Catper Hitchhiker: Senja diujung Bukit Senggigi [Mataram]

 

LCVP yang mengantarkan ke Labuan Haji (doc Hikmah)
LCVP yang mengantarkan ke Labuan Haji
(doc Hikmah)

Labuan Haji, Lombok Timur
Monday, Feb 18th, 2013

  • Menyapa Labuan Haji

Pukul 10.00 WITA

Akhirnya kami menyapa daratan setelah terjebak dalam kapal. Menemui Kitten Fams yang telah terlebih dahulu ngecamp di Labuan Haji, Lombok Timur. Kami turun ke darat bersama Komandan Joni dan Perwira KRI Surabaya 591 yang menghadiri upacara pembukaan Pelantara II.

Pembukaan Pelantara II (Temu Saka Bahari), Labuan Haji, Lombok Timur (doc Hikmah)
Pembukaan Pelantara II (Temu Saka Bahari), Labuan Haji, Lombok Timur
(doc Hikmah)

Dari lautan dimana KRI 591 lego jangkar, mungkin hanya 10 menit ke daratan menggunakan LCVP, kendaraan laut KRI 591.

Selesai acara, ndan Hikmah, sun Arga dan aku melihat-lihat bazaar yang ada di sekitar camping ground. Sementara yang lain asik dengan cuci matanya mencari oleh-oleh, aku pun sibuk mencari-cari bahan tulisan apik untuk bathinku. Pemuasan hati masing-masing ya? Hihihiiiii

Meet our beloved, kitten fams in camping ground (doc Himkah photo by Arga)
Meet our beloved, kitten fams in camping ground
(doc Himkah photo by Arga)

Tak lama, kami berkumpul dengan kedua tor yang mengiringi langkah kami. 1 team kompak yang akan bersama 2 hari kedepan. Bermain di daratan dan sejenak meninggalkan kesunyian kapal yang hanya berisi crew KRI Surabaya 591. Will miss u….. 🙂

Kadepnop, tor Andi, ndan Hikmah, sun Arga dan aku memulai langkah perjalanan dengan naik kendaraan truk TNI AL menuju Wisma TNI AL di Mataram. Perjalanan lumayan jauh, menempuh jarak sekitar 2 jam.

Bukan kami berlima saja isi dalam truk itu, tetapi ada 4 orang TNI AD lainnya yang turut serta pulang karena telah bertugas beberapa hari di Labuan Haji demi Pelantara II. Kurasa, mereka bertukar tugas dengan tentara lainnya.

***

Tempat kami melepaskan lelah (doc pribadi)
Tempat kami melepaskan lelah
(doc pribadi)
  • Wisma Dewaruci

Pukul 13.30 WITA

Kami beristirahat selama 1 jam di Wisma TNI AL Dewaruci, Mataram. Tak tampak orang yang berlalu-lalang disana. Terkesan sepi, tapi kamar cukup penuh saat itu. Karena kamar yang diinginkan Kadepnop ternyata telah terisi. Jadilah kami mengambil yang ada saja. Rapi, bersih kamar tersebut. Begitu pula dengan kamar mandinya.

Eitsss…. Kerapiannya boleh diacungi jempol deh. Penampilan luar oke, tetapi begitu kami mendaratkan badan ke kasurnya, wuadewww!! Ngakak habis yang ada. Tak seindah dan seempuk perkiraan kami. Tapi lumayanlah untuk istirahat malam nanti. Namanya juga hitching kan?? Terimalah apa adanya, Jie…. 🙂
*monjin tor, mau ngakaaaaaaakk…. Jiaakakaaaka

Kata sun Arga, “Meskipun terjebak di kapal, tapi kasur kapal lebih menyenyakkan ya, tor?” wkkkkwk… Kami idem (sama) deh kalau urusan kasur asik 😉 .

Aihh… geli eh kalau ingat kasus kasur wisma itu. Wong tor Andi pun ternyata membahas hal serupa juga kok begitu kami sudah kumpul ramai-ramai. Waakkaakkaaaka

***

Pukul 14. 42 WITA

Terjepit diantara lainnya. *susah motret (doc pribadi)
Terjepit diantara lainnya. *susah motret
(doc pribadi)

Istirahat siang dirasa cukup. Horeeeeee…. saatnya bersegera melanjutkan perjalanan kami menuju wisata hati kami.

Uhuuuy!
Kami bergerak ke tempat wisata ditemani oleh driver temannya Kadepnop yang menjemput sekaligus menjadi guide kami di Mataram.

