Jempol Lumpur Buniayu: Rasakan Seratus Ribu Edisi KUA Buniayu [Starting Point]

Before:

Time for Playing HHI to Buniayu

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)
Tak selalu sama.
Kali ini dengan cerita berbeda penuh tanda tanya. Kenapa?
4 tim berhasil sampe di Jubleg Terminal dan istirahat leyeh-leyeh di basecamp Buniayu Caving & Adventures.
Sementara 4 tim lainnya tak ada kabar berita, menghilang dalam penantian dari waktu yang dipastikan.
Hmm.. kemana mereka?
Yuukk..
Nantikan cerita lengkapnya ntarΒ  yahh…
Hitching kali ini emang sungguh RUAR BINASA! waakakaaaa…..
*senyuuummm teruuuusss ^^
***
Hitchhiker di area outbond Buniayu, main gratis karena usia meraka diatas 12 tahun? akaaakkaa(doc by BBram)
Hitchhiker di area outbond Buniayu, main gratis karena usia meraka diatas 12 tahun? akaaakkaa
(doc by BBram)

Kontak Wajah Baru

  • Meeting Point, 10 PM

Ngeker ke tangga Sarinah Building dari Halte Transjakarta Sarinah, terlihat segerombolan anak-anak yang bisa dipastikan bahwa mereka adalah teman-teman yang akan mengikuti event awal tahun 2013 Hitchhiker Indonesia (HHI).

Rencana menelpon Titin Edriati yang akrab dipanggil katin pun nyangkut saat mataku memperhatikan sosok di depan yang terasa tak asing. Om harr Harry Portter si kepala suku HHI. Akhirnya sambil jalan menuju tempat yang disetujui, kami melewati barisan gerombolan tersebut yang ternyata telah hadir beberapa kakak-kakak (panggilan akrab untuk hitchhiker yang telah bergabung, red) yang mukanya kadaluarsa. Wakaaaaakaaaka….

Lafarnya perut lebih memanggil, memaksa aku dan Om Harr untuk memesan makanan terlebih dahulu dan bergabung dengan teman-teman kemudian.

persiapan yang penuh dengan kehebohan(doc by Ongston Obe/DnyS)
persiapan yang penuh dengan kehebohan
(doc by Ongston Obe/DnyS)

Sambil menunggu yang belum hadir, seperti biasa, pembagian tim dengan goncangan arisan ala HHI dimulai. Wedeeee…. 24 orang kah kita semua hadir? Ckkcccc…. selain Buniayu, Baduy pun mencatat peserta terbanyak saat itu dan meeting point pun di Sarinah. Hmmm… rezeki kumpul di Sarinah emang beda yah?

Eitsss…
24 orang dengan karaktek yang beragam. Jempolan malam hari tak mengurangi semangat teman-teman yah? Seleksi alam yang kerap terjadi di HHI pun tak mengendurkan semangat teman-teman ini untuk tak berisik. Haahahaha…… kenapa dimanapun HHI identik dengan berisik yah?

Etapi, waktu aku dan Om Harr lewat sana, semua masih pada mingkem. Hening dan hanya senyam-senyum saja saat kami melewatinya. Gerombolan yang aneh. Entah mereka sudah kenalan atau belum. Dasar, sok malu-malu…. padahal setelahnya, mereka semua pada putus urat malunya tuuuuuuuhh…. hiyaaaaaaaa πŸ˜›

Hasil goncangan arisan nama tim setelah melalui perombakan(doc by DnyS)
Hasil goncangan arisan nama tim setelah melalui perombakan
(doc by DnyS)

Well…. well…
Pembagian tim tadi tampaknya kurang fair bagi sebagian. Kenapa? Coba bayangkan, tim 7 hasil goncangan awal ternyata berisikan Om Harr, Wawan dan Ejie. Huaaahh! Bandit gila hitching semua itu akhirnya dipecah sesuai kebutuhan akan tim lainnya. Hei, ketiga orang itu pun tak terima berada dalam 1 tim karena tergolong 4 L, Lo Lagi Lo Lagi. Ugkhhhh..

Tak hanya tim 7, tapi hampir keseluruhan tim dirombak mengingat teman-teman baru bahkan yang lama pun pada BUTA PETA.

Yeaaaaayyyy!! Selamat datang keluarga BUTA PETA.. ahahahhah kami bahagia, temans πŸ˜‰

Tak selalu sesuai dengan goncangan. Perombakan tim dilakukan apabila, di tim hasil goncangan tak semuanya hafal jalan dan rute. jadi untuk mengimbangi anggota lainnya, maka diambil keputusan untuk rombak tim. It’s fair, guys….. Tetap tak boleh pilih tim sesuai kesepakatan awal HHI. Terima saja teman setimmu, temans.

