Kesendirian Curug Ciwalen, Tersembunyi Diantara Curug Cibeureum

Kenapa ya keindahan alam di TNG Gede Pangrango yang ada disana banyak tersimpan? Kurang terekspos, kurang diminati, atau memang sengaja tidak dipublikasi mengingat banyaknya ekosistem tumbuhan dan hewan yang dilindungi berada disana. Hmm… entahlah, Ejie menikmati kesendirian curug tersembunyi yang juga sama seperti Canopy-Trail sebelumnya. Tenang dan adem!
Yuuukk… ikut Ejie 😉
Taken by Kang Iman (doc pribadi)
Taken by Kang Iman
(doc pribadi)
***

Before:
https://ejiebelula.wordpress.com/2014/04/24/cerita-di-balik-canopy-trail-cibodas-tnggp/

***

Cibodas
April 2014

Cukup mendengarnya dari jatuhan gemericik air
Cukup menyapanya tanpa kata dari hembusan angin di sekitar
Cukup memendamnya dari tenangnya air yang mengalir
Cukup merasakan dari hadirnya alam yang merasuki jiwa

Dan cukup rentang hati yang tergerus oleh kesendirian yang tersirat

Ugkhhh!
Terus terang, Ejie mendapatkan ketenangan saat berjalan diantara pepohonan yang tersedia disana. Memang tak banyak cerita kecuali celotehan-celotehan pertanyaanku pada Kang Iman yang sesekali keluar dari mulutku.

Haaaa… teman perjalananku, Kang Iman inilah guide yang membuatku bisa masuk ke tempat incaranku di Canopy Trail sebelumnya. Dari canopy, si akang menunjukkan sebuah air tejun (atau biasa disebut dengan curug, red) kepadaku. Curug yang juga tidak seramai Curug Cibeureum, terbilang sepi karena satu jalan melewati canopy dan belum pernah kusambangi juga sih. Sepertinya akan menjadi tempat mainku nanti dan tarik Kang Iman lagi buat temanin ke Curug Cibeureum sekalian mau tektok gunung ahhhhh…. wahahahahaa.. NO PLAN, ya kang? 😛

Perjalanan dari -Canopy-Trail- ke curug yang dimaksud tidaklah jauh. Namanya Curug Ciwalen. Air Terjun atau Curug Ciwalen tersebut, memiliki ketinggian sekitar 12 meter. Air terjun ini berlokasi di Kebun Raya Cibodas, satu komplek dengan Air Terjun Cibeureum. Air terjun Ciwalen ini tidak terlalu jauh. Dibutuhkan waktu sekitar 20 menit saja kesana, beda bila ke Air Terjun Cibeureum yang memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan berjalan kaki.

Menuju ke Air Terjun Ciwalen, berjalan santai saja, bisa ditempuh tak sampai 5 menit. Itu sudah campur aku foto-foto lokasi dan perjalanan sekitar, sedikit narsis dan bertanya ini itu terkait dengan ekosistem dan tempat-tempat yang woooww! Lumayan banyak tempat rahasia TNGGP yang Ejie rasa belum terlalu terekspos deh. Kenapa begitu?

Sama dengan Canopy Trail, Ejie mencoba searching tentang Air Terjun Ciwalen ini, sedikit sekali Ejie memperoleh informasinya. Semoga saja, postingan tulisan Ejie ini tidak membuat TNGGP menjadi membludak oleh tempat wisata tersembunyi lainnya yang mungkin tidak/belum dipublikasi karena kepentingan tumbuhan dan hewan yang dilindungi disana.

Keluar dari canopy, kami berjalan menuruni tangga dan menyusuri jalan setapak yang sudah jelas tertata dengan bebatuan rapi yang ada. Sama sih, kondisi di sekitarnya itu juga tampak kurang terawat seperti di canopy. Tetapi, entah mengapa, suasana gemerisik dedaunan yang terbawa semilir angin, seakan membisikkan bahwa keadaan disana sungguh menenangkan. Aku yang biasanya cerewet, waktu itu bisa sedikit tenang ngga seperti cacing kepanasan. Hhahaaaayy..

Lihat deh, perjalanan kali ini ibarat pelajaran tambahan buatku. Perjalanan yang mungkin bisa dianggap orang, SANGAT TERLALU BIASA. Trekking ringan dan tidak spesial.

Huuuuuu….. jangan salah! Justru buatku, ini adalah perjalanan baru yang memang ringan, santai, ngga perlu ngos-ngosan (baca: capek, red) tetapi sarat ilmu! Kenapa hayo?

Okeeeee… cerita lagi.

Untuk pertama kalinya, berjalan dengan orang yang tahu seluk-beluk suatu tempat, yang bisa menjelaskan pada Ejie apa yang tidak Ejie ketahui, i called it, cool! Manfaat yang diperoleh dari sebuah petualangan itu, ada. Hheee… Keberuntungan? Yeap!

