Catper Hitchhiker: HHI Fams Find a Clue to Situgunung

(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)
Sebelum mulai menulis, Ejie minta maaf yah?
Karena seluruh catatan hitching Ejie ke Situgunung ini hilang saat kendaraan terakhir kami peroleh.
Itu adalah di Cisaat, ketika aku hendak turun dan minta tolong Erick untuk pegangi catatanku.
Jadi, semua nama pengendara aku tak ingat.
Tapi foto-foto lengkap di Erick, Elni dan saya.
Maafkan saya bapak-bapak yang sudah bersedia mengangkut kami… 😀
***

END YEAR HITCHHIKING (Find a Clue)
KERJASAMA HITCHHIKER INDONESIA DAN INDONESIAN TRAVEL

*terima kasih Indtravel 😉

***

Pukul 01.15 WIB

Tim terdiri dari:

  1. Erick
  2. Elni
  3. Ejie

Masing-masing team mulai berpencar setelah kumpul di Arion, Rawamangun, tim arisan goncangan, wejangan dan mendapatkan sejumlah clue agar sampai ke tujuan. Sepertinya hanya tim kami saja yang tak memikirkan foto tim. Tak mengapa karena otakku hanya berpikir, rutenya kemana dan cari kendaraan!

Hoplaaaa…..
Kendaraan hitching pertama kami. Truk air minum Oasis yang bersedia mengangkut kami sampai ke perempatan lampu merah apa ya? Aku lupa. Hehehee

Hitching kendaraan 1 (doc pribadi)
Hitching kendaraan 1
(doc pribadi)

Ehh, ada yang salah kaprah mengenai arah pintu tol. Ejie si amnesia versus Erick yang hafal jalan. Beneran ketok deh harusnya si ejie itu, Rick……. Jelas-jelas dia buta peta, malah ngikutin. Alhasil tol yang disangka Ejie adalah Tol Cempaka Putih (sok tahu 😛 ) tapi menurut Erick bukan, karena itu adalah Tol ke Tanjung Priuk, jadi jalan kaki adalah jawaban yang tepat.
*wkwkkkk… makanya Rick, jangan mau dengarin si buta peta 😀

Lumayan juga ternyata jalan kaki. Di belakang kami tim  Bayo sudah mendapatkan kendaraannya. Setelah sampai di traffic light, jurus jitu ketuk jendela kujalankan. Hehehee.. daripada kelamaan menunggu, jadi saya jemput bola saja. Aku tak masalah jika ada yang keberatan dengan caraku ini. Sewaktu melihat tayangan ulang Metrotv yang meliput Jakarta Hitching Race pun, beberapa melakukan hal serupa. Tak merugikan orang lain, apa salahnya?

Hitching kendaraan kedua (doc pribadi)
Hitching kendaraan kedua
(doc pribadi)

Di ketukan ke 4, aku berhasil. Sebuah mobil box Koran, bersedia mengangkut kami hingga ke Tol Cempaka Putih.

Pada kendaraan kedua ini, seumur-umur pengalamanku hitching, belum pernah diperlihatkan dan diperbolehkan foto BPKB nya secara langsung.

BPKP dan Stnk kendaraan yang ditunjukkan pengemudi kepada kami. (doc pribadi)
BPKP dan Stnk kendaraan yang ditunjukkan pengemudi kepada kami.
(doc pribadi)

Terima kasih ya pak, sudah mau bersempit-sempit dengan ketiga makhluk penyelinap kendaraan ini… hha

***

  • Tol Cempaka Putih, Idola Hitchhiker

Olala…
Ramai kali. Hampir kesemua tim antri di tol ini. Kelihatannya hanya Tim Wawan dan partner nya Donna yang tak mengambil jalur ramai ini. Sudah bisa dipastikan, karena menumpuknya tol ini dan kemungkinan mereka ambil jalur lain agar cepat sampai.

