Senyum Ceria Nicky Berhitchhiking [Buniayu-Jakarta]

Before:
time-for-playing-hhi-to-buniayu-prolog/
jempol-lumpur-buniayu-rasakan-seratus-ribu-edisi-kua-buniayu-starting-point/
jempol-lumpur-buniayu-rasakan-seratus-ribu-edisi-kua-buniayu-the-hitching/
jempol-lumpur-buniayu-rasakan-seratus-ribu-edisi-kua-buniayu-the-basecamp/
jempol-lumpur-buniayu-tim-rusuh-kakak-adik-buniayu/
Pernah ngga membuat seseorang tersenyum?
Dalam hal yang sudah pernah ia lakukan, tetapi mungkin keberuntungan belum berpihak padanya.
Aku pun sebenarnya tidak mengharuskannya untuk bisa melakukan hal yang mungkin tak ingin ia lakukan.
Tetapi jika ia berkeinginan keras, membuatnya tersenyum atas usaha dan rasa penasarannya, boleh kan?
Yukkk… kali ini Ejie akan bercerita mengenai “Edisi Menemani Hitchhiking” jalan pulang ke Jakarta.
***
(doc by Erick Samuel)
(doc by Erick Samuel)

Nicky namanya. Ia adalah teman baruku saat kami melakukan hitchhiking ke Goa Buniayu awal Februari tahun 2013 ini. Sewaktu berangkat, kami tidak berada dalam 1 tim. Ia bersama temanku lainnya. Hitchhiking tersebut adalah event yang kerap dilakuakn oleh  Hitchhiker Indonesia [HHI] komunitasku.

Saat sesi sharing setelah sampai di lokasi yang dimaksud, malam harinya, kami mendengarkan tiap individu (peserta) bercerita mengenai pengalamannya. Terutama dalam berhitchhiking. Dan Nicky merupakan 1 diantara beberapa teman kami yang kurang beruntung saat hitching keberangkatan.

Skip ya cerita berangkat yang sebelumnya sudah Ejie share dari tim Ejie… 😀
*baca jempol-lumpur-buniayu-rasakan-seratus-ribu-edisi-kua-buniayu-the-hitching/

***

“Ejie, yakin bakal dapat kendaraan ngga nanti?” Nicky sedikit khawatir, “Aku besok kerja, Jie,” ia menambahkan.

“Nicky yakin ngga, bakal bisa pulang dengan hitching?” aku balik bertanya.

Ia hanya diam.

Aku menambahkan, “Kalau mau memulai hitching, harus punya niat yang baik, Ky…. Jangan pesimis. Yakin deh, kita bakal dapat kendaraan. Ejie yakin kita bisa sampai Jakarta. Kan Ejie sudah janji bikin Nicky bakalan senyum hitchingnya…. “

Masih senyum kecut sih Nicky sepertinya. Kurang pede (percaya diri) dia dengan perkataanku. Tak apa…. Percaya itu wajib pada Allah, Nicky….. biar dapat tumpangan pulang ke Jakarta 🙂 .

***

Belakang: tim 1, depan: tim 3
Kiri belakang: tim 1, kiri depan: tim 3

Kami memulai hitching dari terminal yang ada di … haishhh…. Saya selalu saja tak bisa mengingat tempat. Lupa nih. Pokoknya terminal itu sekitar 1-2 jam deh dari Goa Buniayu tempat kami bermain lumpur.

Seingatku saat itu ada 3 tim yang hitching pulang Jakarta, yakni:

  1. Seandy, Kabund, Pipit, Obe
  2. Om Harr, Mimi (lupa siapa ya 1 lagi?)
  3. Ejie dan Nicky

Teman-teman lain berniat naik kendaraan umum untuk beristirahat. Biasanya setelah selesai games hitching, kami tidak mematok pulang pun harus berhitchhiking kembali. Terserah kok. Karena intinya, hanya awal keberangkatan saja yang diharuskan berhitchhiking. Untuk pulangnya bebas.

Biasanya, pulang itu hanya keinginan beberapa diantaranya saja, termasuk aku yang tak pernah niat untuk naik kendaraan berbayar. Sudah niatku untuk terus mencoba hitchhiking dimanapun. Pengen uji nyali sih, ngumpulin banyak-banyak keberanian biar bisa ke ujung timur sana nantinya. Amin YRA.

