HH by Myself: Lupa Waktu di Air Panas Sendang Panguripan, Sragen

Hitchhiking to Sragen? (doc pribadi)
Hitchhiking to Sragen?
(doc pribadi)
Pemandian air panas mungkin terbilang bukan hal yang sulit ditemui.
Hampir di setiap daerah dingin, pemandian air panas tersebut ada.
Sering pula dijumpai dekat kaki bukit atau gunung di daerah tertentu.
Tapi pernah tidak mencoba menelusuri pemandian yang aku datangi kali ini di google?
Susah. Ngga ketemu!
Sayang banget ya?
***

Sragen, 04 Desember 2012

  • Sragen Kota Kecil

Pernah berpikir ngga untuk main ke Sragen? Cuci mata sesekali di kota itu. Jangan dikira Sragen itu hanya kota kecil yang hanya punya sedikit tempat wisatanya. Salah banget deh.

Sragen itu kota dengan sejuta percikan menurut Ejie. Kenapa? Soalnya waktu Ejie kesana, Desember 2012 lalu, Ejie tak tahu kalau Sragen itu ternyata menyimpan banyak tempat wisata. Ada gunung, candi, museum, pemandian air panas, air terjun dan lain-lain.

Saat itu yang kepikiran, Ejie mau ketemu Genji, teman Sail Morotai, dan memang niat untuk keliling kota Sragen. Pengen tahu banget ya Ejie? Heheheeee….. tak salah memang. Ejie belum pernah menginjakkan kaki kesana sih, penasaran seperti apa Sragen itu.

Sebelum kesana, Ejie tak sedikitpun mencoba mencari tahu wisata apa saja yang ada disana, karena ada teman yang Ejie percaya lebih mengerti mengenai Sragen. Genji besar, tinggal dan kerja disana. Alhasil Ejie mengikuti saja ia mengarahkan kaki ini melangkah kemana. Terkadang, Ejie yang sedikit bawel bertanya ini itu padanya. Untungnya Genji baik dan sabar tuh meladeni berbagai celotehan cempreng Ejie.
*makasi ya Genji 🙂

Oke, mari persempit cerita mengenai pemandian air panas ya?

***

  • Menuju Sendang Panguripan

Ejie lupa berapa jauh berjalan. Kami mengendarai motor saat ke tempat itu. Setelah bermain di alun-alun kota Sragen, keliling Sragen sebentar, ke candi di puncak gunung, hujan-hujanan, main di air terjun, foto di beberapa tempat, akhirnya Genji mengarahkan motor ke pemandian air panas.

Dari tempat wisata terakhir di air terjun dan terminal wisata Ngargoyoso, Genji mengajakku untuk memanjakan kaki dan badan dengan berendam di air panas. Perjalanannya memakan waktu sekitar 1 jam seingatku. Melalui persawahan, pemandangan hijau di sekelilingku. Mungkin karena daerah persawahan, jalanannya belum begitu bagus. Terkadang juga melalui jalan yang agak tanah liat. Lumayan licin karena ketika itu senja lumayan diguyur gerimis halus.

Kami juga melewati rumah-rumah penduduk. Kata Genji, biar cepat, jadi motong jalan rumah penduduk. Kalau lewat jalan aslinya bisa lama. Perjalanan juga agak berkelok dan naik turun. Maklum, daerah yang kami lalui itu sedikit di perbukitan.

Penasaran sama Ngargoyoso dan akhirnya ketemu. :D (doc Genji)
Penasaran sama Ngargoyoso dan akhirnya ketemu. 😀
(doc Genji)

***

Pukul 04.54 WIB
Ejie sudah gaya loh di depan papan yang menunjukkan nama Sendang Panguripan. Tak banyak foto Ejie disini, karena sudah sore. Niatnya pun bukan mau foto, tapi ingin cepat-cepat berendam di air panas.

