Catper Hitchhiker: Yuk, Kebut Motor Kejar Bali

Before:
KRI Surabaya 591 in My Mind [Prolog]
Catper Hitchhiker: Pelantara II Temu Saka se-Indonesia
Catper Hitchhiker: Rasaku pada KRI Surabaya 591
Catper Hitchhiker: Pramuka, Mangrove, dan Donor Darah [Tegal]
Jurnal Hitchhiker: Keluarga Kecil Kucing Laut Berisik
Catper Hitchhiker: Yuk, Masuk Dapur KRI Surabaya 591
Jurnal Hitchhiker: Tepar di Hari Pertama Sandar Bali
Jurnal Hitchhiker: Jengukan Tak Terduga
Journal Hitchhiker: Ajie atau Ejie??
Journal Hitchhiker: Adegan Si Empuk Penyangga Perut
Pasangan Jiwa yang Hilang
Jurnal Hitchhiker: Another Story Bout Sugar of the Sea That I’ve Found #fill me in the blank
Jurnal Hitchhiker: Foto Untuk Komandan Joni [KRI Surabaya 591]
Jurnal Hitchhiker: Jalinan Dalam Kepangan Rambut
Catper Hitchhiker: Jempol Hitching Perdana di Benoa Bali
Jurnal Hitchhiker: Rupa Adik Angkat di G 29 dan G 31
Catper Hitchhiker: Krisna, Pusat Oleh-oleh Khas Bali [Jilid 1]
Catper Hitchhiker: Erlangga 2, Pusat Oleh-oleh Khas Bali [Jilid 2-Edisi Kapten Bambang]

Sate lilit empuk pemberian Dayu untukku yang tak suka nasi :D(doc Hikmah)
Sate lilit empuk pemberian Dayu untukku yang tak suka nasi 😀
(doc Hikmah)

Foto lengkap klik disini saja yaaaa… 🙂

Pukul 10.00 WITA

  • Singkirkan Pusing dan Mari Kebut

Dayu has coming. Fun Morning n still headache.

Demi memenuhi keinginan jalan bersama keluarga kucing
Demi memenuhi penasaran akan Bali
Demi cerita yang akan tercipta kala jalan bersama
Demi semua kebersamaan yang tak ingin kulewatkan setelah tepar

Aku menesampingkan sakit itu
Kulupakan bahwa sakit itu berpindah bak bola [impong yang lincah melompat riang
Kututup ingatan pada sakit yang menghampiri
Kudiamkan rasa itu
Sejenak menghilangkan pesan Pak Sadikin, agar aku beristirahat

Heheehee……

Dayu kembali menjenguk dan memenuhi janji untuk membawa kami jalan-jalan hari itu dengan membawa bekal sarapan pagi yang pastinya ada nasi! hufthhh~

Hmm…. Tapi Dayu menyisihkan sate lilit untukku. Biarpun hanya 1 tusuk per orang, yang penting niatnya donk…..
Makasih ya Dayu 😀

 ***

d ship motorcycle bikers(doc Hikmah/Kadeplog)
d ship motorcycle bikers
(doc Hikmah/Kadeplog)

Pukul 10.30 WITA

  • Sewa 4 Motor

Selesai sarapan, kami berbondong turun ke bawah. Diantar Dayu, kami ke tempat penyewaan motor yang mereka sewa tadi malam. Siiiiiipp, 4 motor sewaan plus motor milik Dayu.

Ihhh… sudah seperti bikers saja kami pagi itu. Lihat saja gaya kami di foto-foto itu, lihat pula cara kami membawanya. Sudah seperti pembalap kawakan saja. Hahahh… padahal kami ngebut itu karena terbentur waktu yang mepet (sebentar=kejepit=sedikit) loh. Kok bisa? Kan waktunya panjang.

Nooo….
Jam keberangkatan KRI Surabaya 591 yang membawa peserta Pelantara II (Temu Saka) ditentukan pukul 16.00 WITA. Maka untuk mengejar acara jalan-jalan kami, diputuskanlah untuk berjalan-jalan puyeng ngebut ala keluarga kucing dengan didampingi Kajevan dan Davis setelah mengingat kejadian di malam saat aku tak ikut bersama mereka (ceritanya belum kubuat karena belum dapat versi lengkap dari Kadiar, sang mekanik motor dadakan, hhe).

Waktu jalan-jalan ngebut ini, Dayu adalah guide kami selama disana. Idiihh… mbok Dayu memang pembalap sejati lho?? Gimana ngga? Setiap mulai naik motor dari satu tempat ke tempat lainnya, kami selalu terburu-buru mengejar Dayu kalau ngga mau ketinggalan. Doski ngebut pisan laaaahh ;p

Untung aku tak niat membawa motor mengingat kepala yang tak bersahabat. Alhasil kami berpartner dalam mengendarai kebut motor ini.

