DARAH

FILTERISASI

Suami atau istri, memang tidak bergaris darah yang sama.Jika istri tidak pandai menjaga ucapan, dan suami yang tidak pandai memFILTER setiap perkataan yang keluar,Β JADILAH APA YANG TERJADI.

Tidaklah layak, seorang lelaki yang menyakiti perempuan.
Tidaklah jantan, seorang lelaki yang kuat dengan kaki lebarnya melakukan kekerasan pada seorang perempuan dengan enteng.
Tidaklah pantas, seorang lelaki yang seharusnya menjaga, dengan gampangnya menampar, memukul, menendang atau kekerasan apappun membiarkan lebam di sekitar tubuh seorang perempuan demi keegoisannya. TIDAK SEHARUSNYA!

Istri, bijaklah…
Suami, bersabarlah……

Lakukan “ayakan” pada setiap perkataan, agar pasangan tidak menerimaΒ plongΒ begitu saja apapun yang dikatakan.

Tidakkah kalian pernah mendengar hal seperti ini dari seorang ayah atau ibu kalian? Memberikan pesan atau arahan yang terkadang hanya kita anggap angin lalu, namun akan terasa setelahnya? Setelah kita melewati banyak kehidupan dalam perjalanan kita? Setelah kita merasa bahwa orangtua ternyata adalah acuan kita, terlepas dari sempurna atau tidaknya kehidupan orangtua kita. PERNAHKAN?

Jika telah berkeluarga, SEBAIKNYA tinggallah mandiri. Tidak bersama orangtua kandung, atau bersama mertua. Kecuali di kondisi yang mengharuskan kita tinggal dengan mereka.”

AKU!
Aku diajarkan orangtuaku begitu dan selalu tertanam di otak serta nuraniku.

Dan jika dalam kondisi dimana kita hanya bisa berlindung kepada orangtuaΒ jika sendiri, APAKAH SALAH tinggal kembali dengan orangtua? SALAHKAH???

***

DARAH ORANGTUA

Ayah, ibu, kakak, adik, diTAKDIRkan bergaris darah yang sama. Tidak bisa mengakui hanya punya ibu tanpa hadirnya seorang ayah.

Genggaman ayah (doc pribadi)
Genggaman ayah
(doc pribadi)

Meskipun ayah mungkin tidak sempurna menjaga kita seperti ibu yang kehadirannya selalu ada setiap saat, DIA tetaplah ayah kita.
Meskipun ayah adalah sosok yang keras, penuh disiplin, DIA tetaplah ayah kita.
Meskipun ayah adalah orang yang diktator, DIA tetaplah ayah kita.

Meskipun ayah bukanlah seperti ibu yang selalu memberikan kebebasan memilih pada kita, DIA tetaplah ayah kita.
Meskipun ayah tidak memberikan uang jajan sebesar ibu, DIA tetaplah ayah kita.
Meskipun ayah kerap memberikan pukulan akibat kenakalan kita sewaktu kecil, DIA tetaplah ayah kita.

Meskipun ayah itu ringkih dan tidak sekuat dulu, DIA tetaplah ayah kita.
Meskipun ayah tidak bekerja seperti dulu, namun DIA memberikan perlindungan aman di hasil kerja kerasnya pada kita, tempat berteduh, DIA tetaplah ayah kita.
Meskipun ayah hanya hidup biasa saja kini, DIA tetaplah ayah kita.

IBU, IBU, IBU, lalu AYAH.

Itu yang tertanam pada kita. Tetapi ibu dan ayah, tetaplah orangtua kita. Jangan hanya memenangkan IBU, tetapi mengecilkan AYAH. Demikian sebaliknya. Keduanya tetaplah ORANGTUA yang menghadirkan kita ke dunia yang penuh tantangan, pertentangan, kenikmatan dan penjara dunia ini.

Jika sesuatu terjadi pada hidup (suami/istri), keluargalah tempat kembali yang aman. Keluargalah tempat kita berkeluh-kesah. Dan keluargalah yang akan kembali menerima kita. AYAH dan IBU, darah kita, akan memberikan tangan rentanya untuk mengulurkan bantuan kepada kita. Walau tidak secara fisik, tetapi mereka akan selalu ada buat kita.

Jadi, janganlah sekali-kali menCORET apalagi memBUANG dan tidak mengakui keberadaan salah satu diantara (ayah/ibu) dalam daftar GARIS DARAH kita, saat akal sehat sedang tidak bersama kita. Karena sesungguhnya, ALLAH Maha Pendengar apa yang diucapkan umatNYA, dan Malaikat selalu mencatat apa yang terucap dari lisan kita (sadar atau tidak).

Terima kasih untuk pelajaran hari ini, dimana 2 orang telah diCORET dari kehidupannya.

Lalu ucapan atas nama ayah, berhati-hatilah, karena semakin lama engkau hidup di dunia ini, bukan berarti tidak ada yang harus dijadikan alasan untuk engkau menebusnya. Kehidupan itu selalu ada alasannya. Entah apakah engkau belajar dari apa yang terjadi, atau tidak. Semua tergantung juga kembali kepada diri pribadi masing-masing.

3 kali ucapan itu keluar,Β INGATLAH bahwa Allah merekamnya.
Semoga Allah mengampuninya yang menCORET dan memBUANG 1 dari orang penting yang membuatnya ada dalam kehidupan ini. AMIN YRA.

#tendangan perut yang akan selalu membekasΒ πŸ™‚ TERIMA KASIH

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

2 thoughts on “DARAH”

    1. aku sedih noe…. 😦
      jangan noe, jangan ucapkan kepada mereka. kasian mereka.

      kita nanti pun akan tua seperti orangtua kita, noe…..
      apapun kesalahan mereka, kita pun demikian, ada salah juga dalam hidup.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s