***

Penjelasan rute perjalanan menuju Buniayu. Semua penasaran, padahal ga ngerti aja... bweee :P(doc by DnyS)
Penjelasan rute perjalanan menuju Buniayu. Semua penasaran, padahal ga ngerti aja… bweee πŸ˜›
(doc by DnyS)
  • Brief Before Hitching

Pembicaraan seputar jalur perjalanan adalah topik selanjutnya. Membentuk lingkaran, semua mengerumuni saat peta dibentangkan. Ahaaaaaaa….. adegan ekspressi yang aku suka saat itu. Melihat satu-persatu wajah-wajah polos yang pastinya aku yakin, mereka sepertiku, tak mengerti PETA! ihihihhiiii….

Peta hitching Buniayu. Penjelasan perjalanan oleh kepala suku hitching.(doc by DnyS)
Peta hitching Buniayu. Penjelasan perjalanan oleh kepala suku hitching.
(doc by DnyS)

Aku senaaaaanggg….. aku senaaaanngg… Ketentuan untuk hafal peta itu tak berlaku bagi perempuan saja rupanya. para lelaki pun, sebagian tak ada yang hafal peta. Bhahahahhaha….. aku bertepuk dalam hati. Tenang, banyak teman yang tak mengerti. Aku aman. Fiufffthh ~

Om Harr menjelaskan rute perjalanan dalam peta. Bla… blaaa… blaaa…

Catatan daerah yang kuingat:

  1. Pertigaan Otista (ehh, kenapa di Jakarta? Ini pikiranku. Liat saja nanti πŸ˜€ )
  2. Pasar/terminal Jubleg (masih asing)
  3. Bogor/Baranangsiang (ingat Cisarua NHR)
  4. Bogor/Ciawi (ingat Situgungung Find a Clue)
  5. Sukabumi/Buniayu (intinya harus sampai sana)

Pertanyaanku saat tanya ke Om Harr (bikin pusing), kenapa Om Harr bilang, “Tol Jagorawi, Jie… tol dalam kota.”

That’s it. Hanya itu clue yang berhasil kuperoleh. Entah apa maksudnya, aku tak paham. Kenapa harus tol dalam kota? Aku yang selalu kesulitan dengan segala macam peta, tetap tak mengerti maksud dari kalimat si Om. Emaaaaaaakkkk…… *mewek

Clingak-clinguk…
Hampiri aa Thor ST dan kawan Wirawan Prasetyo aaaaaaaaakkk… mereka berdua samimawon! Tak mau berbagi inpoh yang aku perlukan. Tinggal karick Erick Samuel yang saat itu hadir mengantar kami untuk berhitchhiking-ria bisa menolongku. Asiiiiikkk.. karick memang baik yah.

Katanya, “Coba ambil jalur ke arah Bogor waktu Cisarua dan Situgunung. Inget kan?” angguk-angguk mengerti walau agak bingung karena masih mikir tol yang diinfoin Om Harr.

Waaaahhh…. okeeeehhlaaah.. kita lihat saja nanti saat hitching berjalan. “Nikmati perjalanan, Jie,” kalimat bintang yang aku suka. Senyuuuuummm udahan yuuk! πŸ™‚

***

Photo keluarga yang tak lengkap(doc by Ongston Obe)
Photo keluarga yang tak lengkap
(doc by Ongston Obe)
  • Saatnya Beraksi

Akhirnya, kelar pembagian tim, pembahasan peta, photo keluarga yang berantakan karena semua ingin difoto, selesai sudah.

Berdoa sebelum kegiatan adalah rutin kami lakukan agar selamat dalam perjalanan menuju lokasi yang kami tuju, dapat kendaraan hitchingan semua tim, fun di perjalanan, dan banyak bahagia yang diperoleh merupakan ingin kami.

Berdo'a bersama sebelum hitching(doc by DnyS)
Berdo’a bersama sebelum hitching
(doc by DnyS)

Berbagi rasa dengan teman-teman baru, berbagi pengalaman pun dengan teman-teman baru serta berbagi tak ada kemacetan dan mengurangi emisi gas buang akan kami lakukan. Oiya, tak lupa membagikan kalendar 2013 dari teman Om Harr sang pengusaha kecap pun kami ingat.

Ayooooooo…. sebarkan semangat jempol dimanapun kendaraan menuju.. πŸ˜‰

Jubleg-jubleg suweng…. suwenge tenggeletek..
(bener ga c lagunya?? wekekkeke)
*nyanyi plesetan ala hitching menuju JUBLEG, meeting point akhir sebelum Buniayu.

***

Bersambung yaaaaa πŸ˜€

#Nantikan sesi hitching yang sesungguhnya di edisi berikut, ukeeyy… hahaa

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

One thought on “Jempol Lumpur Buniayu: Rasakan Seratus Ribu Edisi KUA Buniayu [Starting Point]”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s