Lama menunggu membuatku lapar. Untung sudah beli makan malam tadi dan Erick memberikanku kesempatan untuk melahap spaghetti yang sudah dingin itu. Makan malam apa itu? Mosok dinihari??? T_T

Tol Cempaka Putih yang dipenuhi semua tim kecuali tom Wawan-Donna (doc pribadi)
Tol Cempaka Putih yang dipenuhi semua tim kecuali tim Wawan-Donna
(doc pribadi)

***

Hmmm…. Tinggal 3 tim. Saat tim kami bergeser mendekati terangnya lampu plang pintu tol, tim Titin sudah melambaikan tangannya mengucapkan salam, “Sampai jumpa, Kakak-kakak…”

Hoo? Berarti tinggal 2 tim disini. Beberapa menit kemudian, sebuah kendaraan avanza berhenti di depanku. Kutanyakan arah tujuan. Antara iya dan dan tidak. Ragu, pengendara akhirnya mengucapkan maaf dan aku pun menyatakan terima kasih.

Security pintu tol Cempaka Putih, Pak Yohanes (doc pribadi)
Security pintu tol Cempaka Putih, Pak Yohanes
(doc pribadi)

10 menit berlalu.

Seorang security pintu tol yang akhirnya kutahu namanya Pak Yohanes, menghampiri.

“Dik, 1,2,3 yang tadi berbicara pada bapak di avanza merah marun, silahkan masuk. Mobil tadi ada di dalam melewati pos pintu tol, ya, Dik? Boleh ikut katanya,” Pak Yohanes menjelaskan.

Penasaranku menggelitik untuk bertanya, “Kenapa bisa, Pak? Padahal tadi menolak kami setelah ngobrol. Apakah bapaknya tadi bertanya pada petugas pintu tol, ya?”

“Iya, Kami bilang bahwa komunitas adik memang sering mengadakan kegiatan menumpang seperti ini. Makanya bapak itu memanggil adik dan teman-teman,” ujarnya.

“Ohh… baiklah. Terima kasih ya, Pak,” ucapku sembari berjalan ke arah avanza tadi.

***

Hitching tol Cempaka Putih-Gadog (doc pribadi)
Hitching tol Cempaka Putih-Gadog
(doc pribadi)
  • Cerita Kendaraan Ketiga

“Saya punya pengalaman buruk, mba, mas soal menumppang ini. Maafkan soal tadi, “ katanya.

Diceritakannya ia pernah niat bantuin orang dengan mengajaknya naik ke kendaraannya tujuan Bandung-Jakarta. 1 keluarga terdiri dari bapak, ibu dan 3 anak.

“Saya kasihan, makanya diajakin. Sekalian saya ada teman teman selama di perjalanan. Tetapi begitu di jalan tol, pinggang kiri saya sudah diselipin pisau, saya kaget. Saya berusaha tenang sambil terus mencari tempat aman buat berhentiin mobil. “

Begitu ada kesempatan, ia kebut mobilnya ke arah badan jalan.

“Dipikiran saya, mau ambil mobil mah silahkan saja, rezeki sudah ada yang mengatur kan, mba? Saya percaya itu. Niat saya pun jika mobil berhenti, saya akan lari. Nah, begitu mobil berhenti, cepat saya meloncat keluar dan lari. Ternyata mereka pun lari karena takut melihat saya memberhentikan di tempat yang lumayan ramai. Saya segera kembali ke mobil dan tancap gas. Begitu mba, mas… makanya saya tadi agak ragu begitu mba bilang mau menumpang. Tapi saya tanya-tanya juga sama petugas tol dan mendapatkan penjelasan,” ungkapnya.

Hmm…. Kejahatan di jalan raya bagi pengemudi yang berniat baik masih ada dan membahayakan bagi siapa pun. Mungkin minus pula bagi kami, para hitchhiker yang memang bertujuan baik ingin murni menumpang. Allah itu adil kok, akan memberikan pada siapapun yang berniat baik 🙂 .

