Getuk: Aku Anak Singkong

Makanan sederhana yang selalu ada di jajanan pasar ini, memang khas di Indonesia.
Bahannya mudah didapat karena dapat tumbuh dengan mudahnya.
Mengolahnya menjadi camilan pun tak sulit.
Intip sedikit yuk cerita si getuk ini.
***
(doc pribadi)
(doc pribadi)

GETUK TRADISIONAL

Makanan khas daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur ini sepertinya telah membumi. Tidak hanya di Jawa saja, tetapi getuk yang murah meriah ini sudah menempati (mungkin) hampir keseluruhan nusantara tercinta, Indonesia. Hanya nama saja yang agak berbeda meski pembuatannya sama.

Aku menemukan getuk ini di Makassar, Sulawesi Selatan pada suatu acara yang kuhadiri. Bentuk yang sama, garnish yang sama, rasa yang sama. Getuk memang tiada duanya.

***

Getuk ini berbahan utama singkong.

Pembuatan getuk biasanya:

  1. Mengukus/merebus singkong
  2. Menumbuk/menghaluskan lalu digiling
  3. Beri gula sebagai pemanis
  4. Beri parutan kelapa bila suka

Agar lebih lengkap, bisa baca disini.

Dulu, mamanya saya, sering bikin kue. Salah satunya ya getuk itu. Walau kami bukan orang Jawa asli, tapi mama sering membuat kue sendiri. Maklum, anak-anaknya pada doyan ngemil, heehehee…

Getuk yang mama buat itu ada 2 macam:

  1. Getuk yang ditumbuk kasar lalu diberi taburan gula atasnya
  2. Getuk lindri, ini yang halus, diberi gula dan diadon langsung bersama singkong, dan dihias dengan parutan kelapa.

Enak. Sampai sekarang pun, ditambah Ejie ngga bisa makan nasi, kadang dibuatin mama getuk ala kadar.. 😀

***

ADA GETUK GORENG

Ejie ngga tahu kalau getuk itu asalnya dari Kota Magelang. Banyak yang bilang begitu. Ejie searching pun, kata om google, getuk dari Magelang. Mungkin di perjalanan Ejie selanjutnya, perlu mencari tahu asal usul si getuk kali ya biar menambah cerita di memori Ejie ini.

Kalau penasaran, ini Ejie kasih link mengenai asal-usul getuk yang Ejie temukan di om google.

Cek this one —-> http://www.mytrans.com/video/2013/05/09/50/73/218/9987/asal-usul-nama-getuk

Dan berikut, Ejie temukan juga tulisan Niza, Siswi SMPN 7 dari Kota Magelang yang menulis tentang GETUK.

Hmm.. Ejie juga ngga tahu kalau ada getuk goreng. Yang Ejie tahu dan tetap enak di lidah itu, tetap saja getuk tradisionil yang sudah lekat di ingatan Ejie. Sampai sekarang masih saja penasaran dengan rasa getuk goreng itu seperti apa sih?

***

GETUK MASUK MALL

Seiring waktu, perjalanan getuk pun mengalami peningkatan. Kini getuk dapat diperoleh dengan berbagai warna. Bisa diberi pewarna makanan bila suka, maupun pewarna langsung dari buah-buahan atau makanan yang mengandung warna spesifik seperti ubi ungu sebagai campuran. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan cita rasa yang berbeda dari getuk.

Umumnya, getuk dapat dibeli dari pedagang keliling yang kadang lewat di depan rumah atau di pasar tradisional. Kini getuk pun dapat dijumpai di toko-toko kue, bahkan mall. Keren ya?

Harganya mungkin relatif karena pemilihan tempat dan kemasan saat membelinya. Di pasar tradisional yang lebih mudah dijangkau kocek, bisa sedikit berbeda dengan harga getuk yang terpampang di toko kue dalam mall. Okeee… harus pintar memilih untuk perut dan rasa ya teman-teman 😀 .

Sedap kan terlahir sebagai penduduk asli Indonesia.. 😉 (jie)

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

14 thoughts on “Getuk: Aku Anak Singkong”

  1. kalo dikampung saya, gethuk lindri tu dijajakan keliling pake gerobak sambil penjualnya nyetel musik dangdut kenceng2… sekarang kebetulan merantau di minang, masih nemu gethuk sih… cuman udah gak ada dangdutannya lagi… 🙂

      1. enggak ada musiknya sih… biasanya dijajakan pake becak motor yang udah dimodif gitu bareng ma makanan kecil yang lain… ada yang pake musik traditional saluang tapi itu yang dijual sejenis cincau atau kalo disini namanya “aie aka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s