Perjalanan santai namun tak menikmati pemandangan sekitar dikarenakan banyak hal yang kami diskusikan dalam mobil. Dari sekadar obrolan main-main, ehh.. malah benaran deh. This is our secret! Keep the mouth for safety. ahahhahahhhh
*buang kunci mulutnya di Senggigi ahhh 😛

Rencana, cerita lucu yang membuat kami berlima cekakak-cekikik lebih memuaskan hatiku saat itu. Belum lagi harus berkali-kali laporan keberadaan aku dan teman-teman yang harus ku update.
*wiiiiii…. Jadi ingat HHI ya? Kangen euy! 😀

***

  • Pantai atau Bukit Senggigi?

Pukul 15. 35 WITA

Yippiiiieee….. Pantai Senggigi! Here we are, guys…

Hap, haappp… kakiku berlari cepat menuruni kendaraan yang kunaiki, meninggalkan yang lain, menyambut sore yang ceria dari atas perbukitan ini.

Yap, kami memang tak bermain pasir Pantai Senggigi. Aku tak tahu seperti apa pasirnya. Aku tak begitu tahu seperti apa rasanya berdiri di pinggiran pantai yang kerap disebut-sebut temanku yang pernah kesana. Aku pun tak tahu seperti apa rasanya dihembus angin senja Pantai Senggigi.

Bukan tak mau, meski ditawari untuk berhenti disana. Kami berdiskusi untuk tak bermain di pasir pantai, padahal kami melewatinya. Sekilas dilihat, biasa saja. Makanya kami mencari spot yang lebih baik, agak ke atas, melihat keindahan Senggigi dari atas perbukitan diantara kelokan jalan naik dan turun perbukitan, dimana posisi tersebut cukup banyak diminati pengunjung.

Begitu turun, ndan Hikmah langsung berkata, “Kita bukan sedang di Puncak Bogor kan ini, tor Andi?”

Heeemmm… kalau diperhatikan, memang sedikit mirip yah? Perbadaannya mungkin terletak pada pemandangan dibawahnya yang membentang lautan seluas mata memandang. Pun disitu tak banyak kedai atau warung-warung yang berjualan laiknya Puncak Bogor. Hahahahh

Rebutan pilih gili (doc Hikmah)
Rebutan pilih gili
(doc Hikmah)

Dari bukit tersebut, banyak yang bisa dilihat selain laut yang luas. Tampak 3 gili pula yakni Gili Air, Menuh dan Trawangan.

“Heiii…. Kami akan main kesana besok. Tunggu kami ya Gili?” kami rebutan menunjuk gili mana yang akan kami sambangi esok. xixixiiiii ^_^

Aku melihat kebawah, dimana terlihat air laut yang berwarna kehijauan dengan gradasi birunya yang dipagari oleh bukit hijau dibelakangnya. Cantik. Tak jauh jika ingin berjalan kebawah sana. Lupa namanya. Hhehe

Huaduuhh.... saya lupa dibawah itu namanya apa ya? (doc pribadi)
Huaduuhh…. saya lupa dibawah itu namanya apa ya?
(doc pribadi)

Seperti biasa, tak lengkap ya kalau tak berfoto, mengabadikan jejak kaki yang sudah melangkah ke suatu tempat. Memotret kebersamaan dan keceriaan kami. Kedua tor yang bersama kami pun tak luput dari incaran kami berfoto. Cekrek! 😀

Oiya, sepanjang penglihatanku disana, banyak sekali monyet-monyet yang berkeliaran. Entah memang habitatnya yang disana, atau monyet-monyet datangan. Tapi sejak kedatangan kami dan selama menyusuri perjalanan hingga tiba di tempat tersebut, memang banyak terlihat monyet di pinggir jalan di sekitar Pantai Senggigi itu.

Cukup diberikan makanan yang kita bawa saja, monyet-monyet tersebut akan dengan segera menghampiri dan mengambil makanan kemudian berlari serta bertengger di atas pohon untuk memakannya. Krauk…. Kraukkk… terdengar kunyahannya saat monyet itu menggigit jagung pemberian seorang pengunjung.
*sayang, fotonya yang Ejie mau, hanya ada di sun Arga dan tak jua mampir di email Ejie. Jadi foto monyetnya menyusul saja ya? 😀

Senja Senggigi (doc Hikmah)
Senja Senggigi
(doc Hikmah)

Senja yang indah dan kami menikmati turunnya sang mentari sore ke peraduannya. Tak lupa memotretnya sebagai kenangan. Senja Senggigi yang menggigit, ditemani monyet-monyet yang asik menggigit jagung.
*kalah kuat gigi Ejie sama si monyet. bhahahaaa….

Okeeee……. Senggigi… cukup baik untuk mengingatnya. (jie)

#dan kembali menemukanmu, bintang……..

***

Ceria bersama menanti senja (doc Hikmah)
Ceria bersama menanti senja
(doc Hikmah)
(doc pribadi)
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s