Belajar Karinding & Celempung Kasunda

Buah tangan yang Ejie peroleh dari hasil hitchhiking ke Kampung Cihuni Badega Gunung Parang merupakan hal yang tidak terbayarkan.
Bukan berbentuk benda, namun sebuah seni.
Seni yang dapat dipelajari dengan spontan.
Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya.
Dan langsung bisa!
Sayangnya, tampilan kami yang membawakan lagu KUBURAN BAND lupa divideoin.
Hissshhh… nyesel!
***
Alat musik sunda (doc pribadi)
Alat musik sunda, Celempung
(doc pribadi)

Kampung Cihuni
Januari 01, 2014

Awal tahun yang baik menurut Ejie. Hitchhiking yang sukses pulang pergi dengan Rp 0,- gratis kendaraannya serta berhasil latihan alat musik Sunda dengan hanya 5 menit. Ahh moso?? Mana ada belajar alat musik yang cepat dan instan begitu? Kenyataannya memang Ejie belajar dan bisa diwaktu yang berbarengan.

Saat itu kelompok musik Kasunda yang berasal dari Rancaekek, Bandung, memang sedang berada di Desa Sukamulya tersebut, tepatnya Kampung Chuni Badega Gunung Parang. Mereka mengisi kesenian Kasunda pada Festival Rakyat Badega Gunung Parang yang dilaksanakan pada 31 Desember 2013-01 Januari 2014. Kesenian Kasunda sendiri terus berada disana hingga tanggal 05 Januari 2014 guna mengukuhkan bahwa wisata Kampung Cihuni itu tetap erat kaitannya dengan kesenian Sunda.

Alat musik yang disebut dengan nama karinding, goti dan celempung ini, keseluruhannya terbuat dari bambu. Dari alat musik tepuk, tiup, suling, maupun yang pukul, semua berbahan bambu yang sudah diatur sedemikian rupa bunyi-bunyiannya. Tebal tipis tabung satu dengan lainnya berbeda untuk menghasilkan nada suara yang sesuai dengan tangga lagu.

***

  • Mengenal Alat Musik Bambu Kasunda

KARINDING

Karinding ini bentuknya hanya sepanjang satu telapak tangan saja. Pipih dan terdiri dari 3 lekukan di pinggir dan tengah badan alat musik tersebut. Terdapat sela diantara tiap senarnya (apa itu sebutannya?) untuk menghasilkan suara seperti hentakan bass.

Abah Koko memainkan karinding (doc pribadi)
Abah Koko memainkan karinding
(doc pribadi)
Belajar karinding (doc pribadi)
Belajar karinding
(doc pribadi)

Teman Ejie yakni Kabund Ibeth juga Ramdan, belajar alat musik tiup ini. Karinding agak sulit latihannya,Β  karena menggunakan tenggorokan dengan membuka tutup lubang pernapasan (cmiiw). Ejie agak ngga terlalu tertarik dengan tiup-meniup karena bermasalah dengan tenggorokan, amandel, meski melihat alatnya, ngegemesin sih.

Selain ditiup, alat musik ini juga ditepuk pinggirannya pada saat kita meniupkannya.

SULING

Seperti pada umumnya suling, alat musik ini pun ditiup dan memiliki tabung serta lubang pada atas badannya.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

GOTI

Goti ini panjangnya sekitar 2 meter. Untuk meniupnya dibutuhkan nafas yang panjang dan sepertinya menggunakan suara perut. Bentuknya dari lubang kecil hingga melebar ke bawahnya.

Goti (doc pribadi)
Goti
(doc pribadi)

CELEMPUNG SENAR 3 & 4

Celempung yang dibawa ketika tampil di Festival Badega Gunung Parang, ada 2 macam, yaitu senar 3 dan 4. Bentuknya sama, hanya beda di suara yang dihasilkan saja.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Teteh guru (lupa namanya) yang mengajarkan Ejie alat musik celempung senar 3 (catatannya ketinggalan di rumah, hhe) menjelaskan alat yang Ejie pakai untuk latihan. Alat tersebut berupa tabung bambu yang bolong di tengahnya agar mengeluarkan suara hampir seperti bass untuk membulatkan suara dari hasil ketukan yang kita lakukan diawal yaitu, Go’ong. Kegunaan bolong pada tabung bambu tersebut disebut efek suara.

Sementara diatas tabungnya, bagian badan bambu dibuat dengan menyerut sedikit bagiannya sehingga menyerupai senar. Jumlahnya ada 3. Masing-masing, jika kita memberi ketukan pada tiap senarnya akan mengeluarkan suara yang berbeda karena ketebalan senar yang dibuat. Untuk melengkapi ketukan yang berjumlah 8 nada, maka pada ketukan ke 4, diarahkan pada bagian bawah badan senar yang juga digunakan sebagai nada dan dihitungan ke 8 diakhiri dengan memukulkan Go’ong.

Cara memainkannya hanya dengan mengetukkan senar dimulai dari Go’ong, lalu beralih ke senar ke 2, ke 3, ke 2, ke 4, ke 2, ke 3, ke 2 diakhiri Go’ong kembali.

Tidak perlu lama kok untuk mempelajarinya, cukup 5 menit, sambil praktek, langsung bisa.

Mungkin pertama mengetukkannya kita akan mengingatnya dengan cara menghitung ketukan. Lama-kelamaan ikuti saja alurnya, gunakan rasa seni dengan menikmatinya dan voila, you did it well! πŸ˜‰

Belajar Celempung —–> …

Sebagai penutupan, dari 8 orang yang belajar mendadak karinding dan celempung, 3 orang diantaranya menampilkan sebuah lagu dari Kuburan Band berjudul Lupa-lupa Ingat (benar ngga judulnya?? hehehee…). Mereka adalah bu Pipit, Ramdan dan Ejie! Yippiiiiiiee..

Thank’s teteh guru dan Kasunda. Kalau ke Bandung, Ejie mampir deh buat latihan lagi. (jie)

***

(doc pribadi)
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

18 thoughts on “Belajar Karinding & Celempung Kasunda”

      1. keknya temen ejie, kabund itu mw ajak anak2 asuhnya deh akhir bulan jan atau awal feb. kl winny ikut, sekalian ejie bilangin. atau winny mau kontak langsung ke kabund juga boleh kok πŸ˜‰

        gimana?

  1. hallo ejie salam kenal saya kimung, saya sedang menulis buku sejarah karinding priangan. saya ijin kopi share pengalaman ejie ini yaa untuk di buku :))) haturnuhuunn

    1. Hai kimung,

      Tolong dicantumkan nama penulis sebenarnya ya kalau di copas. Dan kl ud ada buku sejarahnya, nanti mention ejie yaaa.. mau baca πŸ™‚

      Terima kasih…

    2. hallo kimung….

      kalau kopi share pengalaman ejie, tolong disebut juga ya penulisnya. biar ngga asal jiplak gitu. hhehhe

      bisakah bukunya dikirim ke alamat ejie?

      nuhun kimung..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s