Tripple Summit GePangGe : Putri Menuju Surken, Ayun Langkah

BEFORE
Tripple Summit GePangGe: Curhatan Pagi (1)
Tripple Summit GePangGe, Edisi Jalur Putri (2)
Tripple Summit GePangGe : Edisi Jalur Putri (3)

Menuju Surya Kencana
(Album Ricky merah)

Untuk menuju ke Alun-alun Timur dimana Lembah Surya Kencana berada, tempat kami akan ngecamp, kami melalui Jalur Gunung Putri dengan ketinggian 1.450 Mdpl. Aku yang pemula, mengamati dan mengingat tiap trek yang dilalui. Catatanku perjalananku yang dibantu Ricky merah mengingat adalah pos-pos yang dilewati yakni  Legok Leunca di ketinggian 2.150 Mdpl,  Buntut Lutung di ketinggian 2.300 Mdpl, serta akan menemui dua buah pondok diantaranya Lawang Seketeng 2.500 Mdpl dan Simpang Maleber 2.625 Mdpl.

Huaaaahhh…..
Perjalanan, perjuangan, pendakian dan petualanganku dimulai…
Let’s begin! 🙂

  • Kebun Wortel dan Ladang
Setelah melalui GPO, ini adalah jalur setapak kebun wortel yang cukup dilalui oleh 2 orang.
Teman-teman 1 tim yang berjumlah 14 orang, berjalan berjejer mengikuti alur di depan.

Trek pertama, mendaki yang disisi kanan kirinya adalah kebun wortel. Medannya tak terlalu ribet. Tanah coklat yang gembur untuk sebuah perkebunan dan ladang diselingi rerumputan. Tak juga terlalu lebar, karena berupa jalan setapak yang cukup dilalui oleh dua orang. beriringan kami melewatinya. lumayan buat awal… hhe..

Udara pagi yang segar, gemericik air yang mengaliri ladang, warna hijau dimana-mana, mataku menjadi cerah dan segar walaupun kurang tidur. Nyaman.

  • Sumber Air

Pusat air. Turunan dari kebun wortel, tim mengisis persediaan dirijennya untuk keperluan masak dan air minumnya. Kemudian berjalana sedikit melewati aliran mata air untuk menuju tangga awal sebelum melakukan pendakian yang sesungguhnya.

Kika: Wandi dan Ricky, bejalan ke arah turunan dari kebun wortel dan ladang, ada sumber mata air disini.
(Album Ricky merah)
  • Undakan Mula

Ckkck….
Tangga ini tak sepenuhnya rapi. Beberapa ada yang rusak. Tapi kenapa menapak tangganya lebih rumit dari nanjak yang biasa dilakukan yah?

Yuni, Rere dan Kangmang di undakan awal. Masih melewati ladang.

Sepertinya jarak antara satu tangga dengan tangga lainnya terlalu jauh. Hal ini menurutku membuat kaki menjadi cepat pegal. Adooohhh….

Undakan tangga awal setelah melewati aliran sumber air.
(Album Ricky merah)

Jalan landai yang sedikit naik. Alhamdulillah, akhirnya ada juga yang landai. Kebuuuuttt…. ahahaha
Teman-teman juga sudah menanti disana. Sedangkan lainnya ada yang masih di bawah, menyusul nantinya karena keperluan akan air tadi.

  • Jejak Tangga
Pose bersama pak dosen dan anak didiknya, teman yang ketemu di TKP, sebelum naik tangga yang memabukkan ituuuhhh menuju pos Legok Leunca.. hha..
(Album Ricky merah)

Here they R…. jejak tangga!!
Woooo? kenapa begitu yah??? Iyaaaaa… aku menyebutnya begitu karena yaa amploooopp…. alangkah jauhnyaaaa melangkah. Kalo mau liat keatas, seperti gada habisnya. Eittss….. tutup mata! Yar ga ketawan sejauh apa menjejak ntar.