“Saya mau saran mba, mas. Kalau memang ada komunitasnya, tolong dibuatkan saja pengenal per masing-masing individu yang tergabung di dalam komunitasnya. Bentuknya seperti apa, itu kan terserah bagaimana mba dan teman-teman saja. Jadi untuk orang-orang yang benar-benar mau berbagi pun tidak akan ragu menolong teman-teman yang sedang berkegiatan seperti ini (menumpang, red). Nanti disampaikan ya mas, mba?” ide si bapak yang sudah nempel di otakku.

Saran yang baik. Pengenal bagi anggota Hitchhiker Indonesia. Bisa jadi 1 kemudahan pula bagi kami yang tetap ingin berpetualang dengan cara hitchhiking.
*ayo teman-teman…. sambut saran bapak ini yah? 😉

“Terima kasih tumpangannya pada kami, bapak. Semoga kebaikan selalu menyertai bapak saat berada di kendaraan,” aku mengucapkan salam perpisahan kala ia menurunkan kami di clue pertama, misi yang harus kami selesaikan untuk ke tujuan.

***

Cari clue disana :D (doc Erick)
Cari clue disana 😀
(doc Erick)
  • Gadog Clue 1

Hurey!
Sebungkah rasa lega mampir di hatiku, karena setidaknya aku masih mengingat tempat ini. Meski agak ragu dengan persimpangan yang ada di depan, harus mengarah ke jalan yang sebelah mana? Aku tak tahu!! Maklum, aku selalu lupa tempat walaupun sudah pernah ke tempat yang sama sebelumnya. Ahahaaaa…..
*lirik Erick yang biasanya hafal jalan. Okee, yakin!

Begitu melihat mini market, ada pos dan rumah makan, ingatanku mengatakan bahwa ini adalah tempat yang benar.

Find the first clue!
Asiiiikkk… tapi kami harus ngapain ya? Oiya, kan harus menghubungi si pemegang clue,  Wawan.

Sembari menunggu balasan SMS atas laporan bahwa kami sudah di lokasi clue, Elni yang kelaparan membeli mie, minuman dan obat karena flu nya yang dating karena kurang tidur 2 hari sebelumnya. Erick dan aku pun berburu roti. Lapar kakaaaaaaaakk…….. 😛

Sebuah pesan masuk dalam hapeku.

“Sebutkan nomor pajak mini market tersebut,” setidaknya begitu isinya. Lupa aku, hha…

“Erick, struk belanja tadi mana? Nomor pajaknya, sebutin,” cemprengnya keluar. Maluuuuuuu 😀

Setelah menyelesaikan pertanyaan dan mendapatkan clue kearah selanjutnya, serta perut yang sudah kenyang, kami melanjutkan perjalanan bersiap dengan kertas tujuan, JEMPOL dan Elni yang bertugas dalam penyampaian laporan posisi dan share twitter serta facebook.

***

Mennggu di sisi jalan yang mengarah ke persimpangan Ciawi (doc Erick)
Mennggu di sisi jalan yang mengarah ke persimpangan Ciawi
(doc Erick)
  • Sedan Mencurigakan

Sebuah sedan yang sudah melaju, tiba-tiba bergerak mundur dan berbicara denganku.

Semula agak seram melihatnya karena tercium sedikit bau minuman dari pembicaraan tersebut. Penilaian kedua, orang yang berbicara tinggi besar dan agak menciut untuk nyaliku karena secara tak sengaja, melihat sesuatu yang tersembul dari balik jaketnya saat ia bergerak.

Alam sadarku mengingatkan, namun merasa mereka bukanlah orang yang berbahaya, tetap saja menciutkan aku.

Melirik Erick yang jauh disana dan segera menghampiriku, mengerti maksud lirikanku dan membantu berbicara dengan si bapak.

Akhirnya, tim kami naik sedan tersebut menuju Ciawi yang perjalanannya mungkin tak sampai 20 menit. Baru ngobrol sebentar ehhhh…. Sudah sampai.

2 orang bapak tersebut menasehati agar kami berhati-hati karena jalanan terbilang sepi dinihari itu.