Gerbang Benoa Port(doc Zela, photo by me)
Gerbang Benoa Port
(doc Zela, photo by me)

 

Cek this one:

1.      Dayu the leader

2.      Kajevan-Zela

3.      Davis-Ejie

4.      Hikmah-Rika

5.      Arga-Cia

Jadilah pukul 10.50 WITA kami melewati gerbang “Wellcome To Bali” dan keluar dari Benoa Port. Langit terik Bali, sambut ceria kami yaaaaaaaaa……. (^_^)

***

(doc Zela photo by me0
(doc Zela photo by me0

Pukul 11.07 WITA

  • Central Budidaya Kepiting Bakau

Ini adalah tempat wisata pertama yang kami kunjungi. Tempat ini baru diresmikan lho. Dan kami adalah pengunjung pertama di lokasi tersebut. Tak bisa masuk, karena sedang ada upacara adat untuk meresmikannya.

(doc Zela photo by me)
(doc Zela photo by me)

Tak masalah kok tak bisa masuk. Kami cukup puas untuk memotretnya dari luar saja. Sebuah jembatan kayu yang panjang dengan perahu-perahu disisi kanan jembatan. Diujung sana ada sebuah bangunan diatas air yang digunakan sebagai tempat untuk berdoa saat upacara peresmian berlangsung.

Keceriaan kami di tengag terik matahari bali(doc Zela/Hikmah)
Keceriaan kami di tengag terik matahari bali
(doc Zela/Hikmah)

Kami sempat berfoto di jalan baru yang dibangun tepat di sebelah kanan Wisata Central Budidaya Kepiting Bakau. Mungkin akan dipergunakan sebagai tempat parkiran nantinya.

***

Di lokasi tersebut, banyak yang bisa dinikmati(doc Zela)
Di lokasi tersebut, banyak yang bisa dinikmati
(doc Zela)

Pukul 11.39 WITA

  • Nusa Dua Resorts
Foto cepat dadakan(doc Zela photo by Hikmah)
Foto cepat dadakan
(doc Zela photo by Hikmah)

Dari Wisata Central Budidaya Kepiting Bakau, kami lanjut jalan menuju Nusa Dua Resorts. Berkelliling mengitari kompleknya yang sangat luas dan bersih. Kami menuju Museum Pasifika. Kembali mengingat waktu yang sempit, kami hanya berfoto sebentar dan melanjutkan perjalanan ke Bali Nusa Dua Theater. Disini pun hanya sekadar berfoto tanpa bermaksud masuk ke dalamnya.

Sayang sebenarnya eksplore kami tidak benar-benar maksimal. Lain waktu mungkin kami bisa mengulangnya demi rasa penasaran yah? 🙂

Peta sebelum ke pantai di Nusa Dua, semapt Ejie foto(doc Zela)
Peta sebelum ke pantai di Nusa Dua, semapt Ejie foto
(doc Zela)

Di lokasi yang sama, kami menuju pantai di sana (lupa nih namanya apa yah? Plang nama ada di foto sun Arga deh. Belum copy, hhaha).

Ehh, sedikit ingat. Di pantai itu, agak ketengahnya, ada patung kodok deh. Tapi ya tetap saja, aku tak tahu nama pantainya. Huuhh… sebal ugkhh!

Selanjutnya menuju ke tugu patung Rama Shinta.

Ini adalah perjumpaan kami yang terakhir dengan Dayu. Sabtu, dimana mungkin untuk sebagian orang adalah weekend, namun tidak untuk Dayu. Ia harus masuk kerja meski lumayan telat karena harus bertemu kliennya di pukul 11. 00 WITA tadi. Dan sudah lewat 1 jam. Ckkcck… maafkan kami ya, Dayu…. >_<

***

Makan siang di Nusa Dua(doc pribadi)
Makan siang di Nusa Dua
(doc pribadi)

Pukul 12.15 WITA

  • Isi Perut

Letih bermain, kami mengisi perut di warung yang banyak terdapat disana. Mau minum, makan nasi, mie atau sekadar ngerujak dan minum air kelapa muda pun ada. Minuman dingin dan segar lainnya pun tersedia disana. Etapi jangan lupa bawa uang yang lebih ya? Karena lumayan mengorek isi dompetmu lho…

Coba deh liat cemilan ini:

  • 1 buah kelapa                                       : Rp 10.000,- (mamak!)
  • 1 mangkok mie rebus lengkap       : Rp 10.000,- (cengok, mie instan bo’!)
  • 1 piring rujak bali                               : Rp   6.000,- (standar)
  • 1 botol minuman                                : Rp 3.000,- sampai Rp 6.000,- (standar)

Nah, gimana tuh menurutmu? Ya sudahlah ya, itu semua kan terserah siapa yang mau saja.

