Jurnal Hitchhiker: Tepar di Hari Pertama Sandar Bali

Before:
KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Saka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]
Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik
Catper Hitchhiker: Yuk, Masuk Dapur KRI Surabaya 591
Langit Benoa, Bali yang cantik.
Menerima kedatangan Dayu yang sudah ditunggu hingga berjalan di malam harinya.
Makan bersama, sakit sendiri.. eiyuuuhh
Tak bisa menikmati malam di Bali, namun ruang kesehatanlah yang harus dikunjungi.
Bukan mengantar orang sakit seperti Sail Morotai lalu, tapi mengantar diri sendiri untuk beristirahat.
Sabar adalah saya…. hehheh
Semangat kakaaaaa 🙂

***

Langit Pelabuhan III Benoa, Bali, 06:08 PM. Senja yang cerah.(doc pribadi)
Langit Pelabuhan III Benoa, Bali, 06:08 PM. Senja yang cerah.
(doc pribadi)

 

Jum’at, 15 Februari 2013

Pelabuhan Indonesia III, Benoa, Bali

Day 1, 15.30 WITA

Bareng ndan Hikmah, Zela juga Cia sebelahan sama KRI Surabaya 591(doc Zela, photo by Arga)
Bareng ndan Hikmah, Zela juga Cia sebelahan sama KRI Surabaya 591
(doc Zela, photo by Arga)

Hureeeyy..
Finally we’re here in Benoa, Bali. Seneng kali laaaaaa…. Prepare everything. Segala rencana tersusun dalam benak dan otak jalanku. Hubungi Dayu, temen Sail Morotai 2012 supaya bisa kontak wajah lagi. Juga teman-teman lainnnya.

Okeeee… untukku, facebook adalah tempat memberikan kabar terbaik, karena hanya sosial media tersebutlah dimana aku bisa menghubungi teman-teman Indonesiaku selain twitter.

Pukul 16.00 WITA, saat kapal bersandar di Benoa, peserta Pelantara II pun melakukan persiapan terhadap segala sesuatu yang akan dilakukan dalam penyambutan.

Kontak, janji temu dengan Dayu pun tetap berlanjut. Pukul 17.15 WITA, pergantian waktu kapal menyesuaikan bagian barat dan timur dimulai.

***

Dayu, kangen kaliiii(doc Hikmah, photo by Arga)
Dayu, kangen kaliiii
(doc Hikmah, photo by Arga)
  • Pukul 16.10 WITA, Dayu Hadir

Dayu datang dengan 2 plastik gede di tangannya. Hatchyiiiiii…. pesanan perut sudah datang berikut orang yang kurindukan. Ahahhaaaa… terima kasih ya Dayuuu… 😉

Foto-foto, cerita-cerita, ketawa bersama, sungguh suasana ceria yang Ejie suka.

“Hayu dayuuuuu…. culik kitaaa… culik kitaaa,” mulai pada rusuh pada pengen jalan. Ckckkkk….

Iya nih, jalan-jalan di Bali sudah kami rencanakan dari Jakarta sejak kapal berlayar ke tengah lautan. Hikmah, Arga, Zela, Cia dan Ejie. Hmmm…. kapan lagi kan bisa jalan bareng Dayu si penghuni Bali yang sudah pasti tahu bakalan mau kemana jalan-jalannya.

Asiikkk…. Dayu bersedia mengguide kami malam nanti. Sore itu kami lewatkan dengan riuh rendah di luar kapal, bercerita apa saja dengannya.

***

  • Makan Bareng dan Sakit

Dayu yang bawa makan malam, ide makan malam bareng, keluar begitu ketemu Karully. Alhasil kumpul di ruang Karully dan Kadeplog dengan 2 anak kucing Zela dan Cia, Rika, Hikmah dan Arga juga Dayu berlanjut.

Makan malam bareng Kadepnop dan temannya, Dayu, Zela, Cia, Hikmah, Arga(doc Zela)
Makan malam bareng Kadepnop dan temannya, Dayu, Zela, Cia, Hikmah, Arga
(doc Zela)

Semula ngga lihat nasi, tapi karena Zela dan Dayu duduk depan Ejie dan Zela makan dengan lambat karena diselingi cerita, kelihatan juga para nasi-nasi itu walau sudah lepas kacamata. Eh iya, Ejie juga ngemil jaje, jajanan khas Bali pemberian Dayu, jaje (makanan ringan, ketan merah, red). Mulanya tak apa siy.. Ngga ada rasa apapun. Tapi ngeliat zela makan, udah berasa mau keluar.

Zelaaaa…. Nyendoknya lama bangeeeet laaaa… Ejie udah enegkh iniiiiii… Bagooooss…

Turun kapal dalam hitungan menit,  mual  terasa. Rencana jalan seru sepertinya dijamin batal.  Perut tak enak, sesuatu memaksa mendorong untuk segera keluar dari rongga mulut. Pusing yang menyerang tanpa bisa dicegah.

