Menjaga Pink dalam Sakit

Bintang memberikan warna padanya (doc pribadi)
Bintang memberikan warna padanya
(doc pribadi)
Allah itu memberikanku waktu beristirahat di minggu ini agar menjaga 1 warna hati lain yang sakit.
Sementara si penjaga tersebut pun sedang dalam kondisi tak prima, sakit pula.
Sesama orang sakit, okeeeee……
***

Sabtu
13 April 2013

Panas yang tinggi, tak kunjung turun memaksaku sedikit begadang mata dalam hal ini. Lama tak berada pada posisi seperti ini, membuatku sedikit pusing. Atau mungkin juga karena kondisiku yang sedang tak bersahabat. Membuatku tertidur sesekali dan terkejut terbangun saat badannya yang terasa panas dalam elusanku.

“Allah, jaga dan sehatkan ia,” pintaku dalam hati.

Miris juga saat melihatnya merengek kangen begitu sakit. Aku yang tak berdaya melakukan apapun jika dalam keadaan begini, hanya bisa menemaninya minum obat, menyuapinya makan, mengompres keningnya kalau demam dan menjadi temannya saat ia mencari tanganku untuk mengelus ketika tidur.

Malam yang panjang dan aku kerap terkaget-kaget mendengar igauannya disaat demam tinggi. Tak biasanya begini. Segera kuganti kompresnya dan kuperas kembali kain kompresan kepalanya.

“Pink yang gembul, maafkan saya…..” lirih aku berucap mencium lengan padatnya.

Ya, sahabatku yang 9 tahun ini selalu berada di dekatku.

Aku lebih senang melihatnya gagah bermain sepeda kemana-mana dengan teman laki-lakinya yang terbilang banyak dibandingkan teman perempuannya. Sama sepertiku, tomboy-feminin-maskulin.

Aku lebih suka melihatnya bercerita ceria ketika ia sepulang bermain sepak bola bersama teman-temannya. Bagaimana ia menahan serangan lawan sebagai keeper. Sama sepertiku, bertahan dari hantaman psikis selama bertahun-tahun.

Aku lebih pilih melihatnya lincah menari bersama teman-teman sekolahnya dengan riang saat latihan mengikuti lomba atau acara perpisahan. Sama sepertiku, senang menari dan juara kalau kompetisi tari.

Aku lebih bahagia melihatnya yang rajin jika dimintai tolong oleh siapapun, gesit dalam bergerak kemana pun tanpa pamrih. Mungkin ini juga sama sepertiku kah? Hanya orang yang bisa menilainya.

Namun jika melihatnya sakit seperti sekarang, aku hanya bisa meminta pada-NYA, “Sembuhkan ia dan berikan kebahagiaan padanya, Allah.. Jangan biarkan ia selalu menyimpan sedih pada hatinya jika melihatku tersakiti. Aku ingin ia yang bahagia dan pantas untuknya. Amin YRA.”

*maafkan saya pink……

***

Hatinya itu, entah terbuat dari apa.

Ia bisa menyembunyikan kesakitannya dariku.
Ia bisa menjaga rasanya dariku.
Ia bisa mennyimpan setitik sedihnya dariku.

Kadang aku tak bisa untuk berkata apapun jika menatapnya, hanya diam. Mungkin lebih baik membungkam semuanya dalam bathinku jika tak ingin ada lelehan air mata di pipi. Tak tahu apakah baik untuk kami?

Terkadang aku menemukan selipan-selipan curhatannya di balik lembaran buku yang tiba-tiba sering kutemukan saat merapikan sesuatu. Ia akan menuliskannya dimanapun dan melupakannya untuk kemudian tertawa kembali menyambut hari.

Ia yang hatinya ikut terkoyak saat kejadian itu, mulai bisa mengerti bahkan terlalu sangat mengerti akanku sehingga terkadang ia menyimpan sedih hanya untuk hatinya. Tapi jika hanya berdua, aku bisa berbicara padanya melalui gurauan, dan aku menangkapnya. Terkadang jika hati itu sama, tak perlu bicara, tapi aku bisa merasakan seperti apa ia.

Kesekian kalinya, maafkan aku, pink….. 😦

***

Senin
15 April 2013

Status pagi ini adalah GEJALA TYFUS (nulisnya gimana ya? ngga tahu saya 😀 )

Kata Bu Dokter:

  1. Sama-sama lidahnya pahit
  2. Bedanya :
    Si penjaga —> lemes, meriang, badan dingin, eneg, diare. Tensi 90 doangan.
    Mpink ——–> demam tinggi, pusing, batuk, tapi tetap semangat, siang malam panas, tapi malam tepar.
    Malam ini mau berobat ke om yang dokter.

***

NOTES:

  1. Untuk bintang,  terima kasih do’a nya dan memberikan pink padanya. Maafkan untuk tulisan ini. Tak ada sebelumnya.
  2. Untuk anak & adik gunung, terima kasih do’a nya dan tetap “menganggapku ada” juga berteman denganku.

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s