Hujan, Sarung Hati dan DIA

Bila ada satu titik terang, berharap itu DIA.
Bila ada satu bintang, ingin itu DIA.
Bila benar ada KESABARAN, semoga itu DIA.
Bila ada hati yang sederhana dan tulus, DO’A kan itu DIA.
Belajar pada rinai hujan yang tak lelah jatuh ke perut bumi, latihlah sabar itu.
#andai saja bukan impian
***
Ketika sarung hati mengalung hangat leherku. (doc pribadi)
Ketika sarung hati mengalung hangat leherku.
(doc pribadi)

Puncak-Bogor
POM Bensin, Berteduh
Agustus 2013, tengah bulan

Hujan hampir reda walau rintik kecil terus saja bermain menitikkan airnya ke bumi yang tengah merangkak menyambut malam, menemani perjalanan kami hari itu.

“Ini saatnya,” hatiku membathin, tak ingin berakhir.

Melihatnya pada posisi amanku, dimana bisa bebas mengamati wajah yang kusuka, sabarnya. Anak rambut tebal di samping telinganya, menambah jelas garis wajah lengkap dengan senyum segarisnya. Segaris? Kok? Hahaaa.. itu perumpamaanku saja jika melihat senyum antengnya yang menurutku hanya berupa tarikan satu garis. Suka!

“Yuk jalan. Masih gerimis sedikit sih. Kamu ngga apa, kan?” ia bertanya. Ajakan? He-ehh… mau tak mau kuanggukkan kepalaku, setengah hati, memperhatikan gerakan badannya. Kurapatkan jaket dan sarung kotak yang dipakaikannya tadi pada perbatasan pinggang hingga ke kakiku yang kedinginan akibat hawa dingin hujan. Aku tak bersuara.

“Kamu dingin? Bawa jaket lain, ngga?” tambahnya.

Aku menggeleng. Tak ada kalimat lain yang mampu keluar dari mulut ini, hanya menatapnya, tak ingin beranjak.

“Aku masih ingin bersamamuuuuuuu…..” jerit hatiku. Kalau bisa berkaca, aku bisa membayangkan seperti apa mukaku ketika itu. Jelek, menunduk, lumayan manyun, memainkan jemari, mau ngomong tapi takut. Kalau boleh, lengannya itu kupeluk erat-erat biar ngga lepas. Tak rela? Sepertinya iya…. Benarkah?
*angguk-angguk sembunyi dibalik jaket hijaunya 😀

Aku hanya diam dalam kantukku, menikmati pundak tenang disisiku dan hangat tubuhnya yang melindungiku dari dinginnya malam berteman hujan. Kulingkari lengan kanan kukuhnya, berusaha mencari kehangatan disana.

Ia yang selalu menjagaku, memberikan perlindungan bagi hatiku yang kerap kacau, ehh… heheheee…

Salah satu sikap yang kusuka, pun tanpa kuminta. Menjagaku dari kejauhan? Pernah juga kok. Belum cerita tapinya, nanti ya? Mengingatnya pada kesadaran penuh, boleh kan? Ngga mau amnesia tentang semua kebahagiaan itu, meski kenyataannya, hati sabarnya itu entah dimana. Merasa aman dan terlindungi . Membuatku yakin bila bersamanya, tak perlu khawatir apapun. Berlebihankah? Ngga, yeeeeee….. i need it for my soul 😀

“Oooo… aku tahu. Kamu pakai sarungku saja ya? Krukupan (tutupan, red. Itu bahasanya yang kutanyakan artinya pagi tadi), biar ngga basah jaketmu itu. Supaya ngga kedinginan juga badannya. Kan lumayan, hangat,” panjang kalimatnya untukku, disertai sebuah senyuman.

Ugkhhhh… intonasi tenangnya itu, aku suka. Ada nada kesabaran di dalam tiap syair kalimat yang keluar, meninabobokkan, membuatku selalu merasa nyaman bila berada disisinya. Aargh! Semakin memberatkan langkahku untuk beranjak dari duduk. Malas kali laaaaaaahh… Err~

Ia bergerak berdiri, menolongku dengan uluran tangannya itu. Kembali, sabar yang terasa. Tuhan… jika boleh meminta, berikan sabar itu untukku… Aaaaaaammmiinn..
#do’a untuk sebuah KESABARAN

Kami  bergerak menuju motornya yang sedari tadi di parkir di depan tempat istirahat kami. Motor yang telah dibersihkannya sembari menunggu hujan reda. Motor yang diberinya kelembutan juga.

Hujan yang terus mengguyur deras, tegas pada tiap jatuhannya. Lama dan awet hingga jam menunjukkan pukul 20.00 WIB malam itu. Namun aku berterimakasih pada hujan yang melambatkan waktu agar bisa bersamanya. Kemudian gerimis pun dimulai, menambah catatan waktu kami berteduh disana. Kapan lagi? Setelah setahun minus? Aku begitu merindukan sabarnya.

Kangen, tapi kegelisahan agak menggangguku. Entah apa itu. Sebuah alarm yang biasa mengingatkanku. Lama tak hadir, yang lama bersembunyi dari keriuhan hati ini padanya. Seperti menjentikkan jari, memberiku sebuah tanda peringatan kembali. Aku tak bisa menjangkaunya. Apa itu??  Positif sajalah untuk sekarang. Mungkin hanya firasat, atau…. ahhh.. lupakan.

Diraihnya sarung kotak berwarna hijau miliknya dari genggamanku. Pelan dan telaten, diikatkannya menutupi leherku yang telah tertutup syal dan semakin menghangatkan. Ngga pernah terima perlakuan sabar begitu ya? Aku selalu jengah tiap kali menerima perlakuan sabarnya itu. Hal sepele yang bisa membuatku melayang ke suatu tempat, dimana itu?? Aku pun tak tahu. Aaaaaaaaaaakk… Tuhan, tolong!

Sarung hijau kotaaaaaaaaaaaakkk….. aku sayang yang memilikimu. Nanti kalau jalan-jalan lagi, ikut lagi ya? Biar kembali dipasangkannya dirimu padaku yang tak kuat dingin ini. Aku mauuuu… aku mau.. 🙂

Okeee… cukup!

Ceritanya sudah bingung, fokus kemana. Tadinya kan mau cerita tentang sarung kotak hijau itu. Lalu, kemana ide itu? Hilang begitu sajakah? Ahhh… ini pasti karena imajinasiku akan hujan dan DIA yang tak ada???

Jadi ini cerita benar atau ngga? Aku mau benar ada, mengenai hujan, sarung, sabar dan DIA yang menyentuh hatiku. DIMANA DIA?? Aku kehilangannya sesaat tadi dalam lelap tidur siangku di meja depan kompi ini. Hoooooo?? Is it? 😛 (jie)

#jika BINTANG tetap bersama

***

Ngimpi???!? (doc pribadi taken by Lidya)
Ngimpi???!?
(doc pribadi taken by Lidya)

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s