Seperti ini:

Ejie membaca papan keterangan mengenai tanaman yang Ejie mungkin sering menjumpainya jika nanjak, tapi belum tahu yang mana tanamannya. Padahal kadang sering melihat lho?!?? Seperti rotan badak dan beringin-beringinan, lalu menanyakannya pada Kang Iman dan mendapat penjelasan langsung.

Tahukah? Ternyata kadang kita kerap menjumpainya dalam perjalanan pendakian, tanaman itu. Ya ngga di semua tempat juga ada tanaman yang sama. Mungkin jika karakteristik pegunungan dan kondisinya hampir menyerupai, bisa saja tanaman dan tumbuhan sejenis, ada. Ya kan?

Sewaktu Ejie memasuki areal trekking ringan ke canopy dan curug, Ejie menemukan beberapa tumbuhan yang hampir ada di pegunungan yang lembab. Tanaman berduri di TNGGP Cibodas (sayang Ejie lupa foto) ada juga lho di gunung-gunung Bandung seperti Gunung Puntang, Gunung Manglayang, Gunung Geulis dan Gunung Rakutak. Tanaman ini berupa batang yang lumayan besarnya dengan duri disekelilingnya dan daun menyerupai pohon cemara. Entah apa namanya. Ejie lupa tuh tanya sama Kang Iman.

***

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Pertigaan akan ditemukan kembali jika kita berjalan dari arah canopy. Kiri ke ekosistem burung, dan kanan ke Air Terjun Ciwalen. 1, 2, 3… yeaaayy… sampai!

Papan plang nama terletak disebelah kanan kedatangan dengan tebangan pohon yang menyerupai tempat duduk ditumbuhi oleh tanaman dan jamur disekitarnya. Pohon besar tumbuh di dekatnya, rindang. Sebuah keterangan tentang sumber air TNGGP pun terllihat di kiri dari arah masuk. Jatuhan air terdengar dari arah datang. Baik yang berasal dari air terjunnya maupun dari gemericik aliran air yang menganak sungai mengikuti alurnya. Hhhhh…. sungguh ya? Suatu pemandangan penyejuk hati euy bila berada disana.

This slideshow requires JavaScript.

Mungkin juga karena tempatnya yang tidak ramai dikunjungi orang, membuat tempat itu menjadi asik buatku. Otomatis, tangan langsung bergerak mengambil gambar sana dan sini. Memotretnya dari berbagai sisi serta merekamnya! 😀

Mencelupkan tangan ke airnya itu, sejuk! Coba dengar deh bunyi air yang jatuh dari gambar yang Ejie video-in. Sengaja tidak Ejie kasih lagu, biar suasana air terjun, hutan pun warna hijau kuning yang kelihatan itu, bisa menenangkan hati sihhh…
*ciyeeeeeehhh… PREEET!

Taken by Kang Iman (doc pribadi)
Taken by Kang Iman
(doc pribadi)

Ahaaahahhha…. sudah ahh… tulisan Ejie cukup deh. Enaknya ya langsung jalan ke lokasinya saja untuk membuktikan kesejukan tempat, bersihnya aroma hutan yang tercium, tenangnya menikmati suara air terjun. Lalu kalau boleh berlama-lama disana, bisa ketiduran kali!? Soalnya, kena angin sepoi-sepoi disana, mata Ejie jadi beneran kriyep-kriyep ngantuk lho.. Tak tahan! Sumpah dah. Xixiiiixixixi..

Selain itu, menulis disana, sepertinya bakal nyaman juga lho. Ehh, tapi kata teman Ejie, Om Abe yang juga pernah kesana sekitar tahun 2008, di air terjun itu ada kerajaan pacetnya. Bisa jadi sih, soalnya memang daerahnya terkesan lembab. Alhamdulillah pas Ejie main, semua aman terkendali dari pacet 😉

***

Tidak ada maksud lain kok dari tulisan Ejie ini. Hanya ingin menyampaikan apa yang Ejie lihat, rasakan dan semoga sih bisa tetap mengangkat wisata yang ada di Cibodas, TNGGP, Indonesia. Terpenting adalah HARUS MENJAGA ALAM DENGAN TIDAK MEMBUANG SAMPAH DI SEMBARANG TEMPAT donk yaaaaaaaaaahh….
*trriiiiiiinng… siapin trash bag

Sekian cerita menjelang weekend minggu ini yaaaa…. Ingat untuk selalu menjaga kelestarian alam bila traveling, ya teman-teman. Have a nice weekend dan salam lestari (^_^) (jie)

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

12 thoughts on “Kesendirian Curug Ciwalen, Tersembunyi Diantara Curug Cibeureum”

    1. salam kenal dadan..
      kalau baca tulisan ejie dari awal, bukannya sudah ejie kasih jelas petunjuknya? gambar juga ada kok.

      tulisannya berkaitan sama canopy trail, dadan……
      tengok deh 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s