Catper Hitchhiker: Ford Ranger Teman Pulang Bandung Jakarta

Before:
Catper Hitchhiker: Hitching Lola Bandung Ala Ejie
Jurnal Hitchhiker: Mie Sari Rumput [Gn. Puntang 2223 Mdpl]

Jika ada awal, pasti ada akhir.
Ini adalah akhir minggu yang menyenangkan bermain di Bandung dengan hitching pulang pergi.
Tetap berdua.
Pergi bareng Tides dan pulang dengan om Harr.
Keduanya adalah teman di Hitchhiker Indonesia (HHI)
Mari berhitchhiking teman-teman.. 🙂
***
Langit cerah mengantarkan kepulangan kami ke Jakarta.(doc pribadi)
Langit cerah mengantarkan kepulangan kami ke Jakarta.
(doc pribadi)

  • Si Kriyep dan Si Kuap

Pukul 05.00 WIB
Tol Moh. Toha

Rabu pagi itu, berdiri di pinggir tol untuk menanti kendaraan hitching menuju Jakarta, berdua om Harr yang matanya kriyep-kriyep ngantuk dan aku yang nguap terus. Hoaaaaaamm.

Bawaan capek nanjak sehari sebelumnya (baca:  Mie Sari Rumput) dan kurang tidur menjadi sarapan kami pagi itu. *padahal sudah sarapan di rumah nenek tadi. Hihiihiihih

Om Harr bagian “NUMPANG” dan aku bagian “NUMPANG DONK” juga “JAKARTA”.

Kami menunggu lewat dari pintu gerbang tol alias sudah masuk dalam wilayah jalan tol Moh. Toha, beberapa meter dari pintu gerbangnya tepat di bawah penerangan lampu, di garis batas aman jalan.

Pertama, pintu paling kiri arah pergi dari Toha dibuka. Okeeee…. 1 pintu saja dan semoga menjadi rezeki kami yang akan berhitchingria pulang ke Jakarta.

Aku terus memperhatikan jarum jam di tangan kiriku juga terus menatap langit. Saat telepon berdering, om Harr berkata, “Jie, telpon tuh, alarm ya?”

“Beehh… mana pernah Ejie alarm jam segini, om?” saat itu waktu menunjukkan pukul 05.30 WIB.  Kesiangan menurutku.

Langit mulai menunjukkan sunrisenya. Dari orange, pink (kok ada yah?) menjadi kuning berpendar putih bersih. Aku rada malas memotretnya. Gimana ngga? Tangan yang penuh tak leluasa untuk memotret. Tangan kanan yang sibuk jempolan, tangan kiri yang memegang tujuan serta sesekali membalas sms yang masuk. Oke stop sms, fokus mencari hitchingan. Hheee….

NOTE:
Sepertinya tak ada foto kita berdua disini yah om Harr? heehe…

***

  • Tawaran Setia Budi

06.00 WIB

Sebuah kendaraan berwarna biru, berplat D, berhenti di depanku. Jendela dibuka dan menanyakan arah tujuan kami, “Mau kemana, Mbak?”si Bapak bertanya.

“Jakarta, Pak,” jawabku sopan.

“Waah.. saya hanya sampai arah Setia Budi, Bandung saja,”katanya.

“Baik, tak apa, Pak. Terima kasih,” balasku.

Mobil pun berlalu.

“Memang Bapaknya ngga lihat tulisan Jakarta ya?” om Harr bertanya.

Nda tahu, Om. Ejie lupa tadi pasang NUMPANG DONK atau JAKARTA ya? Ngantuk Ejie..” nguap seketika.

“Yeeeee… si Ejie gimana. Coba pasang yang Jakarta,” tetap kriyep-kriyep matanya.

“Oke, Om Harr…” ngakak berdua.

“Pasang tampang ngantuk donk, Jie,” guraunya.

“Malas ahhh… Om Harr aja. Kalau dua-duanya ngantuk, ngga ada yang ngangkut kita ntar. Terus ngga kelihatan lah mobilnya,” serbuku, ngeledek si Om yang ngantuk mulu bawaannya. Hahahaa

***

Bercerita banyak mengenai apapun bersama mas Abed.(doc om Harr)
Bercerita banyak mengenai apapun bersama mas Abed.
(doc om Harr)
  • Hitching Maknyus Hingga Jakarta

06.20 WIB

Ford ranger, 4 WD berhenti kembali tepat di depanku. Kaca kembali terbuka dan sesosok wajah tegas namun ramah muncul dari balik jendela dan seperti biasa, menanyakan tujuanku.

“Mau ke Jakarta, mbak? Ke daerah mana?” si mas bertanya.

“Iya, mas. Boleh tahu, mas nya mau kea rah mana?” aku balik bertanya.

“Saya ke Lebak Bulus,” jawabnya, singkat.

“Wah, boleh tuh. Bisa ikut, mas? Tapi kami bermaksud menumpang,” terangku sembari melihat Om Harr.

“Boleh. Silahkan, mbak,” si mas membuka pintu dan membereskan barang-barangnya.

