Kabut Jakarta

Entah sudah berapa hari ini Jakarta selalu tersenyum mendung.
Mulai dari perjalananku dari rumah hingga ke tujuan.
Aku mencatatnya baik-baik dalam ingatan dan tangkapan kameraku.
***
Pandang Jakarta tanpa editan. (doc pribadi)
Pandang Jakarta tanpa editan.
(doc pribadi)

SMESCO
June 11, 2013

Ketika pintu di lantai 16 hari itu masih terkunci, aku berdiri di depan jendela pada ketinggian yang menampakkan Jakarta seperti sebuah miniature. Kupandangi jalanan ibukota pagi itu. Penuh dengan kendaraan yang tampak mini di mataku. Jalan Gatot Subroto yang sepertinya tak pernah lelah dipenuhi para pengendara mobil maupun motor. Jika saja bisa berkata, besar kemungkinan ia akan meneriakkan roda-roda yang berada diatasnya itu. Hha..

Pada sudut pandangku. (doc pribadi)
Pada sudut pandangku.
(doc pribadi)

Kulihat jajaran gedungnya. Iya, Jakarta tampak mengkerucut rasanya. Kurangnya sisi hijau, membuat kota ini kadang terasa panas, tak sesejuk daerah yang biasa aku sambangi saat weekend. Meski begitu, tetap saja aku menyukai kota ini, entah mengapa. Mungkin juga karena 1 bintang yang tetap menyejukkanku itu, ehh….
*mabok curcol 😉

Pagi itu, saat pintu masih terkunci, aku dan kamera cantik ditanganku mengarahkan pandangan mencari sudut-sudut indah yang ingin kulihat. Kuabadikan beberapa jepretan kota sibuk yang penuh dengan kemacetannya ini. Pun di salah satu sudut bagian bawah gedung tinggi tempatku berada ketika itu.

Jadi ingat permainan monopoli ya bentuknya itu? :D (doc pribadi)
Jadi ingat permainan monopoli ya bentuknya itu? 😀
(doc pribadi)

Mencari langit biru, namun tak kudapatkan pagi itu. Hanya sibuknya Jakarta saja sepanjang mata memandang hingga di titik terkecil sekalipun. Berikut sang kabut!

Aku, memandang Jakarta yang tengah berkabut hari itu, mengingat pesona macetnya, mengarahkan tele kameraku pada sebuah titik, dan CEKREK!

Selamat pagi Jakarta yang berkabut……. 🙂 (jie)

***

*hatipun turut berkabut mengingat bintang yang tak lagi pernah kulihat senyumnya itu..

Jalan Gatot Subroto, sisi hijau di kiri jalan masih ada. (doc pribadi)
Jalan Gatot Subroto, sisi hijau di kiri jalan masih ada.
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s