Kelengkapan Pesona Alam Gunung Rakutak Bandung [1]

Vegetasi yang rapat, ilalang yang tinggi,
jalur yang kemungkinan sangat jarang disambangi pendaki.
Pita jalur yang tak ada, kemiringan yang cukup membuat kaget,
juga melalui aneka perkebunan.
Berbagai hewan terbang, merayap, yang di darat maupun air pun ada.
Bunga biasa, yang cantik bahkan berduri dan bikin gatal pun lengkap.
Dari cerah hijau, langit bersih, break yang banyak, kabut romatis, hujan, hingga maghrib menjelang, kami menikmati kesantaian perjalanan tersebut dengan tawa.
Penasaran tidak dengan gunung satu ini?
Baca ulasan Ejie selengkapnya yaโ€ฆ
***
The bamboo (doc pribadi)
The bamboo
(doc pribadi)

Bandung 1st Day
June 01, 2013

Jalur yang kami ambil, mungkin sedikit berbeda dari kebanyakan pendaki yang pernah mendaki Gunung Rakutak. Gunung-gunung di Bandung ini, meski memiliki ketinggian yang tidak seperti gunung terkenal lainnya, medan trekkingnya hampir serupa. Menantang dengan kemiringan yang cukup membuat melek mata.

Terkadang 1 trek panjang penuh dengan vegetasi rapat, disaat lain penuh dengan tanjakan tak putus plus harus selalu merunduk. Sebut saja Gunung Manglayang, Gunung Geulis, dan Gunung Puntang yang telah kami (Kangmang, Kayun dan aku) naiki. Siapkan saja, pinggang, dengkul dan langkah pasti yang kuat. Istirahatlah sesekali jika dirasakan lelah.

Kenapa jalur berbeda? Sebelum diajak Kayun ke Rakutak, aku tak membaca apapun informasi mengenai gunung ini. Hanya pernah melihat dari postingan foto teman-teman yang sudah pernah mendaki kesana. Intinya, hatiku mengatakan Gunung Rakutak mempunyai medan yang asik untuk didaki. Selain itu, sudah 2 bulan puasa ngegunung, kangen tak tertahankan seperti padanya, bolehkah? Hoo?? ๐Ÿ™‚

Aku baru saja membaca beberapa blog yang rata-rata menyebutkan bahwa mereka melewati jalur yang jelas, masuk dari desa yang hampir sama, menceritakan jembatan Sirathal Mustaqiem (sebutan untuk jalur setapak yang tipis dan beberapa bagiannya miring tanpa terduga, red) serta puncak yang berbeda.

Kata Kangmang Kresna, teman nanjak sekaligus guide kami kali ini, puncak di rakutak itu ada 4 atau 5 ya? Lupa Ejie (kebiasaan, heheh).

Gunung Rakutak ini, orang mengatakan ketinggian yang berbeda mengenainya. Ada yang 1.921 Mdpl, ada pula yang mengatakan 1.945 Mdpl. Tapi hampir di setiap kesempatan mendaki, aku tak pernah sibuk menghafal ketinggian suatu gunung. Bagiku mendaki itu bukan persoalan bisa melewati berapapun tingginya suatu gunung, tapi bagaimana mengalahkan ego dengan kesabaran dan menikmati alam disekitarnya yang kadang sering tak disangka-sangka menjumpai banyak hal serta pelajaran baru dalam perjalanan.

***

Kiri-kanan: Bari, Kangmang (sedang admninistrasi), Arul dan Kayun (doc pribadi)
Kiri-kanan: Bari, Kangmang (sedang admninistrasi), Arul dan Kayun
(doc pribadi)

Pukul 23.00 WIB
Memulai perjalanan dengan kedatanganku yang telat 1 jam karena harus menyelesaikan sedikit pekerjaan yang menyangkut. Bertemu dan berangkat dari Terminal Kampung Rambutan, Jakarta bersama Kayun dan 2 orang teman baru, yaitu Bari dan Arul.

Di bus yang membawa kami ke Tol Mohammad Toha, Bandung, aku yang sebangku dengan Arul berbagi cerita mengenai aktifitas dan perjalanan mendaki kami, sedangkan Kayun dan Bari, duduk di depan kami. Tak lama kami semua terlelap menghabiskan waktu menuju ke Tol Mohammad Toha hingga teriakan si kondektur membangunkan kami.

Turun di jembatan tol tersebut dan kami melanjutkan naik angkutan kota (angkot) menuju Bale Endah, basecamp kami, rumah Kangmang.

Pukul 02.15 WIB
Sampai di Bale Endah, membeli makanan pagi karena kami semua ternyata kelaparan. Kemudian beristirahat menanti pukul 06.00 WIB waktu kami bersiap untuk ngegunung.

Pukul 05.35 WIB
Kangmang membangunkan kami dan aku segera shalat Subuh. Ngantuk banget euy, sampai ngga ngeh kalau sudah mau jam 6.

