Wonderful Indonesia: Permadani Daratan Biru, Saonek Raja Ampat

Mungkin sengaja membuka album foto 2012 lalu.
Kangen Indonesia Timur, langit, udara yang penuh dengan aroma laut, pagi dan senja, serta kebisingan teman-teman Sail Morotai di KRI Surabaya 591.
Terbayang olehku ketika kami, berceloteh gembira dipantulkan oleh kapal cepat bermuatan 40 orang milik TNI AL itu melaju dengan kencangnya menuju salah satu pulau kecil yang berada di wilayah Raja Ampat.
Waks?!?? Raja Ampat?
Kesana tujuannya??
Yap yaaaappp….
*nyemplung sedap! 😀

***

Gugusan Kepulauan Raja Ampat, Waiyag yang dilalui KRI Surabaya 591 saat Sail Morotai 2012 lalu. (doc Atod, Kalbar)
Gugusan Kepulauan Raja Ampat, Waiyag yang dilalui KRI Surabaya 591 saat Sail Morotai 2012 lalu.
(doc Atod, Kalbar)

KRI Surabaya 591, Perairan Raja Ampat
September 2012

Pulau Saonek Indah

Ejie lupa sih, kapan tepatnya berada disana, salah satu kepulauan yang masih mengitari gugusan Kepulauan Raja Ampat. Meski tidak berada di jantung Raja Ampat, aroma laut yang terhampar dari sekitarannya saja, sudah cukup membuatku mengatakan bahwa, kaki lambatku ini sudah menginjak Raja Ampat.

Ahaaa… It’s a Wonderful Indonesia blessing! Meski hitungannya, aku terlahir di tanah Papua, tepatnya Kota Sorong, menginjakkan kaki di Raja Ampat yang sangat booming berkat pesona dunia bawah lautnya, aku sungguh terpana.

Bagaimana tidak, pemandangan menyejukkan sepanjang perjalanan yang dihiasi dengan biru, hijau, tosca dan putih itu, menyegarkan bathin. Percikan air yang menampar lembut mengenai pipi, sampai juga mengenaiku. Whoaaaaa… tak sabar! Aku celingukan memelototi hamparan permadani pemandangan tersebut.

Bersyukur karena keberuntungan dan kesempatan langka menyertaiku. Iya, bersama teman-teman dari 33 propinsi, kami berkesempatan menjejakkan kaki, eheeemm… diri kami tepatnya di kepulauan yang menjadi impian banyak orang, terutama pecinta wisata bahari.

Pulau Saonek Indah tujuan kami. Memang hanyalah pulau kecil, tapi jangan salah lho? Pulau Saonek ini pernah menjadi ibukota sementara Kabupaten Raja Ampat sebelum dipindah ke Waisai. Disini, sudah tersedia sekolah, pembangkit listrik bertenaga diesel dan tenaga surya, serta tempat beribadah. Kantor Polisi juga ada disini, lupa Ejie memotretnya 😀 . Maklum, masih terlongong-longong bisa berada disana. Luas pulaunya pun tak lebih dari satu hektar.

Kecil yang cabai rawit? Saoneklah jawabannya. Bagi para diver, freediver atau snorkeler yang biasanya ingin mencari spot menyelam menikmati keindahan bawah laut di Pulau Waiyag, akan singgah di Pulau Saonek terlebih dahulu. Potensi keindahan Saonek pun tak kalah dengan pulau-pulau lainnya yang berada di gugusan Kepulauan Raja Ampat. Habitat lautnya juga bagus.

Tempat mandi yang disediakan warga setempat. Airnya bersih dan segar, lho? (doc pribadi)
Tempat mandi yang disediakan warga setempat. Airnya bersih dan segar, lho?
(doc pribadi)

Di Saonek ini, rumah-rumah sederhana tampak berjajar rapi dengan hamparan pasir putih halus di sekitarnya. Penduduknya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Selain itu, lumayan tampak beberapa warung yang tersedia disana, sehingga memudahkan kami yang ingin jajan camilan ringan. Mereka pun ramah pada kami yang datang ke pulau. Terbukti ketika kami puas bermain air, snorkeling dan diving di pulau tersebut, mereka menawarkan kamar mandinya untuk dipakai membersihkan badan. Gratis lho, tidak dipungut bayaran apapun oleh si empunya rumah. Boleh bayar juga sih kalau mau. Anggap saja berbagi rezeki dengan penduduk disana, sekadar dan seikhlasnya saja.

