Jurnal Hitchhiker: Another Story Bout Sugar of the Sea That I’ve Found #fill me in the blank

Before:
KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Saka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]
Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik
Catper Hitchhiker: Yuk, Masuk Dapur KRI Surabaya 591
Jurnal Hitchhiker: Tepar di Hari Pertama Sandar Bali
Jurnal Hitchhiker: Jengukan Tak Terduga
Journal Hitchhiker: Ajie atau Ejie??
Journal Hitchhiker: Adegan Si Empuk Penyangga Perut
Pasangan Jiwa yang Hilang

 

Anjungan, mataku tertuju(doc pribadi)
Anjungan, mataku tertuju
(doc pribadi)

Ahhh… pelayaran yang berbahaya!
Tanpa sengaja kuucapkan kalimat mengenai “terjebak dan terperangkap di kapal”.
Tak hanya tubuh, alarm hati memancarkan radarnya. Ini harus dicegah, tapi entah daya yang tak kuat, tak mampu menepikan. Mengikuti alur.
Dan aku takut! 😦
***

  • Salah Kapal?

Tak minta 1 hari itu. Tak ingin pun ada dalam catatanku. Entah bagaimana mulanya, akupun bingung. Dari ketika sakit itukah? Dimana kepanikanku saat tak ada siapapun yang bisa kusampaikan bahwa aku tak ingin sendiri karena semua teman yang bermain ke darat bersama Dayu. Sementara aku tak ingin mengganggu serunya mereka menikmati perjalanan setelah melewati lautan.

Bali, tempat yang dituju, tentunya menjadi alasan bagi teman-temanku untuk berjalan-jalan disana. Hikmah, hanya dia yang kukabari mengenai kepalaku yang tak bersahabat di hari pertama di Bali itu.

Atau semuanya sudah diatur saat sapaan pertamanya dalam wasapkku?

Hahh! Salah tempat ini…

Kuajukan pertanyaan itu dan ia balik bertanya, “Kenapa salah kapal?”

Jiaaahh… apa perlu diperjelaskah jawabannya? Ckkkckccc  –__–“

***

Gula was there, too(doc Kadepnop taken by Tor Andi)
Gula was there, too
(doc Kadepnop taken by Tor Andi)
  • Kebetulan, Benarkah Ada?

Adakah gula di perairan laut lepas? Pernahkah ada yang menemukannya dalam suatu perjalanan? Pen nangis ngga yah? Kenapa semuanya  serba tiba-tiba? Adakah yang  bisa memprediksi atau merencanakan apa yang kita inginkan dalam hidup? Bolehkah memintanya?

Begitu banyak pertanyaan yang tak bisa kujawab untuk hatiku yang penuh ini. Semua hanya berjalan mengikuti arus yang ada. Layaknya kapal yang berlayar mengikuti arus, ombak dan gelombang di lautan lepas ini.

Etapi, kapal ini bisa merencanakan jalur loh?? Kenapa Ejie tak bisa? Tapi malah mendapatkan kejutan-kejutan dalam perjalanan kali ini. Huaaaaahh… Dan hati saya merasa plong untuk satu hal.

Allah, Engkau memberikan setiap detil dalam langkah perjalananku ini. Dan kali ini, entah apa sebabnya, hatiku merasa lega. 1 cerita dalam kehidupan beratku, bisa sedikit terbagikan meski tak mengerti kenapa bisa lega setelah bercerita. Terima kasih Allah…

***

  • Ketika Bertemu Gula

Hidup yang tak pernah bisa kuprediksi apa yang kan terjadi di dalamnya. Semua mengalir begitu saja dalam perjalanan hidup ini. Bertemu orang banyak dalam hidup, mengetahui, mengenal dan berteman dengan mereka. Menambah wawasan persahabatan, membuka cakrawala hidup, merubah pandangan akan dunia. Hmmm… bukan merubah, tapi memperbaikinya. Introspeksi diri dalam setiap perjalanan hidup.

Kali ini, perjalanan berlayar yang kujalani, entah darimana datangnya gula ini. Aktif komunikasi? Rasanya juga tidak karena masing-masing berkutat dengan kesibukannya. Tak ada rencana sepertinya. Aku pun tak ingat bermula darimana hingga pada akhirnya bisa berkomunikasi.