Melipir cari lokasi pembuangan yakin tak bisa tahan. Terdekat adalah sandaran kapal. Baiklah, mendekat. Dan keluarlah semua isi makanan itu dengan bebasnya hingga tak bersisa.

Arga, Cia dan Zela ada di sana, dekat tangga kapal, sedangkan lainnya ambil motor.

“Ka Ejie, Cia temenin ke kamar yah?” Cia khawatir.

“Ngga usah Cia….. kuat kok Ejie. Lagian ntar teman-teman keburu datang, Cia ketinggalan pula, “ ujarku. Ejie pamit naik kapal. Gagal ikut. Berasa oleng, cepat lari ke kamar.

Lega di kamar, coba tidur. 15 menit kemudian, muntahan kedua menyapa dan setelahnya hanya berbaring saja. Sakit kepala mendera, nda kuat. Mau ngomong sama teman-teman yang sedang menyusuri Bali juga ngga enak. Satu-satunya yang ada di otak adalah kabarin Kapten Arys, karena hanya nomornya yang bisa terlihat di hape errorku ini. Hadeeeeeeehh…

1 jam di kamar, ruang kesehatan adalah  tujuan berikut.

Mengantar diri ke ruang kesehatan dengan kondisi jalan oleng, berpegangan pada dinding kapal. Sampai di ruang kesehatan, Ejie bingung dan terduduk di lantai. Malu Ejie, soalnya nangis saking ngga tahan sama sakit kepala. Pengen banget jedotin ke dinding kapal rasanya.

***

(doc Kadeplog, photo by me)
(doc Kadeplog, photo by me)
  • Bingung Kedua

Pak Sadikin, petugas kesehatan yang menerimaku nanya apa sakitku dan penyebabnya. Adeuuuhh… Ejie bingung jelasinnya. Mosok muntah gegara takut liat dan makan nasi??? Gimana cara ngomongnya? Ngga tahulah, tapi itu yang Ejie sampaikan karena bingung  mau bilang apa.

Pak Anshar(doc Hikmah)
Pak Anshar
(doc Hikmah)

E untungnya, ada Pak Anshar yah (lupa Ejie). Bapak ini yang kenal Ejie waktu Sail Morotai dulu. Jadilah si Bapak mungkin yang bantu jelasin atau gimana yah? Ejie ngga tahu juga. Soalnya banyakan ngga sadarnya pas malam itu, tak kuat kepala saya. Ejie ketemu Pak Anshar paginya. Jadi Ejie pikir, si Bapak sudah menjelaskannya pada Pak Sadikin dan Pak Dokter.

Malam itu, Ejie rasa hanya Ejie seorang diri yang tak berteman. Ngga ada teman-teman yang jenguk karena sibuk jalan semua. Hwuaaaaaa…. Sendiriiiiiiiii…. Hikss

“Ejie, teman-temannya pada kemana? Kamu sudah jalan kesini sendiri dengan posisi terduduk di lantai dan ngga ada satu temanpun yang nganterin kamu?” tanya Pak Sadikin.

“Ngga ada, Pak… Semua lagi pada jalan-jalan,” jawabku sekenanya.

“Jam berapa mereka pulang?”

“Ejie ngga tahu, Pak. Mereka baru keluar jam 9 tadi. PAsti akan pulang larut sekitar jam 2 dinihari, Ejie rasa. Teman-teman jalan sama Dayu, yang ikut Sail Morotai juga. Dayu tinggal di bali, Pak,” aku menjelaskan dengan lemas.

“Ya sudah, Ejie istirahat saja. Mana tahu besok pagi mereka menjenguk Ejie,” katanya.

Nyengir lemas ini Ejie, “Tak mungkin mereka bangun sepagi itu, Pak… paling habis shalat, mereka meringkuk lagi dalam hangatnya selimut. Ejie sudah hafal keluarga kucing kok. Jangan-jangan, Ejie yang kepagian bangunnya ntar,” bathinku berucap.

 ***

Dear Journal,

Kesendirianku malam itu, aku memakluminya. Teman-teman yang berburu tempat jalan yang semula berencana jalan bersama, pada akhirnya aku tak ikut, itu bukan karena mereka. Hanya aku saja yang apes, tak bisa gabung jalan bareng teman-teman.

Mungkin Allah memberikan waktu untukku beristirahat karena memang, hamper tidak ada waktu tidur yang pas untukku alias insomnia parah.

Semua itu berpulang padaNYA kan? Tak semua rencana bisa terwujud. Kenyataannya, saat kapal lego jangkar di pelabuhan tersebut, ini bukan rezeki yang ditolak namanya. Tapi memang kesempatan untuk berjalan-jalan di malam hari lebih diberikan untuk istirahat ragaku agar mendapatkan kesempatan lain saat di wisata lainnya.

Lombok, Ejieeeeee…..

Allah memberikanmu istirahat agar kesempatanmu di Lombok lebih banyak. Menikmati alam yang mungkin sulit terjangkau untukmu, Ejie…

Iyaaaa… terima kasih Allah..
*tersenyum untuk bintang disudut kelam lemas mataku. (jie)

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s