Senyum dalam Rintik Hujan

January 2013
Kembali Terpana

Hey…. Kamu, iya kamu!
Terpaku ku melihat…
Terdiam ku menanti…..
Tersipu ku disini..
Hanya dirimu dalam rintik hujan sore itu.
*tsaaaaahh πŸ™‚
(album titin edriati)
(album titin edriati)

Heyy…. Kamu yang disana!
Rintik itu datang. Segera kulongokkan kepalaku. Menyambutnya dengan ceria, menatapnya dengan takjub dan melihatnya dengan kerjapan riang binar-binar mataku. Seulas senyum tersembul dari garis bibirku. Yapp… dia hadir tanpa bisa kucegah.

Rintik diagonal. Aku suka.
Kuperhatikan titik-titik diagonal jatuhnya rintik itu. Bergerak miring teguh searah dan sejalan. Serupa semuanya, tersusun rapi. Garis panjang lurus, terkadang terputus-putus serta seirama.

Teringat sebuah lagu masa kanak-kanak…

Tik tik tiiikk….
Bunyi hujan di atas genting
Airnya turun, tidak terkira
Cobalah tengok, dahan dan ranting
Pohon dan kebun basah semua

Yeayy… lagu yang sederhana, kan? Takkan kulupa. Aku suka.
Ada 1 lagu lagi yang selalu kusenandungkan dalam hati saat hujan. Dulu aku biasanya menyanyikan lagu ini sambil lelumpatan di bawah hujan, main air.Β  Mencipratkan air kesana kemari, adu cepat dengan teman. Menyenandungkan dalam riang hatiku. Entah mengenakan jas hujan atau memang sengaja berbasah-basahan diguyur hujan. Hahaaa….. Indahnyaaaa πŸ˜€

Hujan rintik-rintik
Turun tak berhenti
Seperti daun, yang berwarna-warni
Seperti pohon yang tumbuh subur
Hujan rintik-rintik tak berhenti

Rintik yang bersih, tanpa kilat, guruh ataupun guntur. Hanya ada rintik kecil yang indah membasahi bumi. Aku suka.
Langit yang mendung namun bersahabat. Tak suram seperti biasanya. Tak begitu gelap, tapi ceria! Aku suka.

Heey… Kamu yang disana!
Saat mata memandang rintik, sekelebat bayangmu ada. Hadir dalam rintik hujan sore itu. Aku melihatmu!
Tersenyum diantara rintik yang rapi. Menatapku dengan hati sabarmu. Aku tak sendiri, karena hadirmu saat itu.

Menikmatimu dalam rintik ini, aku bersedia. Menantimu dalam rintik ini pun, aku bersedia. Iya, rintik yang mengingatkanku akan dirimu. Rintik rapi ini, yang ada dalamΒ  dirimu, tersenyum hangat dalam ingatanku. Menggenggam sabar batinku dalam tenangnya sore yang berganti malam.

“Poomm… poooooooooomm”
Aku tersentak dengan bunyi klakson transjakarta yang mengagetkanku. Ahhh…. badanku basah terkena rintik hujan yang sedari tadi membasahi jalan. Payung pink-ku pun masih bertengger di pundak dalam genggaman tanganku.

Tak kuhiraukan orang yang ramai lalu-lalang di depanku. Hanya terdiam menatap langit, menikmati rintik hujan yang kusuka dengan kamu disana yang…. waks?!?? Kamu??

Heyy… Kamu yang disana?
Huaaaaaa…. masih ada! Kukerdipkan bola mataku, kamu tak kunjung hilang? Senyum sabarmu pun masih ada. Bermimpikah? Masih terlihat jelas dirimu dihadapanku. Allah, benarkah ini?

Heeeyy… Aku memanggilmu dengan hatiku. Lebih tepatnya menjeritkan namamu dalam hatiku.

“Aku ingin kamu ada disini…. moshi-moshi…”

***

#dalam rintik hujan, ingin senyummu, ingin dirimu πŸ™‚

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s