Gula di laut….
1 pertanyaan besar dalam hati, apakah ada yang salah dengan diri? Kenapa harus bertemu di saat ini? Saat yang kutak ingin seorangpun ada. Saat kuingin hanya menikmati sejumlah perjalanan yang telah terekam dalam otakku. Menghubungi setiap teman-teman di tiap persinggahan dan sandaran kapal. Ceria, tertawa, bercerita dengan teman-teman. Melakukan hal-hal menyenangkan lainnya selama berlayar.

Aku senang kok menjalani keceriaan ini bersama keluarga kucing tentunya dan keluarga di kapal, setiap personel KRI Surabaya 591 yang baik padaku. Aku merasa mereka adalah keluargaku. Hohooo 🙂

But something different in here..

Gula di laut, apa ya? Aku juga bingung sebenarnya menjelaskan harus seperti apa. Di laut bukannya asin kan yah? Tapi kenyataannya aku menemukan yang  berbeda. Hhhhh…. susaaaaaahh.. @_@

Gula yang manis, gula yang baik, gula yang menjagaku, gula yang selalu ada memberikan tawa hanya untuk melihat senyuman? Anehkah?? Aku tak paham.

Gula yang harusnya merupakan pelengkap minum teh. Memberikan rasa manis diantara pahit teh yang terasa saat meneguknya.

Gula dan teh adalah satu paduan pas. Mungkin menurutku. Tapi menurutnya, gula itu bagus untuk di dodol. Hahahaaa…. Jujur, aku tertawa. Semua ini kebetulan sematakah? Ahh… jalani saja.

Gula ini hadir begitu saja dalam hari belakangan. Menerobos sang waktu yang dingin entah dengan caranya yang tak kupahami. Meski sempat kaget karena segala tebakannya tepat mengenaiku, aku tak ingin mengiyakan. Tak juga ingin menyalahkan. Karena tak berani berkhayal lebih.

Gula yang usil selalu saja mengusik apa yang kulakukan. Tak tahu mengapa. Padahal aku tengah mendapati beberapa langit cantik yang terjadi perubahan disana. Biru, pink, orange, dan golden. Sungguh, Allah menciptakan alam yang indah dengan langit warnanya. Aku suka.. dan keberadaan gula yang tiba-tiba, ehh….

Langit cantik ini, Lombok Timur, tertangkap oleh mataku yang mencari(doc pribadi)
Langit cantik ini, Lombok Timur, tertangkap oleh mataku yang mencari
(doc pribadi)

1 hari yang tak kuminta. Entah apa akhirnya yang membuat aku duduk di satu sisi saat menikmati langit cerah di Lombok Timur, karena terjebak dalam kapal, sementara lainnya turun ke darat karena kepentingan mereka.
1 hari dimana aku tengah melihat lampu-lampu perkemahan yang berwarna, dan suara-suara ramai di darat sana hanya dari anjungan ini.
1 hari dimana aku menidengar deburan ombak di bawah kapal ini bernyanyi menawarkan laguya padaku.
1 hari dimana aku menikmati langit yang cerah dan dinginnya angin di anjungan ini.
Eitss… bukan 1 hari, tapi malam itu, saat aku hanya sendiri dan tetiba gula menghampiri.

Arga, Hikmah dan Ejie adalah yang tersisa dari 700 orang yang hadir dalam KRI Surabaya ini. That’s why i called, trap in the ship. Omigosh…. help us!

Bukan cuma kami saja sih, ada awak kapal lainnya teman-teman kami di kapal ini. Banyak dan senasib, terperangkap! 😀

***

  • Gula Bercerita
Melihat lampu perkemahan dari anjungan KRI Surabaya 591 dan gula bercerita(doc pribadi)
Melihat lampu perkemahan dari anjungan KRI Surabaya 591 dan gula bercerita
(doc pribadi)

Bercerita, itulah yang dilakukannya. Dari sekadar obrolan ringan hingga mebuatku sedikit cengok dengan infonyanya yang pada akhirnya membuatku berpikir, “Kok bisa tahu ya?”

Iya, beberapa info mengenaiku yang jarang aku utarakan kecuali orang yang sudah mengenalku, mungkin aku maklum. Tapi untuk waktu yang lama tidak bertemu, dan tiba-tiba mengalir pembicaraan yang membuat aku mengangkat sedikit alis mataku karena kaget, oow…… aku terkejut!