Oia, mereka juga menawarkan memasakkan kami makanan ringan seperti mie instan plus telur seharga Rp 5.000,- per porsinya. Baiknya lagi, karena kami ramai meski dibagi di beberapa perumahan yang ada, antrian memasak itu selalu saja ada dan panjang! Wahahahahhh…. Jadilah, ibu memperbolehkan kami memasak sendiri mie instan dan telur yang dibeli. Catatannya hanya harus mencuci piring yang sudah dipergunakan. Baik tokh, ibu pemilik rumah??Naaaaahh… cara lainnya, tentu saja jajan camilan di warung yang tersedia pada deretan rumah penduduknya. Lebih praktis kan, tanpa rasa sungkan?

Tidak usah jauh-jauh deh, dari batas dermaga kami diturunkan saja, pemandangan apik sudah terlihat jelas dari sana. Air yang tenang berwarna tosca, seakan menarikku untuk segera berendam di dalamnya. Anak-anak kecil yang bermandikan air laut, tertawa ceria di sisian pasir pantai. Perahu-perahu yang siap menyambut kami, tak kalah, ikan-ikan yang bergerombol pun sudah mengucapkan salam selamat datang pada kami siang itu. Indahnyaaaaaa…..

Pemandangan tosca dengan gerombolan ikan di bawah dermaga Saonek. (doc pribadi)
Pemandangan tosca dengan gerombolan ikan di bawah dermaga Saonek.
(doc pribadi)

***

Susur Kiri Pulau

Kata orang, seperti namanya, Saonek ini indah senjanya. Matahari golden sunsetnya bisa memantulkan sinar senja yang tak terlupakan. Kami tak sampai sore waktu itu, karena harus tiba di kapal sesuai dengan jadwal yang telah ada.

Karena tergila-gila pada laut, aku tidak mengelilingi daratan yang ada di pulau, tetapi lebih kepada mengintip dan menyapa ikan juga terumbu karang bawah lautnya! Haaahhaha…. padahal hampir sebulan ya kami berada di lautan luas Indonesia bagian Timur ini, tetap saja tidak membosankan.

This slideshow requires JavaScript.

Dari dermaga dimana kami diturunkan, aku dan beberapa teman dari propinsi yang berbeda, mencari spot snorkeling yang berbeda. Bayangkan saja, sekitar 430 peserta sail, panitia, pendamping, serta crew KRI Surabaya 591, semua tumplek berada pada pulau tersebut. Bagaimana tidak riuhnya kami disana.

(doc Adhi Watashiwa, Kalimantan)
(doc Adhi Watashiwa, Kalimantan)

Daerah dermaga saja sudah penuh oleh mereka yang tidak ingin melewatkan kesempatan untuk segera menceburkan dirinya meski hanya berenang cantik di tepian 🙂 . Aku dan teman-teman lain, mencari spot agak ke sisi kiri pulau jika berjalan dari arah dermaga.

Kami melewati jembatan kayu yang sudah mulai lapuk dan sedikit rusak dengan sebuah pangkalan BBM yang tertutup, tetap dengan pasir menghampar halus di jemari kaki.

(doc pribadi, taken by Adhi)
(doc pribadi, taken by Adhi)

Menyusuri diantara rumah penduduk, banyak terlihat anak-anak kecil berambut ikal dengan senyum lebar memperlihatkan gigi putih mereka. Berfoto sejenak bersama mereka yang, hahahaaa… mengikuti gayaku. Lucu! Aku berbincang dengan mereka. Logat khas yang kental, membuatku tersenyum mendengar ocehan mereka.

“Kakak, aku mau diambil gambar foto sama-sama. Kakak lucu e begitu,” celetuk salah seorang anak berbaju kuning diikuti teman-temannya yang langsung berpose ketika Sekar temanku mengarahkan kamera ke arah kami. Tertawa lepas, kami menikmati masa itu.

Pasir putihnya beterbangan dihembus angin terik nan sejuk. Ahhh…. udara laut yang kusuka! Ayoookk.. segera cari spot snorkeling kita, teman-teman…..

Bersama anak-anak Saonek yang mengikuti gayaku, hahahaaaa (doc Sekar, Bogor)
Bersama anak-anak Saonek yang mengikuti gayaku, hahahaaaa
(doc Sekar, Bogor)

***

Pasir Menggunung dan Terkesima

Yipiiiiiee…. Sekar, Dayu, Rainy, Warda, Desi, Putri, Paklek Adhi, Pakde, Bahri, Ichwan, aihh…. banyak juga deh yang bersama kami memanfaatkan moment, mencari spot snorkeling.