“Saya berdua, mas,” jelasku lagi.

“Iya, boleh. Ngga apa kok,” jawabnya lagi, senyum, “Maaf berantakan ya mobilnya.”

***

  • Etika Hitching

Singkatnya, kami naik kendaraan tersebut, memperkenalkan diri dan bercerita banyak sampai aku terkantuk-kantuk tak terkira 😀
*adeuuhh…. Maafin saya ya mas dan om Harr? Mata Ejie parah nih >_<

Dari cerita seputar kenapa kami menumpang, lanjut ke grup Hitchhiker Indonesia, memberikan stiker yang masih tersedia 1 lembar dalam ranselku, kemudian bercerita mengenai travelling dan ternyata doski juga demen travelling. Bahkan dikoordinir sendiri olehnya untuk keperluan jalan-jalan komunitas atau kantornya. Waaahh… tak disangka bertemu dengan orang yang mempunyai hobi yang sama. Hhaaa 😀

“Tadi itu saya lihat tulisan JAKARTA, karena sejalan, saya pikir apa salahnya ajak kalian. Satu arah dan lumayan ada teman ngobrol sepanjang perjalanan. Asik juga mendengar keterangan kalian tentang komunitas ini ya? Intinya, kalau ingin travelling, ngga perlu dengan biaya mahal. Kalian saja sudah bisa sampai pada satu tujuan yang kalian inginkan, bukan?” katanya.

Dikatakannya, tidak semua orang yang menumpang ia angkut. Pernah ada seorang ibu yang juga bermaksud menumpang, ia malah memberikan ongkos dan mengantarkannya ke terminal agar si ibu dapat melanjutkan perjalanannya.

Dan ia mengatakan, bahwa ia tidak suka dengan tingkah anak sekolah yang suka asal naik kendaraan seperti yang dikendarainya, bak belakang terbuka. Suatu kali, ada gerombolan anak sekolah yang langsung naik, kendaraan dipinggirkankan dan segera saja anak-anak sekolah tersebut diturunkannya.

Aku mengerti dengan yang dimaksud oleh si mas. Artinya, tidak selamanya menumpang dengan cara-cara yang dilakukan brutal itu disukai oleh pengendara. Berbicara dengan sopan mungkin akan lebih menghargai si empunya kendaraan. Belum tentu lho, dengan ngomong sopan, kita akan diangkut oleh pengendara juga. Atau kita yang juga merasa orang yang angkut kita itu pas atau tidak buat kita.
*gunakan insting kalian, teman-teman…. 🙂

Oiya, pengendara juga mempunyai feeling bahwa orang yang diangkutnya adalah orang yang cooperate atau tidak, mempunyai etika atau tidak. Terkadang kita tidak menyadari hal-hal sepele seperti itu mingkin. Tapi kenyataannya sopan dalam bertutur dan bertindak juga diperlukan lho dalam hitching.

Hmmm… tak jauh beda saat aku hitching.  Feeling atau insting itu memang dibutuhkan ya untuk merasakan apakah itu adalah kendaraan yang tepat untuk dinaiki? Terhadap orang, kendaraan maupun aura yang tertangkap saat kita melakukan nego (pembicaraan awal dengan pengendara, red).

***

Abednego, mempunyai hobi yang sama, travelling.(doc pribadi)
Abednego, mempunyai hobi yang sama, travelling.
(doc pribadi)

Tanggap, gesit dan luasnya materi pembicaraan yang terjalin membuatku menilai, si mas ini cerdas.

Abednego, 33 tahun, sudah berkeluarga. Sang istri bekerja di sebuah hotel ternama di Bandung. Abednego yang akrab dipanggil Abed bekerja di perusahaan swasta, Jakarta, bagian outdoor dan berhubungan dengan klien.

Abed yang juga suka berbagi cerita, ternyata cocok ngobrol dengan Om Harr. Aku yang tak kuasa memelototkan kedua mataku yang terkantuk-kantuk guna mendengarkan celotehan mereka saja karena kuapan ini mengalahkan rasa ingin bergabung bercerita. Hoaaaaamm… nguap dalam hati 😛

Mengisi bahan bakar kendaraan(dc pribadi)
Mengisi bahan bakar kendaraan
(dc pribadi)

Sebelum kantuk menyerang, kami sempat ke rest area 97 untuk isi bahan bakar.

Rest area - 97 nya terpotng saat memotertnya dari dalam mobil dan buru-buru. Hhaaha(doc pribadi)
Rest area – 97 nya terpotng saat memotertnya dari dalam mobil dan buru-buru. Hhaaha
(doc pribadi)

Saat memasuki rest area, mataku menangkap pelangi di atas saya. Tergopoh-gopoh aku merogoh kamera hapeku. Melihat pelangi selalu mengingatkanku pada Titin, teman hitchingku yang sangat menyukai pelangi.

“Eh, ehhh… ada katin diatas sana, Om Harr….”