Oke lanjuuuuuuutttttt cerita Nicky.

***

Bu Heni dan Pak Hendrik (doc pribadi)
Bu Heni dan Pak Hendrik
(doc pribadi)
  • Kendaraan 1

Tak perlu menunggu lama, karena aku biasanya selalu mengeker kendaraan mana saja yang bisa ditumpangi. Aku punya target dan cara untuk bisa dapat kendaraan (sebenarnya juga ngga tahu bagaimana itu. Hanya nalar saja yang berkembang 😀 ).

15 menit dan gotccha!

Kue bakpao kacang hijau dari Bu Heni (doc pribadi)
Kue bakpao kacang hijau dari Bu Heni
(doc pribadi)

Sebuah avanza bernomor-polisi B 1203 EFP yang dikendarai Pak Hendrik dan Bu Heni bersama 2 orang putrinya, Anin (4 SD) dan Amel (TK).  Pak Hendrik bersama keluarganya hendak pulang ke Depok setelah mengunjungi ibunya yang bermukim di Sukabumi.

Ibunya Pak Hendrik berjualan kue bakpao. Menurut Pak Hendrik, ibu berjualan untuk menolong tetangga.

Satu hal yang aku sukai kala kita berhitchhiking adalah, mendapatkan berbagai kisah hidup orang lain yang kadang bisa menjadi motivasi hidup kita lho. Itu jika kita bisa bijak dalam menerima tawaran di nego awal pertama saat berbincang dengan pemilik kendaraan.

Bayangkan, kalau dilihat dari penampilan dan serba berkecukupan serta mendengar cerita Pak Hendrik, apa coba yang kurang dari hidupnya? Bukannya tidak mau membawa serta ibunya yang hanya tinggal sendirian di Sukabumi, tetapi, ibunya yang berkeras masih mampu untuk melakukan apapun sendirian.

Disamping itu, ibunya pun tak ingin meninggalkan rumah Sukabumi nya karena disana ia bisa membantu orang banyak dengan berjualan kue buatannya. Ibu tak pernah mengambil untung banyak, sekadarnya saja. Ia hanya ingin orang lain pun bisa hidup tercukupi sehari-hari. Ahhh… ibu, Ejie yakin, jauh di lubuk hati Pak Hendrik, ia bangga pada ibunya itu.

Mampir beli cempedak pesanan temannya. Kesempatan kami utk ambil photo kendaraan deh bareng anin dan amel yg jago gaya! (doc pribadi)
Mampir beli cempedak pesanan temannya.
Kesempatan kami utk ambil photo kendaraan deh bareng anin dan amel yg jago gaya!
(doc pribadi)

Cerita di mobil avanza ini banyak deh. Soalnya perjalanan paling lama. Kami malah bermain dengan kedua putrinya yang langsung lengket sama Nicky. Sudah seperti kakak adik saja mereka. Aku banyak bercerita dengan Pak Hendrik yang ternyata dulunya juga hobi travelling.

Kenapa dulu? Hihhhih… karena, sejak beristri, Pak Hendrik tidak bisa terlalu sering bepergian. Maklumlah, istrinya ternyata merasa tidak nyaman dengan hal-hal yang ia lakukan. Bu heni, takut laut, takut gunung juga. Hobi memancing pun tak bisa sering dilakukan karena Bu Heni pun takut air. Banyak juga phobia Bu Heni. Aku agak bingung juga ada orang bisa phobia dengan beberapa hal sekaligus. Eheeemm… rumahtangga orang, tak baik jika diteruskan. Jadilah kami bercerita mengenai banyak hal dengan Pak Hendrik dan Bu Heni.