Bertanya padanya, ternyata untuk mereka, mencari info mengenai seseorang tidaklah rumit untuk mereka. Okelah aku mengerti dan tak tak bertanya lanjut, paham. Tak masalah untukku. Baiklah, dengarkan saja.. 🙂

***

Yapp…
Berbicara tentang apa saja yang terlintas. Kebanyakan aku hanya mendengarkan apa yang diutarakan dan diceritakannya saja. Mengenai hidup, pertemanan, pendidikan. Banyak deh sampai lupa. Pengen nanya tapi Ejie bingung ngomongnya. Kadang ngga suka sama lupa ingatan yang sering muncul tanpa diminta. Apalagi saat Ejie sedang menyukai suatu hal, ingin ingat tapi lupa. Arrrrrrrrgghh….

Ada 3 hal yang kugarisbawahi dari beberapa yang disampaikannya mengenai hidup, tapi jujur, aku lupa saat menuangkan dalam bentuk tulisan ini. Sudah coba mengingat, tetap saja, tak bisa mengingat.

Aaaaahhh…… AMNESIA!
Bisakah minggir sejenak? Ingin mengingat sekejab saja mengenai apa yang kudengar dan kuingat. Hayooo memoriiiiiii…. kembali sejenak pliiiiisss….. bantu sayah. Err~

Gula di laut yang bersahabat, waaaa…… stop! Don’t even thinking of the sugar, pleaseee…

Adalagi yang kusuka mengingatnya, selalu membuatku tertawa dengan banyolannya, bahasanya yang banyak tak kupahami, pengistilahan yang selalu membuatku penasaran dengan bahasa-bahasa lucunya. Kadang sakit perut juga pengen ngakak tapi ngga bisa. Haaah… menyenangkan.

Mendengar sekilas percakapannya saat berinteraksi dengan lainnya, cukup untukku bahwa gula ada disana. Pun saat bertugas. Hahhaaaa…. tooooooooooott tet bahaya ini Ejieeeeeeee….
*setiap alarm yang kupunya mengingatkan nalarku

Otak beku gunung yang tak bisa nanjak, membaca setiap wasap rombongan lenong yang bercerita seru mengenai gunung, membuat iler gunungku semakin menumpuk. Mengetahui informasi rinjani yang juga tak bisa didaki, tutup dikarenakan badai. 4 bulan di awal tahun, rinjani tak baik didaki karena terhitung sedikit rawan cuaca. Saat yang baik adalah setelah bulan 4 hingga 10 (Oke, simpan dalam memori otak dan hatiku untuk rinjani, BRB).

Ketika hanya ada lappy dan aku, mengalirlah semua cerita ini dalam penjabaran panjang tentang gula. Hayooo…. bisa tahukah gula saya di lautan? Hehehee… hanya untuk memoriku saja.

***

1 foto yang diberikan padaku. Mungkin saat mengambil gambarnya, ia tak mengerti. api buatku, foto ini bermakna. Aku tahu dimana ini, kapan, dan apa yang dikerjakan disana. Semua ceria saat itu.(doc pribadi gula)
1 foto yang diberikan padaku. Mungkin saat mengambil gambarnya, ia tak mengerti. Tapi buatku, foto ini bermakna. Aku tahu dimana ini, kapan, dan apa yang dikerjakan disana. Semua ceria saat itu.
(doc pribadi gula)

Catatan ingatanku tentang gula ada beberapa yang membekas. Simak deh:

  1. Sapaan pelayaran
  2. Sakit yang tak ada dalam list
  3. Perbincangan kehidupan
  4. Garisbawahi yang terlupakan
  5. Menjadi gula dan dodol
  6. Berbalik bingung jika terlihat
  7. Meninggalkanku di tengah
  8. Meninggalkanku di Lombok
  9. Membuangku di lautan
  10. Ngga boleh naik saat di Bali

Behhh…. banyak aja catatannya. Okeee… kita lihat saja kelanjutannya. Gula yang ada di lautan. Adakah? Ckcckk… (jie)

Gula ada disini(doc Kadeplog taken by me)
Gula ada disini
(doc Kadeplog taken by me)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s