#GetStranded #Celebes: Catatan Contact Person dan Biaya Perjalanan Per Orang

Catatan kecil yang Ejie himpun dari perjalanan #GetStranded #Celebes di tengah bulan Juni lalu.
Catatan kecil yang meninggalkan sejuta kasih dibalik sebuah kisah perjalanan.
Catatan kecil yang menyimpan catatan terselubung untuk sebuah hati.
Catatan kecil yang tak pernah alpa dari kata “LUPA”.
Catatan kecil seorang Ejie yang beruntung dalam sebuah lomba tulisan blog.
Catatan kecil yang akhirnya membawa berkah kecil pada keberuntungan lainnya.
Catatan kecil yang patut diiringin ucapan ALHAMDULILLAH YA ALLAH… yang tiada batas.
#kasih SENYUMAN

***

Ditemani Nirma dan Ariel, cucu Daeng Beta
Ditemani Nirma dan Ariel, cucu Daeng Beta

Catatan ini bukanlah tulisan lengkap selama Ejie menjalani dan menikmati buah dari usaha memenangkan sebuah lomba tulisan blog yang diadakan oleh Telkomsel Flash dengan Trinity The Naked Traveler sebagai jurinya, beberapa saat lalu.

Catatan kecil ini, saya harap akan berguna bagi teman-teman yang melakukan backpacking ke beberapa daerah di Makassar seperti yang tertera di -itinerary-makassar/ yang sudah pernah diposting sebelumnya.

Semoga bermanfaat 😉

***

DAY 1

Marros
16 Juni 2014

Bandar Udara Sultan Hasanuddin ke Leang-leang:

  1. Dari bandara ke pangkalan pete-pete
    Naik ojek, bayar Rp 15.000,- per orang
  2. Pangkalan pete-pete ke gerbang Leang-leang
    Naik pete-pete, bayar Rp 5.000,- sampai 10.000 per orang.
  3. Dari gerbang Leang-leang ke pintu masuk wisata Leang-leang
    Naik pete-pete seharga Rp 10.000,- per orang (kalau ada) , bisa juga naik ojek seharga 30.000,- per orang.
  4. Pilihan akhir, sewa ojek dari bandara ke daerah Maros mencakup Leang-leang, Bantimurung, Rammang-rammang.
    Sudah jalan-jalan, ditungguin, diantar ke tempat makan dan tiba di tujuan seharga Rp 100.000,- (tergantung nego dan wilayah yang akan dikunjungi).
    CP Adi (ojek) : 0812-4372-8018

***

Tujuan Wisata:

  1. Leang-leang
    Retribusi wisata                       : Rp 10.000,-
    Tour guide gua                          : Pak Idris 0812-4238-2949
  2. Taman Nasional Bantimurung
    Retribusi kendaraan roda 2   : Rp 1.000,-
    Retribusi lokal                          : Rp 20.000,-
    Retribusi wisatawan asing      : Rp 50.000,-
    Parkir motor & penitipan barang: Rp 5.000,-
    Tour guide gua                          : Pak Ale 0821-9352-5189
  3. Rammang-Rammang
    Jolloro kecil (isi 5-7 orang)       : Rp 150.000,-
    Jolloro besar (isi 10-15 orang) : Rp 200.000,- s/d 250.000,-
    Tour guide                                         :

    1. Daeng Beta 0823-4851-9743
    2. Fitri Daeng 0853-97243276
    3. Kak Kama 0812-4132-6472
    4. Kak Adang 0852-4096-9214

    #pilih saja

Bermalam di rumah Daeng Beta yang menerima kehadiran saya dan mate, malam hari.

***

DAY 2

Rammang-rammang
17 Juni 2014

Tujuan wisata:

  1. Bulu’ Barakka
  2. Hutan Batu Karst
  3. Telaga Bidadari

Karena bermalam di rumah Daeng Beta, maka untuk mencapai wisata, kami  menggunakan jolloro. Perjalanan dilakukan siang hari, soalnya Daeng Beta ada urusan keluarga. Kami ditemani Kak Kama, sepupu Daeng Beta dan Fitri, putri bungsu Daeng.

Malam sekitar pukul 20.00 WITA, saya dan mate keluar dari Rammang-rammang lalu memutuskan ke Tana Toraja yang tidak ada dalam daftar itinerary.

FYI, tidak semua kepala keluarga di Kampung Berua menyediakan tempat untuk mencharge segala keperluan gadgeting. Sangat terbatas. Jadi tentukan keputusan terbaik jika memang ingin berlama-lama tinggal disana.