Sampai di tujuan, pertigaanan Depok, Jl. Raya Bogor. Terima kasih atas tumpangannya :) (doc pribadi)
Sampai di tujuan, pertigaanan Depok, Jl. Raya Bogor.
Terima kasih atas tumpangannya 🙂
(doc pribadi)

Jiahhhhh….. karena banyak cerita, tak terasa kami agak sedikit kelewatan deh jalan turunnya. Alhasil kami berhenti di sebuah mini market. Hehehehe

(doc pribadi)
(doc pribadi)

***

  • Kendaraan 2
Kendaraan hitching 2 (doc pribadi)
Kendaraan hitching 2
(doc pribadi)

Kali ini kami 2 kali bolak-balik mencari posisi teraman dan terbaik untuk mendapatkan kendaraan. Yang kerap membuatku bingung adalah mengenai arah. Ejie ini sepertinya buta peta sejati ya? Kok ngga hafal-hafal jalan sih? Kadang sering bingung sama diri sendiri. Untungnya Ejie mah ngga malu bertanya. Kebanyakan malah malu-maluin kalau bertanya. Ngga puas, pasti Ejie tanya terus deh sampai ngerti. Wakaakkak… Eiya, untungnya juga ada Nicky yang mengerti arah mana yang harus kami ambil. Keberuntungan itu selalu ada, teman… 😀

Oke, kami mendapatkan sebuah kendaraan pickup Suzuki. Pengendaranya bernama Rapsan (24tahun). Ia adalah petugas Suzuki yang akan pulang. Setelah bernego sebentar, karena lampu merah saat itu menunjukkan 7 menit lagi akan hijau, membuat kami mengobrol cepat menanyakan arah. Setuju dan kami loncat di bak belakang.

Aahahahahaha….. tuuu kan.. Nicky mah sudah bukan tersenyum lagi, tetapi dia sudah tertawa lebar dengan perasaan senangnya yang akhirnya bisa mencapai Jakarta dengan hitching. Aku senang melihat Nicky tertawa. 1 kebahagiaan untuk teman baruku, berhasil!

Dari pos polisi gas alam kami menuju ke pertigaan Cibubur.

“Kak Ejie, kita mau terus hitching sampai rumah nih?”

“Kalau rezeki bisa hitching terus sampai rumah kan ngga salah, Nicky. Heheheh…” kami tertawa.

Karena kami duduk di bak belakang, tak banyak yang bisa Ejie share mengenai si pengendara tersebut. Namun ia mengangkut kami dikarenakan akan pulang dan searah dengan tujuan kami.

***

  • Kendaraan 3
Pak Imam yang punya usaha sendiri (doc pribadi)
Pak Imam yang punya usaha sendiri
(doc pribadi)

Pertigaan Cibubur dan kami berada di traffic light. Sebuah pickup, B 9263 MJ, berhenti saat kami memampangkan tulisan “Numpang Plis” dan sebuah JEMPOL yang mengiringi.

Pak Imam Santoso (46 tahun) yang mempunyai usaha sendiri mengangkut barang. Maksudnya jika ada orang pindahan rumah atau ada kerjaan seperti angkat barang untuk kondangan, angkat soun system, dan lainnya, Pak Imam lah yang biasanya dihubungi oleh teman-temannya. Usahanya ini sudah berjalan lama. Sekitar 10 tahun. Biasanya ia kadang nongkrong di pasar induk Kramatjati juga untuk mencari penghasilan.

Kendaraannya pun milik sendiri. Dalam sehari ia bisa mengangkut maksimal 2 kali trek jika barang yang diantar tidak jauh. Harga pun tergantung negao dan jauhnya jarak yang ditempuh untuk mengantar. Pak Imam dapat dihubungi di nomor 081381917309.

Kami ikut Pak Imam hingga ke pertigaan heck, Kramatjati. Kali ini, kami ngga duduk di belakang karena sudah di dalam kota. Duduk di bak terbuka tidak boleh dan ada polisi yang sedang razia kata Pak Imam, jadilah kami duduk seadanya di depan bersama Pak Imam.

Yippiee.. sudah mau sampai rumah. Nicky senang, aku pun senang.

***

  • Kendaraan 4

Heck, Kramatjati.

Sepertinya tak rela yah menghentikan perjuangan ini. Hahahahaaa…. Naahh, ini kalau sudah kecanduan hitching deh. Kalau keberuntungan selalu mengikuti, rasanya pengen sampai depan rumah deh bisa hitching. Waks?!??? Nicky bengong.

