Catatan Bintang: Ketidakpastian yang Kusuka

 

Mandalawangi, Saat Bahagia - Ungu feat Andien(doc Irwansyah)
Mandalawangi, Saat Bahagia – Ungu feat Andien
(doc Irwansyah)

 

Pangrango Jalur Cibodas
Mandalawangi Menanti Hadirmu

 

Kata sebuah kalimat, “Jangan mengharapkan sesuatu yang tak pasti dalam kehidupan.”

Tapi ini berbeda. Aku mengharapkannya, menginginkan yang tak pasti itu. Padahal aku tahu, ketakpastian itu semakin tampak di mataku. Diantara sekian banyak tak pasti, sekali waktu harapan itu ada, memberikan sinar bagiku, membuat tak hanya mataku saja yang berbinar, tetapi juga hatiku yang kadang tak bisa diprediksi seperti apa rasanya.

Seperti sms nya yang tiba-tiba masuk dalam hapeku beberapa minggu lalu, kala aku akan nanjak ke Slamet. Naaah, untuk yang ini, catatanku lengkap banget.

Sms tertanggal 28 Maret 2013, 17:23:47 WIB. Yeaayy!

“Plan kemana lagi, Jie?” sapaannya membuatku terlonjak kaget dan sekelumit senyum terhampar di pipi merahku. Kenapa? Karena saat itu aku merasakan panas di sekitaran telingaku menandakan ini jarang terjadi dalam hatiku.
*aihhh… maluuuuuuu 😀

“Aaaakkk… Mas tanya Ejie?? Kangen Ejie ngga boleh ketemu 😦 . Akan tetap mencari bintang saya dimanapun. Mau di laut, gunung, langit, udara dimana saja..” balasku.
*heheheee….. maaf yah, kalimatnya Ejie edit sedikit deh. Itu kan japri saya 😛

“Bukan ngga boleh, cuma waktunya memang lagi ngga pas 🙂 ,” lanjutnya.

“Hoo? Jadi ntar boleh kan kalau ngga sibuk? Kata bintang saya yang sabar hatinya, kudu sabar…. Saya tetap belajar kok, Mas.”

“Looh, ini pertanyaan belum dijawab, malah ngilang? Boleh saja. Posisi Ejie dimana?” tanyanya.

Hei, aku tuh mesem-mesem loh baca smsnya ini. Maklumlah, Aku sangat jarang memperoleh sms yang bikin hatiku meloncat-loncat bak nanjak melalui bebatuan seperti Merapi atau akar dan batang seperti di Pangrango jalur Cibodas itu. Wkkwkkkk….

“Saya akan menjawabnya saat saya bersama bintang. Saya akan menjawabnya saat ada waktu untuk saya. Saya akan menjawabnya saat bintang sudah ngga sibuk lagi. Saya akan menjawabnya saat bintang sayang saya,” klik. Delivered.
*huwooooww… saya kaget juga mengirimkan kalimat itu padanya 😉

“Kalau kamu ada disamping saya, kan saya ngga perlu nanya posisi kamu, Jie……. 🙂 ” katanya.
*jleb! Aaaakkk….. mari menari bersama bintang, senyum terkembang.

Ahahahaaa…. sudah ahh.. ntar pada ngiler pula. Mending biarin pada penasaran aja kan pemirsanya ya? 😛

***

“Kak Ejie, kenapa tokh? senyam-senyum sendiri aja sibuk di handphone begitu, ” Arga heran.

“Xixiiii… nda apa kok, Ga. Wes… lanjut nontonnya, ” kami kembali menatap layar bioskop.

GI Joe masih seru Ejieee…. seseru hatimu kah???
*senyum bahagia 😀

***

Tak jelas mengapa aku menyukai ketakpastian itu.

Yang aku sadari, ketakpastian itu adalah kebaikan hati.
Yang aku tahu, ketakpastian itu adalah kesabaran diri.
Yang aku pahami, ketakpastian itu adalah buku kalbu.
Yang aku inginkan, ketakpastian itu adalah kelembutan jiwa.
Yang aku harapkan, ketakpastian itu adalah kesederhanaan bathin.

Jika ketakpastian itu patut dinanti, salahkah?
Meski tak berbatas ruang dan waktu, meski menghabiskan seluruh sisa ruang dan waktu dalam hidupku, meski tak untukku, pantaskah???

Takkan ada lagi jiwa lain pengisi hati.
Mungkin bila ketakpastian itu memang tak berpihak padaku,
HANYA sekadar menantinya dalam gelap mataku
Mungkin bila ketakpastian itu memang tak bersahabat denganku,
HANYA sekadar menantinya dalam nanar ragaku
TAK APALAH….

Hanya kesabaran yang pantas menantinya. Dan aku akan tetap bersabar hingga izin-NYA tiba untukku 🙂 …

Aku akan meletakkannya sebagai semangat hidupku. Sebagai penerang lampion dalam hatiku, sebagai pencerah hariku, sebagai penceria wajahku agar selalu tersungging senyuman di lukis raut wajahku.

Meski bathin tak berperasa, meski jiwa kering dan meski raga hampa, penantian ini belum berakhir kan?

1 kenangan dimana cukup aku yang paham seperti apa bahagia sekali dalam hidup yang takkan ada sakit di dalamnya, bersama bintang yang kutahu sabar hatinya, sebelum rinjani tiba, dan sebelum layar terkembang di lautan lepas.

Aku yang menyayangi bintang itu, terima kasih dan maafkan….

Salah yang kusesali…… maafkan kembali T_T

~ ehh, kini aku tersenyum, BINTANG…… untukmu disana 🙂 (jie) ~

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s