Singapore: Mr or Mrs? [Subaru-1]

Tim Indonesia tiba di Elizabeth Hotel, tempat dimana seluruh kontestan Subaru Challenge The Asian Face Off akan menginap selama bertanding.
Eheemm… hari pertama saja sih tidur di hotel tersebut, setelah drop out ataupun hari terakhir jika masih beruntung tetap berada diΒ  halaman Ngee Ann City, Takashimaya.
Pembagian kamar pun dilakukan oleh pihak hotel.
Demikian pun aku.
Tetapi terjadi kesalahpahaman menyangkut diriku, lalu….
Ihh, baca saja deh biar penasaran!

***

Choose my bed (doc pribadi)
Choose my bed
(doc pribadi)

The Elizabeth Hotel, Singapore
October 25th, 2013

Ruang pembagian kamar kontestan ini tak seberapa luas. Tertata rapi dan bersih. Kesan elegan tertangkap pada dominasi warna putih, coklat dan hitam menghiasi interior ruangannya. Di pintu masuk dengan bukaan dua pintu, tersedia minuman dalam dispenser. Ada teh dan kopi pada meja prasmanannya.

Di dalam, kursi ala kelas yang berkain putih tersusun rapi dengan meja di depan sebagai tempat registrasi kamar kontestan. Disisi kiri kursi terdapat hidangan air minum dalam kemasan (mineral) dan air minum soda (kaleng) yang dingin. Wah, tentu saja, kami menyerbu air minum tersebut, mengingat di Singapore, air minum adalah barang mahal. Bagaimana tidak, air minum disana itu import, sangat jarang bisa mendapatkannya secara gratis, kecuali di tempat tertentu yang menyediakan air minum keran yang bisa diminum langsung. Contohnya di bandara.

Karena kami, tim Indonesia paling dulu tiba, jadilah nama-nama kami dipanggil dan diberi kunci masuk kamar hotel. Satu kamar diisi oleh dua orang dengan single bed. Satu persatu dari tim Indonesia telah mendapatkan kunci ruangannya. Masih 4 orang lagi yang belum mendapatkan kamar. Termasuk aku. Seperti biasa, selalu mendapat urutan paling akhir.

Begitu tiba giliranku dipanggil, “Mr. Rezi, Indonesia.”

Aku bengong, begitupun teman-teman Indonesiaku yang masih berada disana. Kami saling melihat, sadar, lalu ngakak habis. Bruaahhahaah… tak dimanapun berada ya? Kukira, hanya di Indonesia saja namaku itu disangka lelaki, ternyata, luar negeri pun mengira jenis kelaminku laki-laki.

Aku segera menghadap si ibu yang memanggil namaku dan menjelaskan bahwa aku sebenarnya, PEREMPUAN. Si ibu tersenyum ketika melihatku, menyadari kesalahpahaman yang terjadi dari panggilannya.

“Owhh… sorry. I thought you’re a man. “

Aku tak mempermasalahkannya. Ia pun menanyakan, apakah aku keberatan jika sekamar dengan teman Indonesia ku yang laki-laki atau mau ditukar? Aku dan Jhon sepakat untuk sebaiknya kami tidak sekamar dengan alasan lebih nyaman bila perempuan dengan perempuan dan lelaki dengan lelaki. Alasan lainnya, istri Jhon juga akan datang ke Singapore menyaksikan Jhon bertanding. Heheheeee… Cari aman sajaaaaaa πŸ˜›

“Oke, we’ll fix it. Wait a moment, please,” kata si ibu.

Setelah lumayan menunggu, akhirnya kami memperoleh kamar kami masing-masing. Aku mendapat kamar 418 di lantai 4 satu lorong dengan teman-teman Indonesiaku. Sementara Jhon mendapat kamar 307 di lantai 3, pisah lantai dengan kami.

Permasalahan selanjutnya yang timbul adalah, kami ditempatkan bersama teman Subaru dari tim China. Aku sih tidak apa-apa dan juga tidak banyak permintaan. Bagiku, semua teman dari negara manapun, kurasa punya nilai cerita tersendiri. Berteman dengan banyak orang dari beda negara dan ras itu kan seru. Kan bisa bertambah tempat singgah dalam daftar traveling ke luar negeri ya?? Horeeeeee…… Aku suka!

Jhon, ia merasa bingung harus bagaimana bila berkomunikasi jika bukan dengan orang Indonesia atau Melayu. Soalnya Jhon ngga bisa bahasa Inggris. Hihiiihi…. lucu deh si Jhon. Alhasil, Jhon bertukar tempat dengan Toni yang pernah bersekolah di China dan bisa berbahasa Mandarin juga Inggris. Satu nilai plus buat Toni. How lucky you are, Toni.

Karena tim China belum datang, jadilah kami menempati kamar tesebut seorang diri. Leganya berada di kamar. Bisa memilih kasur mana yang akan ditempati. Asiiiiiiikkk….

Kamarku ini menghadap kolam renang biru di bawah sana yang tidak sempat aku cicipi untuk nyemplung didalamnya. Kamar ini terbilang adem dan bersih. Dihiasi dengan warna putih. Kasur yang nyaman dengan 2 bantal super empuk. Wiiii…. bisa bikin tidur malam nyenyak deh menyambut hari besar di pertandingan esok.

Aku memilih kasur yang bersebelahan dengan meja kerja dan dekat jendela. Selain itu, jeda di dekat kasurku itu agak luas, bisa buat aku shalat. Hitungannya akan sangat jarang diinjak-injak karena para cowok akan sangat jarang berkumpul di kamarku, jadi bersih. Kasur kami hanya dipisahkan oleh sebuah meja telepon dan lampu tidur.

Weeeii, jam makan malam dan janji makan bersama hampir tiba. Segera aku mandi dan bersiap kumpul di kamar sekretariat. Kamar sekretariat Indonesia itu di ruang 416. Itu kamar yang ditempati oleh Ari dan Jhon. Boleh mengacak-acak sesukanya. Kumpul berisik juga tidak apa kok. Kenyataannya memang begitulah kami. (jie)

***
#tunggu cerita Ejie selanjutnya yaaa… mau tidur, ngantuk saya πŸ˜›

Tampak dari pintu masuk (doc pribadi)
Tampak dari pintu masuk
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s