Mataku tetap sibuk mencari-cari, karena kami berhenti tepat beberapa meter sebelum traffic light. Apa yang biasanya kulakukan jika dalam keadaan hitching? Mencari kendaraan dan Nicky kembali cengok ketika incaranku sebuah land rover yang kutahu itu pasti milik tentara.

“Nicky, Ejie pengen naik landrover yang ijo ituuuuu….” Melirik tanpa berkedip.

“Yang benar, Kak Ejie….” Nicky nyengir.

Blaaa…. Blaaa…. Ngobrol sama bapaknya si empunya land rover.

“Naik dari seberang sana ya? Soalnya sudah mau lampu hijau tuh,” si bapak memperbolehkan. Nicky semakin tertawa.

“Buset, Kak Ejie. Kita naik lagi? Sudah mau sampai rumah donk kita ya?”

Gantian nyengir. Yipiiiiiiieee…… mari kita menikmati hitchingan kita, Nicky….

The last, land rover! (doc pribadi)
The last, land rover!
(doc pribadi)

Incaran bonus kendaraan akhir kami adalah land rover milik TNI AD. Pak Wahid dan Bu Muji dengan 2 anak, Alif (8 th, 3 SD) dan Puput (4th).

Awal perbincangan kami hanya akan ikut hingga asrama haji saja. Ternyata dalam perpanjangan ngobrol selanjutnya di kendaraan, Pak Wahid malah akan menuju ke Kranggan. Oww…. Perjalanan keberuntungan banget ini namanya. Alhamdulillah…… 😉

Nicky turun di asrama haji dan aku turun di pasar Pondok Gede. Kami sama-sama tinggal naik sekali kendaraan umum untuk  pulang ke rumah kami masing-masing.

Pukul 21.45 WIB

Yeayyy…… done!!
Pasar Pondok Gede dan aku adalah penumpang terakhir setelah Nicky turun di asrama haji tadi. Terima kasih atas tumpangannya ya Pak Wahid dan Bu Muji.

Juga untuk semua pengendara yang telah bersedia mengajak dan memberikan tempat bagi kami berdua sejak dari Buniayu hingga akhir perjalanan kami tadi. Berkah untuk semua…. ^_^
Amin YRA.

***

Membuat perasaan seseorang bahagia, membuat seseorang tersenyum dan akhirnya membuatnya bisa tertawa lebar karena kesempatan dan keberuntungan dalam hitching, semua karena NIAT BAIK, Nicky…. Ingat itu ya?

Positiflah dalam bertindak karena senyum akan mengiringi langkahmu dimanapun kamu berada… Keep smiling, Nicky! 🙂 (jie)

***

(doc Erick Samuel)
(doc Erick Samuel)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

2 thoughts on “Senyum Ceria Nicky Berhitchhiking [Buniayu-Jakarta]”

  1. Hahahah

    Kalian benar2 kebal mentalnya! Salute!
    Dulu sempet terpikirkan juga c cara seperti ini, namun belum pernah terealisasi.

    Anyway, brp lama waktu yg terbuang demi mendapat 1 tebengan? Soalnya kan kayaknya susah, mengingat orang2 kita yg parnoan sama orang asing..

    “Leave nothing but footprints. Take nothing but pictures. Kill nothing but time”

    http://makanangin-travel.blogspot.com/

    1. huallo angiinn….

      awal utk hitchhike itu, yang diperlukan adalah NIAT. tergantung bagaimana rezeki saja utk mendapatkan kendaraan tebengan. 1 menit pun, jika keberuntungan mengiringi, bisa kok dapet kendaraan. tetap harus mengindahkan yang namanya nalar pada saat nego dg pengendara. nego maksudna bukan nego brp harga yg pantas utk tujuan kita, tp cara berbicara dg pengendara untuk turut dlm kendaraannya.

      coba baca ini, angin…

      https://ejiebelula.wordpress.com/about/

      atau cek kategori Hitchhiker Indonesia dan Rp 0,- kesemuanya itu tulisan hithhiking dan NOL RUPIAH ejie.. 🙂

      bisa follow:
      fb : hitchhiker indonesia
      tweet : @hitchhiker_id
      blog : hitchhiker indonesia.wordpress.com

      salam kenal dan terima kasih ud blogwalking ya angin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s