Catatan Marros- Tana Toraja:

  1. Lama perjalanan                                  : 9 jam
  2. Harga karcis (tidak naik di terminal)  : Rp 80.000,-

Bus yang dinaiki ini berukuran 3/4 dengan bangku 2-2. Saya dan mate dapat bangku paling belakang dan lumayan dingin karena ada AC. Oia, bus juga akan berhenti untuk istirahat makan malam.

Menurut informasi dari kernet bus tersebut, kendaraan ke Tana Toraja hanya beroperasional 2 kali yaitu, pagi dan malam hari.

Penghematan penginapan karena tidur di bus, ahaaaayyy..

***

DAY 3

Tana Toraja
18 Juni 2014

Beroleh kemudahan dan rezeki karena mendapat teman perjalanan yang duduk di sebelah bangku saya adalah seorang ibu yang pulang ke Tana Toraja. Ibu Caya, namanya. Ia habis menjenguk ibunya yang sakit di Makassar.

Dari kurangnya tidur saya, juga perbincangan mengenai Tana Toraja, tempat menyewa kendaraan, tempat bebersih, tempat makan, juga mencharge, akhirnya ibu Caya mengajak kami ke rumahnya. Alhamdulillah…. kebaikan itu memang selalu ada dan bertebaran dimana pun, Amin Ya Rabb.

Sebelum berwisata, kami mencari tiket untuk perjalanan selanjutnya ke Terminal Malengkeri, Makassar lalu ke Tanjung Bira.

Berikut adalah kendaraan yang saya dan mate gunakan untuk ke Terminal Malengkeri, Makassar.

CP EFATA PERKASA :

  1. Bukit Katulistiwa Blok F No. 9 Daya, Makassar
    Telp. (0411) 4772507 – 0853-43664854
  2. Jl. Poros Sa’adan Malango, Toraja
    Telp. (0423) 27328

Harga tiket per orang naik dari poll bus Efata : Rp 100.000,-

***

Selanjutnya mencari rental motor untuk mengunjungi tempat wisata.

CP Rental Motor KAREBA MELLAO LANGI :
Jl. Mangadil No. 25 Rantepao-Toraja Utara
Roland, 0813-43908694

Harga sewa per motor : Rp 70.000,- s/d 100.000,- per hari (nego saja).

Recomended!

  1. Berbicara selayaknya seorang teman.
  2. Mau memberikan penjelasan atas tempat-tempat yang ingin saya kunjungi.
  3. Memberikan saya peta Rantepao, Toraja.
  4. Bersedia mengirimkan peta perjalanan dan wisata di sekitar Rantepao, Toraja ke email saya.
  5. Memberikan estimasi waktu perjalanan yang saya tanyakan.
  6. Menyarankan tempat yang layak dikunjungi sesuai waktu yang kita punya agar tidak terbuang percuma.
  7. Mau memberikan jawaban atas pertanyaan saya yang tidak terjawab di tempat wisata.

Tujuan Wisata:

  1. Rumah di Dusun Parinding Utara
    Gratis, tanpa retribusi. Karena saya menemukan rumah gagah ini di perjalanan melewati pemandangan indah persawahan.
  2. Situs Purbakala Bori Parinding
    Retribusi wisata         : Rp 10.000,-
    Tour guide                     : Lupa namanya (maaf)
  3. Sa’dan to Barrana, Traditional Village
    Retribusi wisata          : Tidak ada
    Tour guide & penenun: Ibu Turu 0813-4384-8567
  4. Kete’ Kesu Pemakamam Berusia 500 Tahun
    Retribusi wisata           : Rp 10.000,-
    Parkir per motor           : Rp 2.000,-

Harga rental motor Yusran (anak ibu Caya) 0852-5546-3370:

  1. Motor Yusran                 : Rp 70.000,- s/d ….
    Tergantung mau jalan-jalan kemana.
    Harga sewa motor diluar bensin dan makan. Yusran muslim, jadi mengajak kami makan di tempat makan yang halal.
  2. Bentor Yusran                : Rp 25.000,-
    Agar tidak repot ketika mencari rental motor dan ke poll bus, kami memakai jasa bentor (becak motor). Bisa disewa juga lho untuk keliling kota dengan catatan, jalanan tidak menanjak.

***

DAY 4-5

Tanjung Bira
19-20 Juni 2014

Angkot/taksi di Makassar ini berupa mobil-mobil pribadi. Agak sulit membedakan kecuali ketika mereka (pengendara) menawarkan jasanya, atau dengan melihat plat kendaraannya yang berwarna kuning.

