Coklat Diskon Seandy

Janji ketemu saja susah.
Maklum, doski terbilang orang sibuk yang hobi traveling.

Baru 3 hari di Jakarta, lusa berangkat lagi ke Indonesia bagian lainnya.

Minggu ini di Indonesia, minggu depan dengar kabar, sudah di luar negeri.

Beeehhh, orang sibuk -_-

***

The chocolate (doc pribadi)
The chocolate
(doc pribadi)

Kamar Nyaman Jakarta
Desember 04th, 2013

Pesanan pada Posting

Seandy. Ia adalah teman hitchingku sejak awal bersama om Harr gondrong yang rempong. Seandy ini jago diving, soalnya om Harr kalau ada informasi yang berhubungan dengan laut, menyelam di kedalaman, selalu mention Sean atau Firsta. Mereka berdua ini tampaknya sangat berpengalaman di bidang yang satu itu. Tapi di cerita ini, Ejie bukan mau bicara soal laut, hal lain yang jauh dari kegemaran Ejie itu. Kali ini, berkaitan dengan kesukaan Ejie lainnya menyangkut cemilan, yaitu coklat dan syal.

Begitu lihat postingannya di salah satu sosial media sedang berada di Orchard, Singapore, Ejie langsung komen. Yang paling diingat adalah coklat yang cepat banget habisnya kalau sudah tiba di rumah.Selain itu, keperluan perlindungan tubuh dari udara dingin pun menjadi rikuesku padanya.

Obrolan panjang yang tak selesai pun terjadi. Rikues yang Ejie inginkan, akhirnya di upload juga agar ia tak salah membelinya. Lalu ada juga komen lainnya dari teman Subaru 2010 lalu, karena coklat yang Ejie suka itu, dia yang memperkenalkannya padaku. Sugeng namanya.

Coklat incaran Β itu memang agak sulit mencarinya. Kukatakan pada Sean agar mencarinya di Mustafa, sebuah pusat perbelanjaan juga menyediakan berbagai keperluan dan kebutuhan. Lengkap kusebutkan berikut harganya. Alternatif lain pun kujelaskan. Entah Sean mencari pesananku itu dimana.

Pesanan keduaku adalah syal. Mudah sih mencarinya, soalnya lokasinya toko yang kusebutkan itu di lokasi favorit pelancong. ION Orchard. Dengan mudah Sean bisa menemukannya. Setelah berhasil memperoleh pesananku, Sean memostingnya di chat room. Lalu memberitahu kapan mau diambil setelah ia pulang ke Indonesia.

***

2 minggu semenjak kepulangannya, kami tetap belum bertemu. Aku yang tak bisa karena terbentur jam kerja, atau Sean yang gantian tak bisa. Hingga Β tadi malam, diputuskan untuk bertemu Sabtu atau Minggu saja yang tidak ada jam kerja, dengan catatan salah satu dari kami tidak ada acara.

Hissshh… memangnya bisa ketemu gitu?? Kalau weekend justru bukannya malah dimanfaatkan oleh jalan-jalan tanpa rencana ya, Jie? Hehee… makanya lihat sikon juga, bisa atau ngga ketemunya. Ya sudahlah, pasrah saja menunggu waktu luang.

***

Smesco, Jakarta
Desember 05th, 2013

Cek PR Keuangan

Jam makan siang yang sudah lewat, datang yang kesiangan karena harus mennyelesaikan beberapa urusan, membuatku tak bisa datang on time hari ini. Jadilah begitu duduk di kursi putarku, hal pertama yang kucari di folder tersebut adalah ANGKA. OMG!

Aiiihh…. otakku mulai mumet menghadapi komputer yang penuh dengan angka-angka. Di depanku, berkas laporan keuangan demi laporan akhir tahun ini harus kuselesaikan. Laporan ini seperti tak ada habisnya. Minggu ke minggu kepalaku kerap mengalami pusing berkepanjangan. 2 bulan ini mulai terasa. Sungguh, adakah obat agar berteman dengan angka yang tak kusuka? πŸ˜›

Tiba-tiba~

Aku mencari sumber suara yang kudengar. Sebuah lagu tentang awan yang kusuka. Lupa aku taruh dimana ponsel tadi. Hha…. ketemu! Nomor yang tak kukenal. Kuangkat, takut kalau penting.

β€œYaaa…” sahutku.

β€œEjie ya?” suara diujung sana.

β€œSiapa ini?”

Suara itu menanyakanku, lalu aku segera mengenalinya, β€œSean! Hahaaa…. Ejie tahu ini Sean. Ada apa?”

β€œHeheh… aku arah ke Smesco, Jie. Ketemu disana ya?” ujarnya.

β€œWahh, coklat Ejie datang ya, Sean?” sumringah, dudukku langsung tegap, ngga jadi lesunya. Angka-angka menghilang dari pandanganku.

β€œLima menit lagi sampai. Atau kalau sudah di parkiran, Ejie turun ya?”

β€œOke Sean,” klik. Telpon kututup. Nyengir-nyengir, ences kan Ejieeeee.. Sabar ya, bedug maghrib masih disana, di ujung rindu πŸ˜€

***

Kriiiinngg….

Lagu di ponsel berbunyi kembali. Nomor yang sama dan kuangkat, β€œYa, Sean?”

β€œDi Sevel, Jie,” Sean mengabarkan posisinya.

β€œSip, Ejie kesana. Daaaahh….” aku izin pada mba di seberang kursiku dan bergegas turun.

***

Sevel Pancoran
Pukul 14.05 WIB

Meleleh

Berisik. Padahal hanya aku dan Sean, tentunya ada juga sih orang lain. Heheeeh… bawaan lama ngga bertemu dan sudah kepengin sama pesananku itu lho??!

Waaks?! Maaf Sean, Ejie kangen sama coklatnya siiiiihh..
*shakehand, maapan

Kami saling bercerita. Sean mengawalinya dengan menawariku makan siang, tapi Ejie sedang puasa, jadi ngga ikut makan. Lalu…

β€œJie, coklatnya ini aku lupa keluarin. Nginap di mobil sudah 4 hari. Kena panas, jadi kembung, Jie,” muka Sean, Ejie hafal banget tuh muka usil.

β€œIhh, pasti meleleh deh, Sean. Ngga niat ni beliinnya. Potong harga kalau gitu yak?” gurauku.

Sean makan, aku tetap berceloteh. Kubuka kotak coklat berwarna hijau tersebut dan melongo kedalamnya. Lengket?? Otomatis nih cemprengan keluar ngga sengaja.

β€œSeaaaannn… tuh kaaann… liat deh,” mewek ahhhh..

β€œWaahahaaha…. sorry, Jie, sorry. Kelupaan, gimana donk?” mukanya noh ngga berubah.

β€œDiskon,” aku usil.

β€œYa sudahlah, gratis deh buat Ejie,” akhirnya Sean menyerah. HOREEeeeeee

Karena Ejie puasa dan ngga bisa mencicipi coklat enak itu, Sean pun mencobanya setelah makan. Tapi kemakan sama kertas pembungkusnya karena lengket juga coklatnya. πŸ˜€ Yaaaaahh…. begitulah ceritanya utk coklat dan syal pesanan Ejie itu. Deal, 2 dollar Sing ejie keluarkan dari dalam dompet. Bayaaaaarrr….

Terima kasih untuk coklatnya yang diskon banyak ya, Seaaaaaann.. πŸ˜› (jie)

***

Pay for fun (doc pribadi)
Pay for fun
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s