Cilok Bandung

Ini masih edisi simple kuliner Ejie yang norak.
Kenapa? Karena Ejie ngga pernah makan camilan ringan ini sebelumnya.
Kasihan banget sih hidup lo, Ejie….
Ahhaaha….. biarin saja.
Saya norak karena saya suka kok.
Jujur itu bukan suatu kejahatan, kan?
Saya jujur untuk apa pun yang belum pernah saya coba.
Mungkin beberapa diantara yang membaca tulisan Ejie juga belum pernah mencoba camilan ini.
***
Masih di kukusan (doc pribadi)
Masih di kukusan
(doc pribadi)

Bandung
March 09, 2013

Waktu Ejie ketemu camilan ini, Ejie sedang jalan kaki dengan Tides, teman hitchhiking Ejie yang kerja di Jakarta tapi domisili dan besar di Bandung. Saat itu, kami dalam pencarian lokasi hotel tempat om Harr (teman hitchhiking juga) yang juga sedang berada di Bandung. Kami janjian bertemu karena mau berenang atau nanjak bareng nantinya.

Pas sedang asik jalan nih, Ejie bilang sama Tides, “Des, Ejie pengen deh nyobain cilok. Ada ngga kalau malam begini?”
*ndeso’e metu (desanya keluar) 😛

“Cilok? Memang Ejie belum pernah makannya?” Tides balik bertanya.

“Belum. Ejie mau donk, Des….”

“Iya, nanti kalau ada abang cilok yang lewat, kita beli deh, Jie,” ujarnya.

Tak perlu lama deh, karena setelah simpang tiga, seorang abang jualan cilok lewat di depan kami dan segera saja Tides memesan 2 bungkus.

Kalau dilihat secara pintas, bentuknya mirip bakso atau siomay atau bisa juga pempek. Loohh, kok pempek? Jauh bener…. Ngga juga, hanya bulat saja bentuknya. Lebih mendekati bakso sebenarnya. Kenapa? Karena cilok ini direbus.

***

Ciloknya sudah dibumbui saus kacang dan saus sambal, siap santap.. :) (doc pribadi)
Ciloknya sudah dibumbui saus kacang dan saus sambal, siap santap.. 🙂
(doc pribadi)

Cilok ini artinya aci dicolok (ditusuk, red).

Terbuat dari apa ya?

Ejie sempat bertanya pada si abang cilok ketika dia sibuk memasukkan cilok-cilok tersebut ke dalam plastic pesanan kami.

Katanya, bahan cilok itu antara lain adalah:

1.       1. Aci (tepung kanji/tepung sagu)

2.       2. Tepung tapioca

3.       3. Tepung maizena

4.       4. Garam

5.       5. Bawang putih

6.       6. Air

Tapi tidak semua bahan untuk cilok dipergunakan. Seperti tepung maizena dan tepung tapioca yang mungkin harganya terkadang tidak sesuai dengan yang dijual. Maklum, kalau di abang cilok dorongan ini, karena murah, tidak akan selengkap itu bahannya. Paling hanya menggunakan bahan no 1, 4, dan 6 saja. Biar sepadan dengan harganya. Syukur kalau diberi sedikit bawang biar harum. Hehehehee….

Yaaahh… samalah seperti yang kami beli saat itu. Si abang cilok hanya menggunakan bahan sederhana saja.

Sedangkan bumbu yang dipergunakan untuk bahan cilok adalah saus kacang (bisa pergunakan saus kacang yang biasa dipakai pada siomay).

Cilok ini biasanya berisi:

  • 1.       Tahu
  • 2.       Tetelan (gajih/lemak) daging sapi
  • 3.       Abon sapi

Bagi yang suka pedas, ada juga yang diisi irisan cabai didalamnya. Kalau kurang pedas, saus kacangnya ditambah saus sambal botolan juga boleh kok 😉 .

Nah, setelah semua bahan tersedia, akan dibentuk bulat-bulat, kemudian direbus. Jadilah cilok ini.

Waktu Tides beli cilok ini, harganya Cuma Rp 3.000,- kok. Murah kan? Hehhe… namanya juga camilan murmer (murah meriah). Pengganjal isi perut dan kenorakkan Ejie akan penasaran cilok.

Yang penting Ejie kan ngga bakal norak lagi kalau ketemu cilok. Kalau ditanya, Ejie bilang donk, “Sudah pernah kok nyicipin cilok 😛 “ (jie)

***

Cilok gerobak, ngga salah kok :P (doc pribadi)
Cilok gerobak, ngga salah kok 😛
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s