Punggung yang Kurindu

Si kukuh (doc pribadi)
Si kukuh
(doc pribadi)

Kembali melihat punggunganmu. Suka, tak tahu sebabnya. Dibalik punggunganmu, tersimpan sesuatu yang hangat dan bersahabat, menyimpan rasa aman.

Punggung kukuh itu, terlalu baik untukku. Ingin berlari ke arahnya berceloteh banyak tentang semua hal, tentang segala sesuatu, tentang tak pernah bertemunya aku pada dirinya, tentang kesibukannya, tentang melarungi lautku mencarinya kemana-mana, tentang kerinduan. Tapi tidak, aku hanya berani menatapnya dari belakang. Dari punggungan kukuhnya. Merindukannya dari dudukan yang kutempati.

Punggungan kukuh itu, yang selalu sabar menyimak tulisan panjangku yang hanya bisa kulayangkan di PM saja tanpa bisa bertemu. Hanya bisa sesekali dijawab olehnya karena kesibukannya. PM yang terkadang aku bercerita penuh tapi tak ada sedikitpun kalimat darinya. Hha… kesendirian yang menjadi ciriku, sudah biasa.

Punggung kukuh itu, yang selalu ada entah bagi jiwa terdalamku yang membutuhkannya. Merasa kehadirannya dalam setiap perjalananku, menemani kesendirianku dimanapun.

Kini punggung kukuh yang kurindu, ada di depanku. Tepat dimana mataku mengarah, berisi keharuan dan penuh kangen!

Tapi aku hanya tersenyum kecut. Tak ada yang bisa kulakukan padanya karena sejak semula, aku merasakan punggung kukuh itu menjarak. Seperti tak boleh berada di sekitarnya. Menolak saya! Hhhhh…. Sedih hanya cukup disimpan saja πŸ™‚

Umm…….
Kalau saja ia paham akan aku yang sangat ingin meloncat berada pada kukuhnya tanpa peduli sekitar seperti saat itu.
Kalau saja ia tak mengapa dengan kangennya aku padanya.
Kalau saja ia memperbolehkanku melompat riang pada punggungannya yang kukuh itu, akan kulakukan!

Tetapi sesaat langkahku tertahan, seakan sebuah isyarat darinya yang tertangkap oleh ruang bawah sadarku, memaksaku hanya untuk duduk dan menggamit-gamit ujung celananya itu. Takkan kulepaskan kalau saja tak kuangkat kepalaku dan melihat senyumnya yang sangat, sekali lagi, aku merindunya!

Iya, senyum itu….

Senyum yang sudah berbulan-bulan tak pernah ada di hadapanku. Senyum ketenangan untuk diriku. Senyum yang membuatku ingin terus melihat kesabarannya. Aaaaaaaakkk…… tambah muram! *_*

Ya, mau bagaimana lagi?

Walau tak mengatakan secara gamblang, cukup dari caranya saja, aku mengerti hingga bisa merasakan hatiku yang berpacu meloncat kesana-kemari berteriak seru akan dirinya. Tak mengajak dan membiarkanku sendiri. Hatiku tertawa garing. Cuma bisa bilang, terima kasih…. 😦

Adakah ini saatnya, Allah?

Hanya tersenyum sedih dalam kesendirian hatiku yang takkan pernah beruntung πŸ˜₯ (jie)

***

#untuknya yang menjarak, terima kasih 😦

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s