Pukul 07.30 WIB
Kami berpamitan pada ayah dan ibu Kangmang untuk memulai perjalanan. Berjalan kaki ke persimpangan angkot terdekat dan naik 1 kali kendaraan hingga tiba di Pasar Ciparay.

Sampai di pasar, kami berbelanja keperluan logistic tambahan dan air minum. Tak banyak membawa perbekalan air minum, karena menurut Kangmang, sumber air lumayan banyak disana dan akan melalui aliran air kali juga nantinya.

Pukul 09.23 WIB
Tiba di Desa Sukarame, Kecamatan Pacet, kami pun membeli bekal makan siang di sebuah warung sebelum ke pos. Berjalan kaki sekitar 5 menit, Kangmang segera melakukan administrasi di Sekretariat Himpala Rakutak.

Pukul 09.30 WIB
Melewati jalan yang bukan dihafal oleh Kangmang, sempat membuat bingung. Dan ini menajdi langkah awal dari sebuah perjalanan pendakian penuh tawa karena seterusnya kami jadi mencoba jalur-jalur baru yang sepi. Tak hanya itu, pita penanda jalur yang biasanya kerap ada di tiap gunung yang didaki, kali ini, tak satupun aku melihatnya. Sedikit bertemu dengan petani sekitar, ibu pekerja kebun, pengumpul kopi, ย dan bapak yang mengisi air untuk keperluannya selama berkebun di seperempat jalan Gunung Rakutak.

***

Persawahan yang mendominasi di awal jalur. (doc pribadi)
Persawahan yang mendominasi di awal jalur.
(doc pribadi)
  • Persawahan

Jalur pertama yang kami lewati adalah persawahan luas. Masih di kaki gunung, karena Gunung Rakutak terlihat dari sini. Sayang, aku tak sempat memotretnya karena sibuk memperhatikan trek yang kami lalui. Tanah yang terkadang merupakan tanah merah juga becek. Harus hati-hati kalau tidak mau kejeblos di awal pendakian. Heehe..

***

Jalur hutan bambu (doc pribadi)
Jalur hutan bambu
(doc pribadi)
  • Hutan Bambu

Memasuki hutan bambu, setelah berganti sandal gunung Kangmang yang putus, dilema kedua setelah penunjukkan awal jalan yang membingungkan Kangmang, timbul lagi. Kami dihadapkan pada pilihan ambil jalur kanan atau kiri. Diputuskan mencoba jalur kanan yang ternyata hanya berujung pada sebuah kebun sayur yang buntu, akhirnya kami turun, berbalik arah keย  jalur pilihan.ย  Kami mengambil jalur kiri meski masih meragukan.

Jalur pilihan yang berakhir pada kebun buntu. (doc pribadi)
Jalur pilihan yang berakhir pada kebun buntu.
(doc pribadi)
Ibu pengumpul bambu yang melintas gesit di depan saya. memotretnya sekilas dan...... goyang! upps... (doc pribadi)
Ibu pengumpul bambu yang melintas gesit di depan saya, memotretnya sekilas dan…… goyang! upps…
(doc pribadi)

ย Di jalur tersebut, kami lumayan bertemu petani-petani yang akan turun gunung setelah panen tanaman. Okeee… jalur yang benar akhirnya ๐Ÿ™‚ . Kangmang pun bertanya menggunakan bahasa Sunda yang tak kupaham. Menyempatkan diri beristirahat 5 menit, kami melanjutkan perjalanan.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Mulai dari jalur hutan, aku melihat banyak aneka tanaman dan bunga hutan disini. Bentukan seperti daun keladi, pohon bambu, bunga-bunga aneka warna yang aku tak tahu namanya, juga hewan-hewan yang beberapa baru aku perhatikan di gunung ini.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

***

  • Ladang, Kebun Kopi, Aliran Air Sungai
Ladang kacang merah dan kebun kopi. (doc pribadi)
Ladang kacang merah dan kebun kopi.
(doc pribadi)

Ini adalah jalur selanjutnya. Di Gunung Rakutak ini, hampir di setiap jalur pendakian, kami menemukan ladang dan perkebunan. Ada ladang kacang merah dan kebun kopi yang kami lalui setelah persawahan di awal.

Oiya, saat bertemu petani di hutan bambu, Kangmang sempat bertanya tentang 2 aliran air sungai yang pernah dilewatinya saat pendakiannya terdahulu. Ternyata info petani tersebut, malah akan melewati 6 aliran air sungai (menurutku itu bukanlah sungai, karena kecil. Lebih cocok jika disebut air kali, karena juga banyak bebatuannya. Entahlahโ€ฆ)

***

Take a rest (doc pribadi)
Take a rest
(doc pribadi)
  • Banyak Istirahat

Pukul 11.09 WIB
Istirahat kedua, kami lakukan di dekat ย aliran air kali dan ibu-ibu pengumpul kopi. Sementara teman-teman makan camilan dan beristirahat, aku mendekati ibu-ibu tersebut dan mengobrol sebentar. Tanya ini itu tentang kopi. Lumayan buat tulisan tambahanku, kan? ๐Ÿ˜€

Ibu-ibu pengumpul kopi (doc pribadi)
Ibu-ibu pengumpul kopi
(doc pribadi)

15 menit kami berjalan, Kangmang mulai merasa tak enak badan, jadilah kami beristirahat selama setengah jam sembari makan siang perbekalan yang kami beli di bawah tadi lalu tidur siang. Disini, aku tak tidur juga lupa makan. Asik menemukan bunga-bungaan serta hewan-hewan lucu yang akhirnya kupotret.

