Pasangan Jiwa yang Hilang

 

 Before:
KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Saka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]
Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik
Catper Hitchhiker: Yuk, Masuk Dapur KRI Surabaya 591
Jurnal Hitchhiker: Tepar di Hari Pertama Sandar Bali
Jurnal Hitchhiker: Jengukan Tak Terduga
Journal Hitchhiker: Adegan Si Empuk Penyangga Perut
POSAL, Selat Alas, Lombok, senja cerah(doc Hikmah photo by me)
POSAL, Selat Alas, Lombok, senja cerah
(doc Hikmah photo by me)
2 kali layar, 2 kali juga pasangan jiwa itu harus lenyap dari pandangan.
Arrggh!!
Kenapa harus dia?
Kenapa harus selalu begitu kejadiannya? Dari beberapa gunung, turun ke laut, balik gunung dan masuk laut kembali, kejadiannya selalu terjadi.
***

Rabu, 20 Februari 2013
POSAL, Selat Alas

  • 30 menit Arah POSAL

Tak jauh, hanya 30 menit. Namun kencangnya LCVP dan kepala yang tetap tak bersahabat gegara kejadian lalu (baca “TEPAR”), menyisakan sakit yang begitu juga. Haishh… tak mau lah Ejie hanya berdiam saja cengok tak ikut. Tunggu sayaaa… mau ikut! Haaahah 😀

Bersama ndan Hikmah dan sun Arga, freelance tim, kami ikut Komandan Joni dan crew diving snorklingnya menuju perairan Selat Alas, daerah POSAL (Pos AL) Lombok dimana sebelumnya, Kapten Bambang dan Kapten Arys dan Kopaska sudah mensurvey wilayah tersebut.

Horeee….. mari melaut dan menyapa dasar lautan yuk! 🙂

***

  • Sapa Dasar Laut

Banyak kesabaran dan cerita dengan pasangan jiwa itu. Menjaga kestabilan kaki untuk tetap melangkah menapaki setiap jengkalnya. Aaah… kesal!

Berawal dari inginnya menyelam di perairan Selat Alas, Lombok, dimana anggota Kopaska yang ngajarin, ka Ajiz, refresh Ejie selam.

Dari sekadar bermain, snorkling akhirnya mendekat ke arah sign lokasi menyelam.

Subhanallah… mungkin memang hanya jarak terdekat yang Ejie ambil untuk menyelam karena keterbatasan alat selam sehingga Ejie pakai tabung dengan 2 alat bantu nafas (regulator kan namany? Ejie belon hafal nih 😀 ) bareng Ka Ajiz.

Ngga pakai pemberat, yang ada Ejie ditarikin terus ke bawah biar stabil. Alhamdulillah belajar dasar diving waktu itu di Cilangkap, Mabes TNI AL diajarin sama kakak-kakak pelatih disana (lupa namanya, Ejie. Maaf yah kak?)

Haaaaah… Subhannallah…
Pertama kalinya menyentuh dasar laut meski tak kedalaman penuh dengan cara diving ala kadarnya. Alhamdulillah… Ejie sampai juga disini, Allah… Terima kasih ya? Ejie senang kaliiiiii…
*pen nangis di dasar, takut pilek tambah jadi..hikss

Allah,
Meski Ejie udah ngerasain snorklingan bisa nyentuh dasar juga saat di pulau-pulau sekitar krakatau, saonek raja ampat, dodola, samalona, dan lainnya, tapi yang ini beda. Ngga tahu kenapa. Ejie bahagia saja rasanya.

Menyentuh karang yang ada, melihat cantiknya terumbu karang, sukaaa… Terima kasih Allah atas semuanya.
*bersyukur padaNYA yang tetap sayang pada Jie.. 🙂

***

  • Sedih

Keasyikan nyelem meski tak lama, saat Kak Ajiz kejauhan selang regulatornya dan ngeri behel Ejie ketarik dan copot, Ejie naik ke permukaan. Selesainya langsung ke daratan dan lupa sama pasangan jiwa yang masih tersangkut di lifevest. Saat sadar ngga ada dia, Ejie nengah, ditemanin gula, nyari.

Olalaaaaa…. panik, tak ada!
Aaaa… mau diaaaaaaaaa!Bantu cariin, plis…

Tiap yang nyelam ulang, Ejie titip pesan untuk tolong cariin. Begitu juga dengan Kak Ajiz yang sedang ngawal yang latihan diving. Waaaaa…. tetap ngga ketemu!!!

Dan Ejie sedih 😦

Oke, hilang!
Separuh rasa lenyap untuk kedua kalinya. Aaaakk.. ngga suka dengan keadaan ini! Ngga suka dengan pasangan jiwa sudah nemanin Ejie kemanapun. Darat di gunung dan jalan-jalan lainnya, udara juga serta lautan yang terbentang luas pun dia selalu ada.

masih ada di Gili Trawangan, Lombik... miss u dear :)
masih ada di Gili Trawangan, Lombik… miss u dear 🙂

Selalu terjadi. Dan yang kedua kali ini setelah kejadian Morotai lalu. Ugkhh!

Selama jalan pulang yang ngebut, kencang dan dingin, Ejie hanya diam dalam pandangan hitam yang tertutup kacamata untuk menenangkan kehilangan. Sedih ahh Ejie, tak ada dia.

Menggantinya lagi dengan yang lain, tentu akan punya cerita yang berbeda. Lalu cerita kemarin, hanya bisa Ejie ingat dalam memori?? Sabarkan diri, kehilangan adalah bagian dari hidup.

***

Sisi mata yang mengarah padanya(doc Hikmah photo by  me)
Sisi mata yang mengarah padanya
(doc Hikmah photo by me)

Dear Journal,

Gunung dan laut, jauh berbeda. Atas dan bawah dengan perbandingan kesabaran yang sama. Tiap sudutnya selalu membuat penasaran dalam jiwa.

Bathin yang memedam rasa, memeriksa tiap inchinya. Mencarinya dalam setiap relung kehidupan yang ada.

Entah apa maksud dari semuanya. Terbekap dalam rahasia alam. Juga aku yang harus berjuangan dalam kehidupan selanjutnya dengan tetap tersenyum. (jie)

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s