Rainy di gundukan daratan diantara perairan Pulau Saonek. (doc Rainy, Thailand)
Rainy di gundukan daratan diantara perairan Pulau Saonek.
(doc Rainy, Thailand)

Akhirnya, spot yang kami inginkan sudah ditemukan. Hei, apa itu?? Sebuah daratan tampak sedikit membumbung di tengah-tengah perairan Pulau Saonek. Cantik. Pasir putihnya yang bersih, membentuk pulau kecil itu, tampak seperti sebuah permadani berwarna putih dari bibir pantai tempatku berdiri.

Yap, kami memutuskan untuk snorkeling di seputarnya. Kami melewati air untuk menuju ke permadani daratan di tengah sana. Air hijau dangkal dengan pasir lembutnya yang tampak dari atas, sedikit buram terkena langkah-langkah kaki kami yang tak sabar ingin segera menyelam. Hanya sekitar lutut orang dewasa saja. Makin ke bumbungan permadani daratan itu, air mencapai pinggang, lalu akan normal kembali sebatas mata kaki. Permadani daratan di tengah perairan itu, bisa terlihat jika air sedang surut. Kami menyerbu daratan kecil itu tentu saja. Apalagi kalau bukan berpose! Hihihhhii

Oia, karena ada pecahan karang, sebaiknya saat jalan ke gundukan pasir daratan itu, gunakan saja booties atau yang simpel ya sandal gunung jika hanya bermain-main saja disana.

Untuk yang membawa gear sendiri keperluan snorkeling seperti fin, snorkel dan masker, bisa asik berlama-lama bermain, mengintip, menyapa dan menikmati keindahan bawah laut di sekitar spot tersebut. Kedalamannya 3-5 meter. Lumayan kan bisa menyelam bebas. Soalnya kalau ingin diving, gear terbatas dan hanya yang sudah mempunyai licence saja yang diperbolehkan crew kapal untuk melakukan diving. Itu pun bergantian per setengah jam sekali. Tapi ya namanya kalau sudah liat bawah laut mah, yang ada bablas saja dari waktu yang ditentukan. Ingat, tapi dilupa-lupain. Heheheeheee…. Kasihan yang antri, kaliiiiiii 😀

Sebelum nyemplung ke gundukan daratan di tengah perairan Saonek. (doc Sekar, Bogor)
Sebelum nyemplung ke gundukan daratan di tengah perairan Saonek.
(doc Sekar, Bogor)

Lucky me have gear. Bisa menikmati secara langsung Wonderful Indonesia bawah lautnya pulau kecil Saonek Indah di kepulauan Raja Ampat ini. Awalnya sih hanya snorkeling cantik diatas saja, melihat-lihat terumbu karang, soft coral dan ikan-ikan yang ramai berseliweran di bawah sana. Airnya masih terbilang hijau tosca. Lama-kelamaan, mataku mulai penasaran dengan warna biru menggoda di sisi lainnya. Aku terus menelusuri mengikuti arah mata yang terus takjub tak lepas dari pemandangan bawah laut Pulau Saonek. Memang, kami tidak diperbolehkan snorkeling terlalu jauh dari jangkauan bagi yang hanya memiliki gear seadanya tanpa tabung. Terlalu riskan bagi yang menyelam tanpa buddy. Aku tahu batasan seperti apa jika harus menyelam, jadi juga tidak mengambil resiko berenang di kedalaman yang tidak terjangkau olehku.

Terumbu karang di kedalaman 5 meter. (doc pribadi)
Terumbu karang di kedalaman 5 meter.
(doc pribadi)

This slideshow requires JavaScript.

Ihhh, iiihhhhh…

Ikan-ikannya yang berwarna-warni! Airnya juga biru dan tenang. Aku semakin penasaran, ditambah tampak dari mata minusku ini, kejauhan pada kedalaman air, aku melihat beberapa teman yang diving. Mereka asik melihat keindahan yang tampak oleh mata mereka dan terbantu oleh tabung udara yang menggantung di punggungnya.

Hmmm…
Triiiiiiiinnngg… jadi teringat pada menyelam-di-kedalaman-embun-dodola yang juga mempunyai keindahan alam bawah laut serta air yang bening ^_^ .

