapan mandi lainnya. Begitu pun benda tajam lainnya, terkecuali untuk keperluan masak saat nenda.

Jujur, saat itu, aku tak terlalu mendengarkan pengarahan yang diberikan. Pertama, saat gabung, pengarahan telah dimulai. Kedua, diamankan sehubungan dengan wajib sepatu sehingga tidak terlalu jelas dari tempatku berdiri. Ketiga, kalo udah ketemu keluarga lenong ini, susah ndieminnya. Plus tambahan keluarga baru dari teman-teman Anja dan Wendi yang juga bocor. πŸ˜€

Saat pengarahan di pos GPO, sesaat sebelum pendakian dimulai.

Setelah absen tim Jakarta dan Bandung selesai dan dapat izin jalan, kami memulai perjalanan.
Huraaaayyyyy….. let’s begin the adventure wif smile….

***

to be continue πŸ™‚

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s