***

Sedan beceng. berfoto disini diperbolehkan sama bapaknya kok, yang penting ngga kelihatan wajahnya saja :D (doc Erick)
Sedan beceng. berfoto disini diperbolehkan sama bapaknya kok, yang penting ngga kelihatan wajahnya saja 😀
(doc Erick)
  • Obrolan Selepas Sedan

Elni: “Bau minuman dan kakiku menginjak botol yang aku tahu itu minuman, Jie.”

Ejie: “Eitu, Ejie kaget waktu dia ngeluarin senjatanya Karick….. “

Erick: “Dari awal sudah duga. Agak beda. Kaget ya Ejie sama beceng? Lagian mau foto sih Ejie.”

Ejie: “Kan buat dokumentasi, Karick. Hehee… untungnya mereka baik ya?”

Kami tertawa saja mengingat kejadian shock yang baru terjadi. Kendaraan itu ternyata polisi yang sedang bertugas dalam penyamaran. Memang terkesan preman, tapi baik. Dan memberikan pesan kepada kami.

Terima kasih kembali untuk kedua bapak intel yang kami tak tahu namanya karena memang RAHASIA. Selamat bertugas, pak…. 😀

***

PR clue ATM yang sempat buat bingung dan ngantuk :( (doc pribadi)
PR clue ATM yang sempat buat bingung dan ngantuk 😦
(doc pribadi)
  • Ciawi Next Clue

Mini market di Ciawi adalah tujuan selanjutnya, dan tutup! Bagus sekali. Apa yang harus kami lakukan?

“Carilah ATM yang ada di mini market tersebut,” perintah di SMS itu membingungkanku. Erick yang letih dan Elni yang ngantuk.

Saat bingung, tim Sean yang berpartner dengan Purin muncul. Selesai menyelesaikan tugas, mereka langsung mencari kendaraan selanjutnya. Di penasaran akhir, aku menjawab dan mendapatkan clue selanjutnya untuk melanjutan perjalanan. Hanya selang 2 kendaraan di depan kami adalah tim Sean.

Bapak pengemudi kendaraan galon aqua dan asistennya (doc pribadi)
Bapak pengemudi kendaraan galon aqua dan asistennya
(doc pribadi)

Kendaraan hitching tersebut adalah sebuah truk pengangkut galon air minum Aqua (Maaf, Ejie lupa namanya dan ngga punya catatannya 😀 ) berisi penegndara dan asistennya, membawa kami hingga ke tempat akhir pemberhentian air galon tersebut. Lumayan bersempit-sempit kami duduk disana. Hha… Hei, sampai di tujuan kitaaaaa…. mari turun, teman-teman 8)

Ini dia foto kendaraan galon aqua ala Erick berjudul "Mabok Galon" dan memenangkan hadiah Power Bank buat Erick :) (doc Erick)
Ini dia foto kendaraan galon aqua ala Erick berjudul “Mabok Galon” dan memenangkan hadiah Power Bank buat Erick 🙂
(doc Erick)

Baru menyeberangi jalan, keberuntungan kembali berpihak pada kami. Tak sampai 5 menit, aku berdiri, sebuah kendaraan sudah berhenti melihat jempolanku. Otomatis Erick dan Elni yang belum menyeberang tergopoh-gopoh naik.

Seingatku ini adalah kendaraan truk yang sama mengangkut kami di awal. Catatan foto ada di Elni yang hingga kini tak tahu dimana upload-an fotonya ^_^ .

Kami turun 1 jam kemudian dan berganti dengan kendaraan truk yang mengangkut papan tripleks. Aku memang tidak bermaksud duduk di depan, karena ingin menikmati pemandangan pagi yang segar dan indah buat mataku.
*kendaraan terakhir pun hanya ada di kamera Elni. Sayang belum diupload….. 🙂

Yapp, kami duduk di paling belakang truk terbuka ini. Untung saja, tumpukan papan triplek itu lumayan tinggi sehingga menutupi kami dari dinginnya udara Puncak dan Elni yang mulai semakin merah hidungnya karena tetap begadang dengan kami. Maafkan aku, Elni…. Resiko hitching ya begini deh. Hhehheeeee…. Aku juga menyaksikan Erick yang terkantuk-kantuk di ujung sisi kanan sebelah Elni. Ummm… teman-teman yang menyenangkan dalam sebuah perjalanan.