Umm.. ceeekk,,, ceeeekkk…. cek kakiku! Amaaaann dah… yuuk! 🙂

Posisi nanjak dengan harus melewati anak tangga yang jaraknya bikin batuk itu, beeehh… cukup membuatku pengen nelen keril. Haaa?!?? *lebay ihh… wkwkkk

Aku yang biasanya selalu berada di tim belakang, kali ini tak bisa gabung bareng Wendi. Karena Wendi lagi bertugas jagain teman-temannya yang juga sepertiku. Lambat. Heheheee… Ricky merah dan Kangmang lah yang akhirnya menjadi teman si kaki lambat saat itu.

Uuuuu… aku merepotkan Ricky merah yang biasa jalan duluan dengan Berto, yuni, rere dan Wandy.
*maaf yah ky…. jadi terhambat gara-gara Ejie… 🙂

Kalo Kangmang mah udah biasa. Di perjalanan ini Kangmang juga sedang jadi photographer cabutan. Foto perjalanan sebagian adalah hasil jepretannya dengan kamera Ricky merah dan lensa Niken.

Pintu gerbang pos pertama, Legok Leunca

Pos pertama, Legok Leunca setelah jejak tangga yang panjang dan melelahkan berhasil kami lalui. Fiuuuhhhh… Legaaa.

Sampe di pos, aku sedikit terhibur. Ngga nyangka kalo di gunung ada yang jualan makanan dan minuman euy…

“Nasi uduk, mba…. mie, kopi, dan teh panas….” demikian si akang mempromosikan dagangannya. Sayang, aku tak ingat untuk menanyakan namanya karena segera menyibukkan diriku beristirahat.

Aku hanya tersenyum ke arah akang yang menawarkan dagangannya.

Hebat euy si akang jualan itu. Mereka naik turun gunung untuk sekadar menjajakan dagangannya? Sudah berapa lama yah mereka berjualan dan mencari nafkah di gunung? Berapa dijual per cupnya untuk mie dan per gelasnya untuk teh atau kopi panas? Dalam sehari, bisa ngantongi berapa yah mereka? Oww… aku melewatkan sebuah tulisan pendamping lagi tentang gunung.

Tiap kali nanjak, aku selalu konsen pada kondisi kakiku. Tak mau terjadi apapun yang nantinya akan merepotkan teman-teman satu tim. Karena buatku, mendaki adalah satu hati tim. Walaupun yang di depan ngebut, selalu ada titik dimana mereka akan menunggu kami yang di belakang. Sesekali kumpul untuk sekadar melepaskan penat bersama guna menyamakan semangat pun bisa dilakukan. Tak diucapkan, tapi itu yang acapkali kurasakan saat mendaki bersama tim nanjakku ini.

Selalu ingat pesannya, untuk mengalihkan dari rasa kekhawatiran akan kaki. Nikmati proses jalannya, selalu tertanam dalam benakku. Dan aku akan tersenyum untuknya… 🙂

  • Tanjakan dan Bonus

Entah kenapa, saat nanjak awal, aku merasa jalanannya sedikit berbeda ketika turunan. Mungkin aku lupa. tapi jalanan landai yang ditempuh lumayan juga buat kakiku. meskipun landai, tetap saja ini tanjakan. beruntung ada akar-akar yang bisa dipergunakan untuk tumpuan mendaki walau aku juga sudah memakai trekking pol milik Yuni.

Lumayan lama dan jauh perjalanan pada trek ini menurutku. Ayooo… smangaaaaaattt!! ^^

Istirahat sejenak bersama
(Album Ricky merah)

***

to be continue 🙂

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

5 thoughts on “Tripple Summit GePangGe : Putri Menuju Surken, Ayun Langkah”

      1. iyahh… klewat niy saking mikir kaki ejie 😛
        maklum, el… kaki ejie kudu disayang2 biar baek kl nanjak.. hahaha

        pdhl kl liat, pan bisa moto2 juga yak ejie? 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s