Jambu Monyet Masa Kecil

Aku melihatnya dari kejauhan. Seperti mengenali, tapi lupa namanya. Melewatinya lalu teringat kenangan memanjat pohon masa kecil di Balikpapan. Cepat kuputar kendaraan roda dua setelah berhasil mengingatnya, mengarah balik ke penjual buah yang duduk di pinggir sebuah sekolah depan mall di bilangan Pondok Gede.

(Doc pribadi)
(Doc pribadi)

***

Pondok Gede, Agustus 2014

Tentang Si Jambu

Sudah lama sekali tidak menjumpai buah tersebut. Lama juga rasanya jika mengingat kenangan memanjat pohon buah itu. Buah yang mirip dengan jambu air itu, memang serupa. Hanya berbeda saja nama dan rasanya.

Buah yang dikenal dengan nama Jambu Monyet atau Jambu Mete, dalam bahasa Jawa biasa disebut mente. Katanya sih jambu ini bukan termasuk dalam kategori jambu maupun kacang-kacangan, namun lebih dekat pada mangga. Katanya lagi, jambu ini berasal dari negara Brazil. Jauh banget ya?

Lah, kalau jambu monyet dari bahasa apa? Menurut informasi mengenai jambu dari mbah google, jambu monyet berasal dari bahasa Madura, sedangkan mede berasal dari bahasa Sunda.

Dulu, sewaktu papa saya pernah bertugas di Balikpapan, Kalimantan Timur, wilayah tempat tinggalku banyak sekali dijumpai pohon-pohon jambu mete itu. Hampir di sepanjang jalan, bisa ditemui. Makanya kalau kepengin buah itu, aku seringkali memanjat pohonnya yang menurutku tidak terlalu tinggi sih. Entahlah, aku senang memanjat pohon buah-buahan sih, jadi hampir tidak peduli akan tinggi rendahnya sebuah pohon. Padahal kalau dibaca lagi, pohon ini tingginya sekitar 12 m dengan dedaunan yang hampir secara keseluruhan berwarna hijau. Ckckkkk…

***

Kenapa Suka Jambu Monyet?

Pada dasarnya, keluargaku selalu membiasakan kami makan buah dan sayur-mayur. Terutama papaku yang rajin mengenalkan aneka buah dan sayur-mayur. Kata papa, kedua makanan itu baik bagi tubuh karena banyak mengandung air dan serat yang bagus buat kulit serta bisa membantu melancarkan saluran pembuangan. Karena itu, aku tidak mengkotak-kotakkan buah atau sayuran apa yang layak dikonsumsi oleh tubuhku. Terkecuali beberapa buahan yang tidak bisa kukonsumsi jika di luar rumah.

Buah jambu mete ini rasanya manis dan ada sepatnya. Tapi ya tidak semua juga seperti itu. Ada yang benar-benar manis juga harum buahnya bila matang.

Buah ini bila sudah matang, kadar airnya bisa sangat banyak. Cukup digigit-gigit kemudian dihisap, airnya bisa dengan mudah keluar. Untuk menggigitnya, perlu gigi yang kuat, karena serat buahnya sungguh tebal. Hahahhah… Aku termasuk orang yang kesulitan mengigit buah berserat banyak 😀 .

Eh iya, tidak semua buah jambu monyet manis lho?! Terkadang berair banyak, harum, namun sedikit tawar. Apa ya namanya? Hmm… Seperti membuat teh manis dalam gelas besar dengan 1 sendok kecil gula saja. Coba deh racik teh seperti itu, baru bisa merasakan apa rasanya jambu monyet yang ku deskripsikan. Hhahahaha… Bingung ya?

Dulu kalau aku memanjat pohonnya, kadang suka clingak-clinguk melihat keadaan sekitar. Soalnya kata orang, jambu tersebut kadang memang menjadi bahan makanan bagi hewan liar yaitu, monyet yang ada disana. Oleh sebab itu aku mengenalnya sebagai jambu monyet. Ngga tahu deh, ada hubungannya atau tidak antara jambu dan monyet itu.

Entah benar atau tidak, kenyataannya di tempat tinggalku Gunung Balikpapan Besar memang ada monyet-monyet yang berkeliaran di alam bebas, kurang tahu kalau sekarang. Mungkin sudah tidak ada lagi. Makanya mamaku kadang mengomel kalau tahu aku manjat pohon jambu monyet. Bukan karena memanjat pohonnya, tetapi lebih karena khawatir terhadap monyet-monyet liar itu.

***

Alergi Jambu?

Oia, beberapa orang bisa alergi terhadap buah jambu monyet ini. Soalnya, terkadang di sekitar mulut kita, terasa gatal setelah memakannya.

Gatalnya mungkin disebabkan oleh kadar air yang berlebih terkandung dalam buahnya atau bisa jadi karena getahnya. Aku belum terlalu paham, tapi temanku dulu ada yang mengalami gatal-gatal begitu habis melahap satu buah jambu monyet.

Buah jambu ini, jika sudah matang bisa sangat manis dan harum lho. Hhehehh.. Ya ngga semua orang juga suka dengan harumnya. Seperti durian kok, tidak semua orang suka, bukan? 🙂

***

Manfaat Jambu Mete

Walau lebih terlihat buah jambunya yang besar, berwarna merah, kuning atau hijau, yang lebih dimanfaatkan adalah biji bagian bawahnya yang berfungsi sebagai penganan atau camilan. Itu yang akhirnya digoreng atau panggang yang disebut sebagai kacang mete. Kandungannya sangat baik.

Biji jambunya yang besar berwarna kehitaman atau kecoklatan, setelah diolah bisa juga menjadi isian dari coklat serta kue-kue juga minyak berkualitas tinggi. Selain bijinya, buah jambu mete yang manis dan sepat itu, bisa pula dijadikan sirup.

(Doc pribadi)
(Doc pribadi)

Menurut info yang saya baca di mbah google, kulit biji jambu juga dimanfaatkan sebagai pakan unggas.

Daun-daun jambu mudanya bisa dijadikan lalapan sementara daun tuanya bisa diadikan obat-obatan. Hebatnya ya satu pohon buah dimana segalanya dapat berguna secara keseluruhan.

***

Sungguh banyak pelajaran dan ilmu yang bisa kita peroleh hanya dari satu macam pandangan saja yang kita temui dalam satu hari perjalanan hidup.

Pembelajaran yang kudapatkan dari sekeliling yang menyimpan banyak tanya dan jawab. Tinggal bagaimana kita menerima, penasaran dan mencoba mencari jawabannya dari berbagai sumber saja. Bukalah mata dan pandang sekitarmu, teman… lalu bacalah. Terima kasih hidup.. 😉 (jie)

***

 Salah satu link jambu monyet:

 http://www.satwa.net/394/mengenal-jambu-monyet-manfaat-dan-klasifikasi-jambu-monyet.html

Bisa baca di artikel lainnya mengenai jambu monyet/mete/mede.

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

12 thoughts on “Jambu Monyet Masa Kecil”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s