Ahh… banyak penyegaran mata di pagi hari. Pegunungan yang diselimuti awan putih, sunrise yang indah, pepohonan dan menrefresh otakku yang banyak lupa agar tidak kebablasan jalan menuju Cisaat, persinggahan akhir dari lomba hitching kami ini.

Iya, hitchihng ini adalah lomba mencari clue menuju pos terakhir untuk bersama menuju villa yang sudah ditentukan. Hitchhiker kali ini bekerjasama dengan Indonesian Travel, dimana 2 orang personilnya turut serta sebagai peserta dan belum pernah merasakan hitching sebelumnya. Mereka pun tak tahu titik akhir ini dimana. Hahaa…. Sungguh petualangan yang seru yah bersama Hitchhiker Indonesia 😀

***

polsek Cisaat adalah meeting point terakhir kami sebelum akhirnya menuju villa Situgunung. (doc Erick)
polsek Cisaat adalah meeting point terakhir kami sebelum akhirnya menuju villa Situgunung.
(doc Erick)
  • Cisaat End of The Hitchhike

Welldone, guys…. Ini adalah pos akhir lomba, Kantor Polisi Cisaat.

Saatnya menunggu teman-teman lain datang. Kami menggunakan waktu yang ada dengan bersih-bersih muka, sarapan pagi dan menyelamatkan nyawa hape kami untuk tetap mengontak teman-teman yang belum bergabung di pos akhir.

***

Sebagian keluarga HHI yang berpartisipasi dalam End Year Hitchhiking. Saat membicarakan jalan untuk keesokan harinya sambil memasak makan malam. (doc pribadi)
Sebagian keluarga HHI yang berpartisipasi dalam End Year Hitchhiking.
Saat membicarakan jalan untuk keesokan harinya sambil memasak makan malam.
(doc pribadi)
  • HHI, Keluargaku

Tetap berkoordinasi dengan teman-teman yang belum sampai di meeting point akhir adalah komitmen kami untuk tahu posisi satu sama lain. Jika di akhir waktu yang ditentukan mereka tidak bias mencapai garis akhir, ada batas toleransi yang kami berikan pada mereka. Boleh naik kendaraan berbayar dan berkumpul di tempat yang sudah ditentukan.

Okeee…
Lomba boleh, bersaing sehat tak dilarang, hitching pun boleh. Tetapi, koordinasi sesama hitchhiker adalah wajib bagi kami. Kepedulian untuk tetap bersama dalam 1 keluarga pun penting bagi kami yang tergabung dalam Hitchhiker Indonesia. Mengedepankan persaudaraan tepatnya, dan aku merindukan kalian semua, teman-teman…. 😀

Tulisan ini Ejie buat tetap untuk 1 tahunnya Hitchhiker Indonesia yang sudah membawa kami kemanapun dan selalu kebersamaan dalam keceriaan aku peroleh.

Terima kasih untuk semua tim yang tercipta di Hitchhiker Indonesia selama setahun ini.

Terima kasih buat kebersamaan kita setahun ini.

Takkan pandang baru atau lama, untukku ini adalah sebuah keluarga yang mengajarkan kebersamaan dalam keluarga kecil, sebuah tim.

Terima kasih dan sayang kalian….. 😉 (jie)

***

Danau Situgunung, wisata pertama yang menjadi bagian dari perjalanan hithing kami kesana. Senangnyaaaaa ^_^ (doc Titin)
Danau Situgunung, wisata pertama yang menjadi bagian dari perjalanan hithing kami kesana. Senangnyaaaaa ^_^
(doc Titin)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s