***

  • Terpisah dan Mangrove yang Tutup

Waktu sudah menunjukkan pukul 14.15 WITA saat Zela, Cia, Hikmah dan aku menyadari terpisah dari rombongan. Sebelum berpisah dari Nusa Dua Resorts, kami sempat mengobrol akan ke tempat wisata selanjutnya di Kuta, Bali. Bertanya pada satpam yang menjaga di perempatan lampu merah jalan menuju Kuta. Setelah diperoleh rute, maka kami memutuskan untuk menyusul lainnya kesana.

Plang mangrove(doc Hikmah)
Plang mangrove
(doc Hikmah)

Sesaat kami sempat ragu jika gambling waktu dengan keberangkatan kapal yang sedikit lagi wajib lapor bagi yang berjalan-jalan. Melewati Wisata Hutan Mangrove, kami pun berbelok arah memasuki kawasan tersebut.

Sayang, begitu sampai di lokasi, ternyata wisata sedang ditutup. Mungkin sedang dibersihkan atau alas an apa tepatnya, tak sempat kutanyakan. Hueeeee… kami berputar arah jalan pulang dan mengambil foto di sekitarnya.

Yang menjadi catatanku:

1.      Banyaknya sampah yang ada di kawasan sekitar hutan mangrove. Sayang sekali jika ini merupakan Balai Pengelolaan Hutan Mangrove, tapi tidak dijaga kebersihannya. Hampir di sepanjang jalan, kulihat sampai yang menggenangi aliran air di hutan tersebut.

2.      Kurang terawatnya hutan mangrove tersebut, sehingga di tempat yang terlihat sekalipun tampak sampah yang berserakan.

Mangrove yang jauh dari khayalanku(doc Hikmah)
Mangrove yang jauh dari khayalanku
(doc Hikmah)

Aku pernah melihat foto tempat ini dan terus terang membuat penasaran karena hijau yang asri dan terawat saat melihat foto yang diposting oleh teman hitchhikerku. Tapi demi melihat keadaan yang sesungguhnya, jelas membuatku sedikit kecewa.

Kajevan dan Davis yang kembali bergabung bersama kami di mangrove(doc Hikmah)
Kajevan dan Davis yang kembali bergabung bersama kami di mangrove
(doc Hikmah)

 

Semoga saat kembali ke Bali, hutan mangrove yang membuatku penasaran, keadaan sudah berbalik bersih ya? Sayang kan kalau kondisinya kotor dan tidak terawat. 😀

Hei!

Saat kami mengira hanya tersisa kami berempat, ternyata Kajevan dan Davis menyusul kami ke hutan mangrove.

“Lho, kok tahu kalau kita ada disini?” tanyaku heran.

“Kan ingat tadi waktu baru keluar pelabuhan, tujuan pertama kesini dan bilang, pulangnya saja kita mampir,” jelas Kajevan.

Wuuiiihh…. Mantaplah ingatan Kajevan. Jempol buat ingatan kerennya. Hahaa….
*malu sama ingatanku yang sering tak tahu tempat. Selalu menghilang di saat diperlukan.

***

Pukul 15.13 WITA

  • Kejar Kapal

Sampai kembali di gerbang Benoa Port. Mengantarkan motor sewaan dan kami mendapatkan kendaraan hitching menuju ke sandar kapal.

Tetap ceria ya, padahal sdah keliling kemana-mana di Bali versi bikers ngebut dan pulang hitching. Ckckkc..(doc Hikmah)
Tetap ceria ya, padahal sdah keliling kemana-mana di Bali versi bikers ngebut dan pulang hitching. Ckckkc..
(doc Hikmah)

Yihaaaaa……

Target jalan-jalan yang tak terencana dan super ngebut tercapai. Foto-foto, makan, pantai, ceria, tertawa, semua dapat. Asiiiiiiikkk…..

Jalan-jalan seru dan pulang yang tak pegal kaki. Angkat JEMPOL ceria! 🙂

***

Terima kasih untuk:

  1. Dayu, our guide in Bali
  2. Kendaraan hitching yang mengantarkan 7 orang hingga ke pagar Pelabuhan Benoa, Bali —> Rp 0,- HOREEEEEE! 😉
  3. Makan siang —> Rp 0,- FREE… BAWA BEKAL ;P

 

***

Senang bersama :D(doc Zela/Hikmah)
Senang bersama 😀
(doc Zela/Hikmah)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s