Tripple Summit GePangGe : Nanjak Capai Surken

BEFORE :

Tripple Summit GePangGe: Curhatan Pagi (1)
Tripple Summit GePangGe, Edisi Jalur Putri (2)
Tripple Summit GePangGe : Edisi Jalur Putri (3)
Tripple Summit GePangGe : Putri Menuju Surken, Ayun Langkah

Undakan akar, banyak disini(album ricky merah)
Undakan akar, banyak disini
(album ricky merah)

 

  • Tanjakan Terjal
  • Undakan dan Akar

Huahhh… medan trekking berat dimulai. Aku dan kakiku terus melangkah. Capek memang, tapi tak terlalu kuhiraukan. Mengingat tujuanku adalah melatih dan membiasakan kakiku, menikmati setiap jalur yang ada, walau aku merasakan sepi. Entah….ada yang kurang rasanya.

Mungkin karena kami kurang waktu tidur. Beberapa kali pada tanjakan terjal ini kami rehat. Perjalanan yang santai tapi pasti. Yuni yang biasanya jalan duluan pun, tampak beberapa kali istirahat bareng kami.

Kecapekan, ketiduran(album ricky merah)
Kecapekan, ketiduran
(album ricky merah)

Di satu saat, aku dan Kangmang sampai di tanjakan dimana ada tempat yang agak luas untuk beristirahat. Begitu mendudukkan daypackku, baru kulihat Ricky dan Yuni yang tertidur, kecapekan.

Rere, Wandy, Eel akhirnya turut beristirahat. Masak air, bikin kopi dan masak sup makaroni. Cukup menghangatkan perut kami yang kelaparan. Huuu… sedapnyaaaa.. Laper banget! jadi ingat Cikuray, berhenti sejenak untuk ngopi. hhe.. Anja, Wendi, dan teman-temannya pun hadir. Lengkaplah tim istirahat kami, kecuali Berto yang sudah naik duluan.

Selepas istirahat dan isi perut, Rere dan wandy lanjut jalan. Selanjutnya Yuni disusul aku. Sementara lainnya masih berbenah dan santai. Walau jalan duluan, tetap aja akan terkejar oleh mereka yang biasa ngebut. Edisi kali ini, aku seringkali disuruh jalan mendahului mereka, di depan atau di tengah. Hampir jarang di tim belakang bersama Wendi.

Yuni di depan seperti biasa, melesat jauh bak anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Aku berjalan dalam keheningan, namun karena sedang ada Lomba Kebut Gunung, maka aku tak sendiri. BAnyak teman-teman gunung yang bersliweran, tak membuatku was-was salah jalur.

Aku sampai pada dimana kulihat Yuni duduk teronggok pada sebuah akar.

“Yuni, istirahat ya?” tanyaku.

“Ehh, ketiduran, Jieeee…” katanya.

Haa??? Aku yang jarang menggunakan kacamata saat mendaki, tak tahu kalo Yuni tertidur disana. Ckckckk… bisaan Yuni.

5 menit kemudian, “Ejie jalan duluan aja. Nanti aku nyusul. Tidur bentar, ngantuk,” ujarnya.

“Baiklah…” Aku pun beringsut naik, mengikuti alur kembali. Tetap spi dan berpapasan dengan teman-teman lain. Uhhh… aku salut dengan mereka. Tak hanya yang kuliah atau kerja, ada juga teman-teman SMA yang nanjak rupanya. Saling sapa, meski hanya sekadar tahu nama, sedikit melupakan letihku.

Wooohhoooooo…
Aku tersusul kembali oleh Yuni, Ricky dan Kangmang.

***

  • Hutan Pinus, Aneka Tumbuhan
Hutan menuju Lembah Surken(album Ricky merah)
Hutan menuju Lembah Surken
(album Ricky merah)

Kurasa, yang lain sudah sampai duluan di Lembah yang kami tuju, Lembah Surya Kencana. Wendi dan Anja pun udah ngebut. Tertinggal 3 orang temannya di belakang aku dan Kangmang. Sepertinya waktu berjalan lambat. Tapi karena sambil nemenin Kangmang moto-moto perjalanan, jadi menyenangkan.

Hanya hutan, lumut, tumbuhan dengan daun kecil-kecil yang menutupi pepohonan, juga berbagai tumbuhan dan bunga, banyak disana. Bentuknya pun lucu-lucu, kutemui di sepanjang perjalanan. Ada yang seperti sarang lebah, kepala burung, bola, kelopak bunga, tongkat, dan lainnya. Kalau diperhatikan secara seksama, tumbuhan dedeaunan kecil tadi seperti ngebentuk sesuatu. Bisa benda, hewan atau tanaman. Tak hanya itu, buah kecil dan bunga lucu pun ada, yang mungkin tak pernah kulihat.

Beberapa tumbuhan kecil layaknya lumut pun banyak terdapat disekitarnya. Entah, ini daerah apa namanya. Aku tak tahu. Hanya kaki yang terus melangkah ringan mengikuti jalur yang ada.

Bunga cantik banyak diabadikan oleh Kangmang Kresna(album Ricky merah)
Bunga cantik banyak diabadikan oleh Kangmang Kresna
(album Ricky merah)

***

  • Lembah Surya Kencana

Woow… apa ini? Pos? Tapi kenapa ada tempat sampah gedenya? Dan disana? Padang luas? Ada edelweiss juga! Aku menunggu Kangmang. Sementara teman-teman Kebut Gunung sibuk mengumpulkan dan memungut sampah yang ada. Mungkin edisi bersih-bersih merupakan salah satu klasifikasi yang wajib dilakukan peserta LKG. Karena semenjak dari bawah hingga atas, aku lihat mereka per tim jua menggondol trashbag (kantung sampah) sebagai bawaannya.

Kangmang yang selalu nyangkut karena sibuk foto, akhirnya muncul juga.

“Ayo Kangmang… itu apa padang luas?” tunjukku ke arah padang luas di depan kami.

“Surken, Jie. Udah sampai kita. Yuk cari teman-teman disana,” sambil tetap foto.

GEPANGGE - Lembah Surken
GEPANGGE – Lembah Surken

Kulihat lambaian tangan samar di depan sana. Pasti rombongan kami. Bergegas langkah kupercepat menuju arah lambaian tersebut. Benar saja, kulihat tim sudah disana, duduk santai minus 3 orang teman Wendi dan Anja.

***

to be continue ๐Ÿ™‚

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s