#GetStranded #Celebes: Kue Maros yang Asing

Aheeemm!
Masih camilan yang asing di telinga Ejie nih. Tetap ditemani Wendi yang fasih bahasa Makassar deh. Seru juga. Soalnya Wendi tahu nama-nama kuenya dan menyarankan pada Ejie untuk membelinya.
Waiiyo… mari mencicip!

image

***

Maros
Sabtu, 21 Juni 2014

Perjalanan sudah hitungan jam. Hampir berakhir dan ngga ingin pulang rasanya. Soalnya, merasa masih ada yang kurang. Kurang lama???? Hahahahh iya kali.. itulah manusia, tidak pernah merasa cukup. Hmm.. kalau mengingat tanggungjawab, jelas ngga bisa diabaikan tokh kepentingan lainnya?! Wajib pulang!

Okeee… sebelum ke bandara, tugas akhir adalah mencari kue-kue atau camilan lain yang belum pernah kumakan. So, Wendi is the best partner for hunting. Keuntungan lainnya jika kita bersama teman yang memang berasal dari daerah dimana kita berada, bisa menjadi penunjuk apapun. Beruntunglah Wendi mudik disaat #GetStranded #Celebes berjalan, meskipun baru bisa bertemu di hari terakhirku di Makassar.

Mengendarai sepeda motor Wendi, kami menyusuri jalan Poros Maros. Itu adalah jalan raya. Jalanan tersebut mengarah ke Pasar Maros. Sore itu kendaraan mulai ramai. Maklum weekend.

Motor Wendi berhenti di sebuah toko dimana terlihat kue-kue tersusun rapi dalam elatase. Toko tersebut mengkategorikan antara kue tradisional, roti, kue bolu dan minuman. Rapi dan penuh. Mataku langsung tertuju pada kue tradisional disisi kiri pintu masuk. Ada penggorengan besar disebelahnya. Dan aroma harum kue-kue yang baru dimasak segera saja tercium.

Ahahhhaha, bingung memilih dan ngga tahu nama-namanya, aku menarik Wendi.

“Wen, kue yang Ejie belum pernah makan dan namanya ngga pernahΒ  dengar, yang mana? Bantuin pilih donk, Wen?” Pintaku.

“Ini Kak Ejie, itu dan itu,” tunjuknya pada beberapa nama kue yang disebutkannya.

Aku mengikuti apa yang diarahkannya dan meminta si mbak membungkuskannya. Aku membayar belanjaan tersebut dan kami menuju ke Rumah Makan Kota Daeng, tempat menitipkan tas dan mate yang menunggu disana.

Oalaaaaahh… ada yang kembali terlupakan olehku. Tidak mendokumentasikan toko tersebut, jadilah aku lupa nama tokonya. Tapi Wendi membantu mengingatkan via whatsapp, alamat toko kue itu berada di Jalan Mandai, perbatasan Kota Maros dan Makassar.

Berikut adalah kue-kue tradisional yang kubeli:

  1. Jalangkote
    Ada 2 macam. Jalangkote biasa yang berisi sayuran seperti wortel, kentang dan bihun. Jalangkote ini tidak pedas. Satu lagi jalangkote spesial yang berisi telur atau daging. Kalau spesial, rasanya sedikit pedas.Jalangkote khas Makassar ini, bentuknya serupa pastel. Isi dan rasanya pun demikian. Kulit jalangkote terbuat dari adonan tepung terigu.

    Kue ini bisa dimakan begitu saja maupun dengan saus. Saus jalangkote terbuat dari tumisan bawang merah, bawang putih dan cabai yang direbus dengan campuran air, cuka, gula dan sedikit garam. Hampir mirip kuah untuk cuka pempek Palembang.Jalangkote ini gurih. Cocok sebagai teman makan teh hangat dan kopi panas. Hmmm…

  2. Panada
    Sama dengan tulisan sebelumnya, seperti roti goreng dengan isian sayuran dan sedikit pedas. Hanya berbeda di bentuk saja.

  3. Kartirisala
    Bentuknya persegi panjang. Aku rasa sih dibuat dalam 1 loyang besar dan dipotong-potong. Wendi memilihkan kue ini karena menurutnya terbilang favorit di Makassar.Β Kue kartirisala terbuat dari adonan berbahan dasar, telur, gula dan santan. Terdiri dari 2 warna, coklat dan hitam, atau bisa juga putih. Selain itu juga terdiri dari 2 lapisan. Pada lapisan atasnya terbuat dari telur, gula dan santan. Sedangkan lapisan bawahnya terbuat dari ketan, santan dan sedikit garam.

    Kue ini legit, tapi tidak dengan manis yang menyelekit. Enak. Aku suka. Jadi sewaktu makan tidak eneg dengan manis yang berlebihan.

image

Untuk kue-kue tersebut, aku hanya membayar antara Rp 2.000,- sampai 4.000,- per pieces.

Belanja itu tidak perlu mahal, kan? Sajian enak sudah diperoleh. Tak perlu merogoh kocek yang dalam untuk berkuliner. Dengan makanan sederhana pun, lidah sudah bisa dimanjakan. Jadi, tunggu apalagi, selamat berburu makanan ringan yang murah meriah ini ya, teman-teman….. Tetap SEMANGAT BERKELANA dan jagalah kebersihan selalu (jie)

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s