Jurnal Hitchhiker: Perintah Hati?

Langitku (doc pribadi)
Langitku
(doc pribadi)

KRI Surabaya 591
Pelabuhan Benoa, Bali, Sandar
23 Februari 2013

“Helly deck ya, Jie… pagi ini,” sebuah pesan mampir dalam wasapku.

Hoo?? Ini perintah? Siapa ya?

***

Langit, laut, gunung = sukaaaaaa (doc Hikmah photo by me)
Langit, laut, gunung = sukaaaaaa
(doc Hikmah photo by me)

Aku yang sudah rapi sedari pagi. Sudah berjalan-jalan kemana pun tiap pagi di kapal itu karena memang setelah shubuh, mataku tak pernah bisa terkatup. Kalau tak menulis untuk PR blog ku, pasti aku selalu menelusuri lorong-lorong kapal. Jika tak juga, aku pasti sudah nangkring di anjungan atas untuk berburu langit pagi dan menunggu sapaan sunrise yang keluar dengan sinar cantiknya dan menghirup udara segar lautan yang aku suka. Hahh…. Sungguh pagi yang selalu kunanti 😀 .

Demikian pula saat ini. Aku sudah berjalan-jalan dari setiap sisi kapal yang kusuka. Mengambil gambar di anjungan, bermain di car deck, melirik dapur dan jangan coba masuk di kala ramai karena nasi akan tampak menggunung disana! Hahaaaahaha…..

Helly deck! Aku sudah disini juga untuk mengambil gambar persiapan peserta Pelantara II yang akan berkunjung ke Pemerintah Daerah, tepatnya bertemu dengan Gubernur. Sayang, aku tak bisa ikut serta disana untuk menulis. Tapi tak apa. Cukup senang dengan segala sudut apapun yang bisa kutulis atau sekadar memotret untuk blogku.

Ohh… aku ingat! Ini kejadian saat kapal bersandar di Pelabuhan Benoa, Bali untuk debarkasi peserta. Dan sebelumnya, seluruh peserta akan bertatapmuka dan mungkin mendapatkan sedikit wejangan dan nasihat dari Gubernur Bali.

Iya, iya…. Baju kaus putih, celana kurus dan sneakers hitamku serta kupluk hijau ala gunung adalah setelanku pagi itu. Yapp, ingat! Hha…

Duduk bercerita dengan Komandan Joni, KRI Surabaya 591 di lapangan basket helly deck yang tetap menanyakan teman-teman yang tak kelihatan batang hidungnya.

“Mana mereka, Jie? Masih pada busuk mata ya teman-temanmu, Ejie?”

“Iya, Komandan…. Seperti biasa.”

Kami tertawa dan mengalir cerita tentang kegiatan pagi hari itu.

Sedang asik bercerita, tiba-tiba ia datang tetap dengan gaya laporan tugasnya itu.

“Siap, ndan!”

Blaaaaa….. blaa.. blaaa…
Aku tak tahu arti laporannya yang menggunakan bahasa laut. Tertunduk, hanya itu yang kulakukan. Aku tak berani untuk mendengar lebih lanjut laporan-laporan itu, beringsut beranjak pergi untuk mengambil foto awan, langit yang sedang apik juga kegiatan di darat dimana para peserta tengah menunggu kendaraannya. Beragam pakaian daerah yang dikenakan. Mungkin untuk menampilkan kebudayaan pada saat hiburan di Pemda nanti. Sebagian tetap dengan pakaian lengkap Pramuka nya.

10 menit kemudian, aku mendengar sebuah suara diantara riuhnya kegiatan pagi itu.

“Ejieeee….. Ejieeeeeee…. Hadeuuhh, kamu itu kalau sudah ngambil foto dan nulis, susah manggilnya ya?”

Aku nyengir. Senyum saja tanpa tahu harus ngapain.

Ayok temenin ke anjungan!” perintah lagi???? Ckckkkk….

“Katanya disuruh ke helly deck. Ini kan sudah?” sahutku heran.

“Lha, kan sudah fotonya. Urusan saya disini juga sudah beres. Sekarang ke anjungan,” ajaknya.

“Baiklah….”

Okeeee…… skip lorong deck G yang ramai, ehh…. Lupa saya ramai ngga ya? Pastinya masih ramai dengan jam waktunya sarapan pagi itu saat kami melewati lounge room ABK.

***

Teman Pramuka di Pelantara II yang bersiap menuju ke acara di Gubernur-an (doc Hikmah photo by me)
Teman Pramuka di Pelantara II yang bersiap menuju ke acara di Gubernur-an
(doc Hikmah photo by me)

Anjungan!

Dia yang tengah sibuk dengan pekerjaannya mengecek segala sesuatunya, aku menyelinap keluar anjungan kembali mencari sudut-sudut cantik langit di Pelabuhan Benoa ini. Cekrek! Dapat beberapa gambar langit dan truk, kendaraan yang akan mengangkut peserta Pelantara II.

“Ejieeeeeeeee……… ampun deh ngilang terus kamu itu ya?” wajahnya bersungut-sungut lucu.

“Lha, kenapa? Salah lagi Ejie ya?!???” waaakakaaka…. harus gimana aku ini. Bingung 😛

“Bukan, kamu itu lho, bikin aku bingung. Nanti kamu sendirian, aku bingung,” ujarnya masih dengan wajah yang aku geli ngelihatnya.

Kasihan dia, sibuk tapi kenapa mesti bingung dengan aku ya? Aku pun bingung kalau harus menemani orang bekerja. Aku bisa mengisi kesendirianku dengan apapun. Buku ada, kamera ada, hape standby. Kalau bosan, tinggal pilih satu diantaranya saja kan? Atau aku tinggal balik ke lorong kabinku dan mencari teman-teman yang hobi busukin mata. Hahaaaa

O-ow…..
Dari anjungan, dia mengajakku turun. Kemana? Aku lupa….. 😀

Hmmm…. Skip lagi lah kalau begitu.

Terus terang ya…. Setelah ini aku lupa apa yang terjadi. Dia kemana, aku kemana. Yang aku ingat, aku sudah berada di bawah, di luar kapal dan kembali sibuk memotret sana-sini dan bercerita dengan awak kapal yang ngaso di darat. Hheheee…..

*maafkan saya ya? 🙂 (jie)

***

Pengen banget foto disini. Makasih kadores yang sudah fotoin saya :) (doc Hikmah)
Pengen banget foto disini. Makasih kadores yang sudah fotoin saya 🙂
(doc Hikmah)
Take picture of the places i like (doc Hikmah photo by me)
Take picture of the places i like
(doc Hikmah photo by me)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s