Hamparan elok terumbu karang (doc Kak Agus, Palembang)
Hamparan elok terumbu karang di kedalaman 5-7 meter. Gambar diambil pada saat melakukan penyelaman (scuba diving).
(doc Kak Agus, Palembang)

Untukku, disisi dimana aku berada ini pun, keindahan bawah lautnya yang tidak terlalu dalam pun sudah sangat cantik. Aku melihat terumbu karang yang kadang kujumpai. Memang tidak hafal nama-namanya, tapi ya alhamdulillah bisa melihat yang berbeda dari tempat menyelam yang sudah pernah dikunjungi. Kata teman-temanku yang jago diving, harus menyelam lebih dalam untuk bisa melihat aneka soft coral, terumbu karang, biota dan tumbuhan laut lainnya yang lebih berwarna dan bervarian. Ummm… nanti jika waktunya tiba, aku pun akan berada di tempat dimana aku bisa melihat keajaiban-keajaiban bawah laut lainnya.

Indahnya Indonesia ;) (doc Kak Agus, Palembang)
Indahnya Indonesia 😉
(doc Kak Agus, Palembang)

Satu lagi!

Pasir tepian pantai teduhnya. (doc Rainy)
Pasir tepian pantai teduhnya.
(doc Rainy)

Saonek ini menyimpan keindahan lainnya yang tak kutemui karena asik bermain di bawah laut. Temanku Rainy (Thailand) bersama pakle Adhi, pakde Jarwo, juga om Kiting (semuanya panggilan yang mudah diingat 🙂 ), mereka menemukan satu tempat nyaman yang adem disisi lain pulau. Waaaaahhh, Saonek memang menyimpan banyak cerita keindahan pantai ya? Ngga nyesel lho, mampir kesana….

Disana pasir pantainya lebih coklat dan basah. Berbeda dari sisi tempat kami menemukan permadani daratan tadi. Suasananya pun lebih rimbun, dingin dan agak tertutup oleh dedaunan dari pohon yang ada di dinding batu karangnya. Airnya sama bening di bibir pantainya.

Kerimbunan dedaunan disisi pantai tersebut membantu menyejukkan suasana sekitar yang menurut temanku cukup terlindungi dari teriknya matahari.

Sisi lain Saonek yang rimbun. (doc Rainy, Thailand)
Sisi lain Saonek yang rimbun.
(doc Rainy, Thailand)

***

Tak perlu bersedih, tak perlu iri, tak perlu juga berkecil hati jika hanya sedemikian rupa yang bisa dinikmati dengan kedalaman yang mampu dijalani menatap Wonderful Indonesia. Keindahan itu, tidaklah melulu tentang apa yang tersaji di hamparan mata, namun menyelaminya dengan arti yang lebih dalam yakni ikhlas, akan semakin meresapi setiap inchi keindahan itu. Tinggal bagaimana menyesuaikannya dengan persepsi pribadi saja. Bahagia itu, sesederhana anggapan kita dalam menikmatinya. Semangat menyelam dan menyapa impianmu, Ejie! 

Pesona Pulau Saonek Indah, indah seperti isi yang terkandung di dalam perairanmu… 🙂 Perjalanan ini bisa dikategorikan masuk dalam list hitchhiking dan Rp 0,- ku. Horeeeeeee.. Terima kasih hidup..*wink (jie)

***

(doc pribadi)
(doc pribadi)
Peserta sail setelah snorkeling dan diving (doc pribadi)
Peserta sail setelah snorkeling dan diving
(doc pribadi)

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

16 thoughts on “Wonderful Indonesia: Permadani Daratan Biru, Saonek Raja Ampat”

    1. Menulis kan menambah semangat spy bisa melihat keindahan alam di sisi berbeda. Banyak jalan menuju roma, ika…

      Makasi ud blogwalking dan baca tulisan ejie yaaaa 🙂

    1. Hai damae…. thank for blogwalking 🙂

      I think, there is a will, there is a way. Rezeki Allah sllu ada jika niat ditanamkan. Smg damae berkesempatan kesana jg yaaaa….. 😉

    1. yeayy my sailing friend blogwalking here 🙂
      tengs yow hijrah…

      amiiinn… insya Allah do’a kan ejie dapet kesana ya? hitchhiking gapap deh yg penting bisa ketemu, kumpul dan menuliskan indonesia kembali dari mata minus ejie 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s