Jika tidak ingin pusing dengan banyaknya calo yang menawarkan jasanya untuk naik angkot ini itu, sebaiknya menunggu di luar terminal atau di dekat perempatan lampu merah sebelum terminal. Ada beberapa yang siap jalan langsung ke tujuan.

Catatan perjalanan Terminal Malengkeri-Tanjung Bira:

  1. Lama perjalanan                                   : 5 jam.
  2. Terminal Malengkeri-Bulukumba       : Rp 50.000,-
  3. Bulukumba-Tanjung Bira                      : Rp 15.000,-
  4. Terminal Malengkeri-Tanjung Bira      : Rp 60.000,-
    Kami memilih tembak langsung ke Tanjung Bira hingga ke penginapan.
  5. Biaya masuk pemukiman dan wisata : Rp 10.000,-
  6. Sewa motor per hari di Tj. Bira           : Rp 70.000,-
  7. Sewa kamera underwater di Tj. Bira  : Rp 50.000,- s/d 70.000,-
  8. Recomended penginapan dan makanan!
    Salassa Guest House per malam          : Rp 120.000,-
    Makanan halal                                        : Rp 40.000,- s/d 60.000,-
    CP Pak Erik (owner Salassa)                  : 0812-4265-672
  9. Alternatif penginapan lain, recemended too!
    Sunshine Guest House per malam        : Rp 300.000,-
    CP                                                              : 0821-9093-1175

Sewa perahu hopping island:

  1. Berkisar antara Rp 450.000,- hingga 700.000,-
    Rute snorkeling ke Pulau Kambing, Pulau Liukang Loe, Penangkaran Penyu dan Pantai Bara
  2. Berkisar Rp 250.000,- hingga Rp 500.000,-
    Rute snorkeling tanpa Pulau Kambing
  3. Berkisar antara Rp 600.000 hingga 1.500.000,-
    Rute snorkeling dan diving, bisa mampir ke PADI Dive Center yang ada di dekat alun-alun Pantai Pasir Putih Tanjung Bira. Jika memiliki lisence, biaya selam tentu berbeda dengan yang tidak memiliki lisence.
  4. Paling mudah, cari teman untuk sharing cost biar biaya snorkeling tidak membengkak. Saya ambil yang ini hanya membayar Rp 35.000,- per orang (saya bawa alat dasar snorkeling sendiri).

Saat menyewa perahu, sebaiknya tanyakan juga untuk alat selamnya. Baik snorkeling maupun diving. Biaya sewa per alat berbeda. Ada yang satuan dan paketan.

Sewa perahu disana, jika tidak paham akan dikenakan tambahan biaya alat untuk life jacket, masker dan snorkel saja tanpa fin seharga Rp 5.000,-. Lain pula kalau alat diving.

Tujuan wisata:

  1. Sunset Pantai Pasir Putih Tanjung Bira.
  2. Sunrise Pelabuhan Tanjung Bira.
  3. Pulau Liukang Loe dan Penangkaran Penyu.
    Tidak jadi ke Pulau Kambing karena ombak yang tinggi dan langit yang sedikit muram siang itu.
  4. Pembuatan Kapal Phinisi di Panrang Luhu
  5. Pantai Bara

Harga masuk penangkaran penyu di Liukang Loe:

  1. Retribusi penangkaran    : Rp 5.000,-
  2. Berenang dengan penyu : Rp 10.000,-

Berikut nomor contact person sewa perahu di Tanjung Bira:

  1. Pak Erik (owner Salassa)       : 0812-4265-672
    Jika tidak ingin repot, selain penginapan, beliau juga menyediakan jasa penyewaan perahu dan berhubungan langsung dengan kapten kapal atau orang perahu.
  2. Pak Andeng                             : 0822-9161-9339
  3. Pak Bilqis                                 : 0812-5359-2352

***

Day 6

Marros
20 Juni 2014

Hari terakhir sebelum pulang ke Jakarta, saya kembali ke Rammang-rammang, Kampung Berua guna kepentingan tulisan dan dokumentasi laporan saya. Ada 3 tempat yang belum saya peroleh sesuai cerita Daeng Beta di malam saya menginap disana ketika mate telah tertidur pulas. Ketika itu saya ditemani Daeng Beta dan Ibu Mariama, istri Daeng yang menyuguhkan saya kue dan segelas teh hangat.