“Pelangi, Jie?” Mas Abed yang lulusan Universitas Trisakti Jurusan Tehnik Mesin ini memperjelas dan mungkin sedikit aneh dengan  ucapanku. Katin diatas? Siapa itu atau apa itu? Mungkin itu yang ada dalam pikirannya.

Pandanganku tak lepas, hingga kendaraan berhenti, aku pun izin turun kendaraan dan berlari untuk mengambil gambar di tulisan DREAMHILL, pelangi itu berada.

“Ini pelangi untukmu katiiiiiiinnn…” seruku gembira.

Dari sana, kemi menuju ke persinggahan setelahnya untuk  mengecek ban kiri belakang yang menurut Mas Abed agak kempes untuk kenyamanan berkendara.

Perjalanan berlanjut. Aku memotret Mas Abed dan mataku mulai memperhatikan langit dengan awan-awan cantiknya. Ahh… sungguh langit indah yang tiada tara ditambah deretan perbukitan dan pegunungan yang kami lalui. Aku suka! 😀

***

  • Jakarta oh Jakarta

07.30 WIB
TOL JOR, JAKARTA

Sudah sampai Jakarta? Waks?!? Seketika mataku mulai membelalak. Haa??? Secepat inikah? Alhamdulillah…. Akhirnya tol dalam kota. Aku masih mendengar Om Harr dan Mas Abed becerita. Kurang lebih 20 menit aku terlelap dalam ketidaknyamanan tidur dalam mobil dengan sekali-sekali terbangun, kebiasaanku jika berhitching yang tak bisa lelap dalam kendaraan.

Pembicaraan mereka sudah mengalir kearah politik saja, benar-benar pas mereka. Hahahah

***

08.00 WIB

JOR yang macet. Berjalan bak siput dan mulai merasakan panasnya Jakarta. Beda dengan hawa Bandung yang sejuk dan kuhirup 4 hari belakangan. Segar, adem dan tak berpolusi menurutku karena masih banyaknya pohon rimbun yang menaungi tumbuh di sekitarnya.

Mengiringi jalan siput ini, mas Abed pun sedikit membocorkan bahwa ia juga senang ngegunung. Woaaaahh… tentu saja obrolan ini membuatku melek mata. Cerita Gunung Slamet pun mengalir lancar. Ckckkckk…. tak jauh-jauh hobinya euy 🙂

***

Melipir ke arah tujuanku(dc pribadi)
Melipir ke arah tujuanku
(dc pribadi)

08.30 WIB

Pintu tol arah Ceger, Kampung Rambutan, Taman Mini, aku turun.

“Terima kasih Mas Abed, daaahh Om Harr, Ejie turun duluan yah….” pamitku. Kami pun berpisah. Karena tak bisa memotret kendaraannya lama-lama di marka jalan, maka aku hanya memotret bagian belakangnya saja. Untung kamera tak lemot seperti biasa kala aku membutuhkannya. Ihiihi… terima kasih juga kamerakuuuu 🙂

Sebelum pulang, aku mengisi perut dengan semangkuk soto mie yang kulihat dan lafar yang telah menggoda. perut. Ahaaaaa…

Baiklah saudara-saudara, perut saya nagih minta diisi nih. Yuk, mamam time! 😀 (jie)

***

Kendaraan hitching nancep Jakarta langsung(dc pribadi)
Kendaraan hitching nancep Jakarta langsung
(dc pribadi)
Mari makan :)(doc pribadi)
Mari makan 🙂
(doc pribadi)
Berhenti di marka jalan(doc pribadi)
Berhenti di marka jalan
(doc pribadi)
Arah keluar tl, berjalan kaki tak masalah. Dekat kok.(doc pribadi)
Arah keluar tol, berjalan kaki tak masalah. Dekat kok.
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

4 thoughts on “Catper Hitchhiker: Ford Ranger Teman Pulang Bandung Jakarta”

  1. Kerennnn, inspiring sangat… bikin ngiri nih, jadi pengen ikutan nebeng… bolehkah ?
    hohoho..
    perlu dicontoh ni pemirsahhhhh.. lumayan ongkosnya bisa buat sembako.. 😛

    1. ahahaa….
      sangat boleh kok. kan saya sedang menularkannya pada pemirsah sekalian di blog manapun yang mampir untuk baca tulisan acak kadut saya soal ini.

      ongkosnya pergunakan utk keinginan lainnya kakaaaa 😉
      bukan lumayan lagi, tp sangat okehhhh
      *hureeeyy! loncat2 😀

      1. wahhhh mangstab sekali kalau boleh mah..
        didukung 100% ku kami klu begitu
        ayo pemirsahhhhh kapan lagi coba..??
        traveling bersama teman-teman baru yang asyikkk + gratis pulaaa
        thumbs up deh !!!

      2. hayoookkk budayakan semangat berbagi sodarah2…
        mari travelling dengan ecogreentraveller yuukk…
        mengurangi emisi gas buang juga loh sodarah2..

        *ude kek kampanye euy iniiiihh 😀

        kemon yuk! aaahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s