5 menit berjalan dari peristirahatan ketiga, kami bertemu aliran air kali dan kami pun shalat Zhuhur, menjamaโ€™ nya dengan Ashar.

***

  • Kebun Kebutuhan Memasak
(doc pribadi)
(doc pribadi)

Sungguh ya, gunung ini begitu banyak keperluan bumbu dapur masak-memasaknya. Sebut deh, cabai merah, cabai hijau, tomat, daun kucai (daun bawang kecil, red), daun bawang, kacang merah, dan lainnya. Ngences mau metiknya, mau minta tapi tak ada seorangpun yang bisa dimintai izin untuk memetiknya. Tak berani, aku hanya bisa puas memotretnya saja.

Pendakian kali ini harus benar-benar kuakui bahwa ini adalah pendakian tersantai yang pernah kujalani. Banyak istirahat, menikmati alam, puas memotret, tertawa dan ada sesi kerokan (apa ya sebutannya mengeluarkan angin yang masuk dalam tubuh sehingga menyebabkan kembung?)

1,5 jam perjalanan mendaki, lagi-lagi kami beristirahat. Kangmang yang pucat, akhirnya dikerokin berdua oleh Kayun di punggung kanan, Bari di punggung kiri. Kenapa? Biar cepat dan Kangmang diwajibkan tidur nyenyak.

rakutak14

Tetap saja aku tak bisa ikutan mereka tidur atau beristirahat dibawah saung kecil itu. Senang sekali ย rasanya, baru kali itu aku berkesempatan puas memotret apapun yang menarik perhatianku.

Memotret kumbang, laba-laba, bunga yang berbuah, bunga pletok tapi ternyata terpencet delete di kamera. Ihhโ€ฆ banyak deh flora dan fauna yang ada disana. Bahkan langit biru yang cantik mengiringi langkah kaki kami pun aku potret.

Langit biru? Iya, biru itu mengingatkanku selalu pada bintang yang memberikan warna itu untukku, melihatnya dalam kesabaran yang tak tergantikan. Bintang itu entah, mungkin takkan pernah adalagi untukkuโ€ฆ. -_-

Sudah dulu deh nulisnya. Ejie pusing, next dilanjut lagi menuju puncak 2 Gunung Rakutak. (jie)

***

Catatan ongkos berangkatnya nih (transportasi bujet) :

  1. Terminal Kp. Rambutan-Tol Moh. Tohaย ย  ย  ย ย  : Rp 30.000,-
  2. Angkot ke Bale Endah (rumah Kangmang) : Rpย ย ย ย  4.000,-
  3. Angkot Bale Endah-Pasar Ciparayย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย ย  : Rpย ย ย ย  2.500,-
  4. Angkot Pasar Ciparay-Desa Sukarameย ย ย ย ย ย  : Rpย ย ย ย  4.000,-

***

Biruku padamu (doc pribadi)
Biruku padamu
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

9 thoughts on “Kelengkapan Pesona Alam Gunung Rakutak Bandung [1]”

    1. haiii satubumikita….

      rakutak, langitnya indah. ejie sukaaaaa…….

      makasi udah baca tulisan ejie.
      belum pernah ikutan jalan bareng satubumikita nih. padahal wkt itu mau ikutan kabun ibet, titin dan novri.

      semoga ada kesempatan lain ikutan ya? ๐Ÿ™‚

    1. salam kenal MUNA..

      makasi udah blogwalking kesini.

      ejie belajar ngegunung prtama kali itu di krakatau. Ada tulisan simpel di link ini. mski tak terlalu mendetil tulisannya, karena itu adalah pertama kali ejie naik dan ga bisa menjabarkannya dalam kalimat. ejie diajarin sm mas fruu yang sabar.. ๐Ÿ™‚

      gunung mengajarkan ejie banyak hal, muna…. khususnya kesabaran.

      silahkan dilihat jika berkenan —-> https://ejiebelula.wordpress.com/2012/10/15/krakatau-in-my-mind-1/

  1. saya orang ciparay, deket banget dengan rakutak, kapan” kita sama-sama berjalan kawan-kawan lestari untuk sedikit memijat kaki langit rakutak…
    salam lestari buat kawan-kawan semua…
    NB: yang harus dibawa pulang adalah sampah, yang harus kita renggut hanya gambar dan photo, dan yang harus kita beri adalah rambut (1 pohon bermakna untuk rakutak)

  2. bang ejie, bisa kasih tau info transpotnya ga, saya dr bogor nih, kira naik apa aja ya, biar bisa samapi ke rakutak hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s