Tempatnya sederhana sekali. Hanya tersedia tempat parkiran yang tidak begitu luas dengan pemandangan penuh hijau di sekitar. Sebuah bale-bale berupa tenda tersedia tempat kita mengantri mandi. Di depannya, barulah deretan kamar mandi pemandian air panas itu kelihatan.

Disana, disediakan air panasnya per kamar mandi. Ada sekitar 5 kamar mandi air belerang mungkin yang tersedia di deretan yang Ejie masuki. Ejie tidak terlalu memperhatikan juga. Maaf ya? Ejie lupa deh.

Menurut bapak penjaga, pemandian air panas ini buka mulai pukul 10.00 – 20.00 WIB. Ada saja yang ingin mandi disana. Tak hanya wisatawan, tetapi penduduk setempat pun kerap mandi disana. Sekadar menghilangkan penat di badan, kaan asik. 🙂

Per kamar mandinya, tersedia 1 bak besar kosong tempat kita berendam dengan pancuran yang harus dibuka dulu penutupnya sehingga air panas bisa memenuhi bak mandi. Penutup airnya ini terbuat dari besi. Yaaaaa… seperti aliran ledeng begitu deh…

Oiya, jangan lupa disumbat ya bak mandinya, biar airnya tertampung. Waktu itu Ejie ngga tahu caranya, dan juga ngga lihat kalau bak itu musti disumbat. Terus diajarin Genji pas mengisi baknya. Maklum, beda tempat, beda cara.

***

Holla.... sampai di pemandian air panas. (doc Genji)
Holla…. sampai di pemandian air panas.
(doc Genji)
  • Me Time

Saatnya berendam!

Menunggu air hingga penuh ngga bakalan selesai deh. Jadilah Ejie masuk dan segera rendamin kaki yang pegal.

Segarnyaaaaa….. badan yang penat, kaki yang pegal setelah nanjak Gunung Lawu 2 hari yang lalu, Ejie pijat-pijat deh. Lega banget rasanya mandi di air panas tersebut. Hilang semua letih (^0^).

“Ejieeeee….. sudah belum? Mau maghrib loh bentar lagi. Kita kan mau ke rumah mbakku dulu, Jie…” Genji mengingatkanku dari luar pintu kamar mandi.

Eiiiiits!
Saking keenakan, Ejie sampai lupa waktu main air panasnya. Berendam yang sedap sangatlaaahh…. Olalaaaa….. maafin Ejie ya Genji? 😀

Done!
Ejie beres dan kami melanjutkan perjalanan pulang. (jie)

***

Kata Ejie:

  1. Jangan pernah ragu untuk memulai suatu perjalanan dengan berbagai petualangan. Ejie melakoni perjalanan ke kota Sragen ini diawali niat untuk mencoba mencari cerita baru dengan cara ber-HITCHHIKING ke Jawa Tengah.
  2. Positive thinking, ceria dan semangatlah dalam berpetualang. Insya Allah, kebahagiaan menyertai.
  3. Terpenting, selalu berdo’a dan jangan lupa ibadah, biar Allah selalu melindungi dan menjaga setiap langkah kecil kita.
  4. Senyuuuuuuuuuuuuuuuuummm….. 🙂

***

Terima kasih buat:

  1. Genji
  2. Motor Genji
  3. Ide Genji ke pemandian air panas Sendang Panguripan
  4. Ejie lupa ini Tanya ke Genji berapa ya tarifnya sekali masuk? –> Rp 0,- juga ya, Gen??

***

Kamus:

HH = hitchhiking

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

8 thoughts on “HH by Myself: Lupa Waktu di Air Panas Sendang Panguripan, Sragen”

    1. terima kasih noe… sudah menyempatkan utk membaca tulisan ejie yang sederhana ini 🙂

      ejie masih nulis, nanti gantian ejie baca tulisan noe.

      salam kenal kembali ya noe…
      *mari bersahabat dalam menulis, ayeeeee 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s