Saya kembali bertemu keluarga Daeng ditemani teman gunung dan sweaper saya yang asli Makassar, Wendi.  Wendi ini kuliah di Bandung dan sedang pulang ke kampung halamannya setelah 3 tahun tidak pulang. Alhamdulillah, saya merasa aman dengan bahasa Makassar karena ada translater! Hahahhh..

Rute perjalanan Gowa (rumah Wendi) ke Rammang-rammang:

  1. Naik motor dari rumah Wendi (Jl. Syekh Yusuf) ke perbatasan Maros. Kurang lebih 45 menit. Karena kami bertiga, jadi ajak adiknya Wendi. Free transportation.
  2. Perbatasan Maros ke pasar Maros naik pete-pete (angkutan umum), sekitar 15 menit. Ongkos Rp 5.000,- per orang.
  3. Pasar Maros ke Tonasa atau Semen Bosowa naik pete-pete, kurang lebih 35 menit. Ongkos Rp 5.000,- per orang.

Sebelumnya, saya sudah menelpon Daeng Beta dan membuat janji. Daeng mengiyakan, lalu kami bertemu Daeng serta keluarganya. Daeng mengajak kami berjalan ke 3 1/2 tempat wisata lainnya di Kampung Berua, antara lain:

  1. Gua Pasaung
  2. Batu Mulut Buaya SEPAKA
  3. Sumber Mata Air
    Hanya 1/2 perjalanan karena waktu tidak mencukupi.
  4. Bendungan Batu Susun

Setelah mendapatkan semua kebutuhan tulisan saya di Rammang-rammang, kami menghabiskan waktu untuk kuliner dan membeli oleh-oleh di seputar Marros saja ditemani Wendi.

Dari perbatasan Marros ke bandar udara Sultan Hasanuddin hanya 15 menit berkendara motor. Karena hanya ada 1 motor Wendi, jadi saya menyewa motor untuk mate seharga Rp 15.000,- ke bandara.

Oia, selain Wendi, Ejie juga punya teman Makassar Backpacker, yaitu om Ridho. Jujur sih belum pernah ketemu. Tetapi om Ridho ini selalu memberi masukan dan memandu perjalanan Ejie dari jauh meski hanya via bbm, chat dan komen di salah facebook.

Terima kasih ya Wendi dan om Ridho 🙂

CP Wendi          :0821-2949-7628
https://www.facebook.com/arwen.abdyzulullah
CP om Ridho   : https://www.facebook.com/ridho.amal
Nomor telpon atau bbm nya, silahkan ditanya sendiri ya?

***

KATA EJIE

Semua tour guide yang menenami saya saat menjelajahi dan #GetStranded #Celebes, tidak pernah meminta imbalan. Cukuplah bijak bagi kita yang sudah ditemani orang lokal untuk memberikan sesuatu dengan keikhlasan. Paling tidak, bisa membawakan sesuatu bagi keluarganya atau orang-orang yang disayangnya, tentu akan menambah garisan senyum di wajah mereka.

Perjalanan ini bukanlah tujuan, melainkan proses yang sangat saya hargai. Apa pun yang diperoleh selama dalam perjalanan adalah pelajaran bagaimana kita bersikap dan bertutur, menyimpannya dalam memori dan angan untuk kemudian dibagikan kepada orang banyak.

Entah berapa banyak kata dan kalimat yang akan terukir. Saya akan selalu menggoreskannya dengan tutur yang sepertinya selalu saja terselip “LUPA” dalam tiap tulisan saya.. 🙂

Tidak sempurna adalah saya yang selalu ingin menapaki, memberikan pandangan mata saya yang berlensa minus pada tiap kesempatan, keberuntungan serta rezeki yang mengiringi. SENYUM dan SEMANGAT BERKELANA lah selalu, kawan… Sayangi alam ciptaanNYA ini 🙂 (jie)

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

17 thoughts on “#GetStranded #Celebes: Catatan Contact Person dan Biaya Perjalanan Per Orang”

      1. Yaa… menulis kan ga hrs ttg wisata, ryan. Bisa ttg apapun yg tersedia di depan mata kita. Entah kerjaan, makanan, kondisi afrika, cuaca disana, hal yg biasa kita lakukan, perbedaan kebiasaan ryan di indo dan ketika di afrika, atau hak2 kecil yg kadang terlewatkan. Banyak kan, yan?

        Mulailah dr yg termudah, bangun tidur atau makanan disana…
        Ayooooooo… ejie mau baca tulisan afrika ryan yaaaaaaAa
        #nunggu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s