#GetStranded #Celebes: Main Tubing di Bantimurung Bulusaraung

#GetStranded ini mengarahkan langkahku menuju satu tempat wisata yang tak jauh dari Leang-leang. Tetap berkendaraan motor yang disewa, aku kembali menjejakkan kaki di Bantimurung, setelah 2 tahun yang lewat. Walaupun sudah pernah kesana, melangkah kembali tak ada salahnya kan? Sekalian ngadem! Hhaahaha…. cuaca cukup terik soalnya dan air terjun Bantimurung, menyejukkan!

(doc pribadi)

(doc pribadi)

***

Bantimurung, Maros
16 Juni 2014
Pukul 12.15 WITA

Still on schedule. Yeaaahh… perut sudah berteriak lapar, lebih tepatnya sih mate aku. 15 menit perjalanan dari Leang-leang, kami mampir di sebuah rumah makan yang menyediakan masakan khas Makassar yakni sop saudara, sop konro dan ikan serta ayam bakar bumbu Makassar. Lokasinya tidak jauh dari Taman Nasional Bantimurung. Di rumah makan itu, aku sekaligus mencharge segala peralatan tempur keperluan dokumentasi, telpon dan lainnya. Tidak terlalu lapar, tetapi sangat haus. Entah berapa banyak air minum yang kuteguk. Baru hari pertama berada di Makassar, tetapi aku sudah bisa memperkirakan di hari-hari selanjutnya, perjalanan ini akan dipenuhi dengan banyak membeli air minum, hha..

Setengah jam kemudian, kami sudah meluncur ke Bantimurung. Tulisan besarnya berwarna silver pada dinding karst, tampak mentereng di kejauhan. Lambang patung kupu-kupu dan kera berukuran besar di gerbang masuk taman wisata itu sudah menjadikan pesona tersendiri yang menarik perhatian pengunjung.

Taman Nasional Bantimurung yang dikelilingi oleh bukit karst identik dengan kupu-kupunya. Sudah terlihat dari gerbang masuk dan sekitar pintu masuk yang menyuguhkan aneka souvenir yang bisa didapatkan disana. Mulai dari gantungan kunci, pin, baju kaos, lukisan juga hiasan dinding. Harganya pun berviariasi dari Rp 5.000,- sampai ratusan ribu.  Ada juga yang mahal, tergantung souvenirnya.

Memasuki Wisata Bantimurung, kendaraan beroda dua dikenakan Rp 2.000,- per motor. Kami segera mencari tempat parkir dan penitipan barang yang ada di lahan parkir tersebut. Rp 5.000,- per barang sudah termasuk motor. Cukup murah kan?

Cukup Rp 20.000,- saja untuk masuk ke TN Bantimurung. (doc pribadi)
Cukup Rp 20.000,- saja untuk masuk ke TN Bantimurung.
(doc pribadi)

Tidak terlihat antrian di loket pembelian karcis masuk. Sekali lagi, perjalanan beraroma petualangan kami itu, dimulai hari Senin, bung! Itu adalah hari dimana semua orang bekerja dan kami berjalan-jalan? What a perfect day for me! Ahahaahaaa… maaf ya teman-teman, hadiah, perjalanan, petualangan, pesona alam, semuanya harus dinikmati dengan sensasi yang berbeda kan? Yeaaaapp..

Harga karcis masuk untuk lokal Rp 20.000,- per orang, sedangkan wisatawan asing Rp 50.000,- per orang. Tidak ada biaya lainnya dan kita bebas menikmati segala wisata yang ada didalamnya seperti, air terjun, taman kupu-kupu, kolam renang, permainan flying fox, Gua Batu, Gua Istana, Gua Mimpi dan heheee.. penyakit lupanya saya muncul, ada 1 tempat wisata yang jika saja waktunya cukup, aku bisa menyambanginya.

Oiya, ada juga tempat untuk sekadar berleyeh-leyeh melepaskan lelah seperti bale-bale maupun hamparan tikar sederhana disana.

***

The waterfall (doc pribadi)
The waterfall
(doc pribadi)

Sejuknya Air Terjun Bantimurung

Selain kupu-kupu yang menjadi ciri Bantimurung, air terjunnya juga merupakan salah satu potensi wisata yang sangat digemari wisatawan. Air terjun Bantimurung merupakan dua gabungan kata dari bahasa Bugis halus yaitu Benti dan Merrung, artinya air bergemuruh. Air terjun ini ditemukan oleh bangsawan Maros, Karaeng Simbang yang pernah memimpin disana.

Kami menelusuri Bantimurung. Jalanan masih sama dengan 2 tahun lalu. Rapi dan aku melihat sebuah tugu kupu-kupu bertuliskan The Kingdom of Butterflies. Puas berfoto, perjalanan kami arahkan ke Air Terjun Bantimurung. Gerah? Iya. Ingin bersejuk-sejuk ria dan melihat keceriaan disekitarnya. Aku sudah mulai asik mengarahkan kamera yang menyandang di pundak, sementara mate, dia selalu seru selfie dengan tab Samsung Galaxy 3, hadiah dari lomba blog #GetStranded yang diselenggarakan Telkomsel Flash beberapa saat lalu.

Gaya, hhahaha... (doc pribadi)
Gaya, hhahaha…
(doc pribadi)

Yap, yaaaappp… udara segar air terjun segera saja menyegarkan tubuh kami. Jatuhan airnya terasa hingga ke tempat kami berdiri. Disisi kami, berdiri seorang pemandu wisata yang lebih mirip dengan polisi hutan dari cara berpakaiannya yang hijau. Hehehee.. itu kataku yang sok tahu lho?!? Ia memulai percakapan karena mungkin melihat kami seperti pendatang 🙂 . Perbincangan ringan mengenai air terjun tersebut.

Bapak berpenampilan polisi hutan itu menanyakan, apakah kami mau main air?

“Tidak, pak… Cuma ingin menikmati percikan air terjunnya saja dari sini,” kataku.

Si bapak menerangkan, untuk mandi di air terjun, membayar sebesar Rp 5.000,- untuk dewasa dan Rp 3.500,- anak-anak.

Air Terjun Bantimurung terbilang jernih dan sejuk meluncur dari atas gunung batu dengan deras sepanjang tahun. Seperti tak ada habisnya. Memiliki lebar 20 meter dan tinggi 15 meter, sebuah pemandian yang berada di bawah curahan air terjun terdapat landasan batu kapur yang keras dan tertutup lapisan mineral akibat aliran air selama ratusan tahun. Kedalaman air di pemandian ini antara mata kaki hingga ke pinggang.

Tidak hanya mandi saja, beberapa juga ada yang memanfaatkannya dengan bermain tubing, meluncur menggunakan ban dalam bekas yang juga disewakan di dekat tangga. Penyewaannya sekitar Rp 5.000,- per ban. Kalau bermain tubing di air terjun tersebut, sebaiknya posisi badan (khususnya bagian bawah belakang) jangan terlalu masuk dalam ban, karena kalau terantuk batu dasarnya, bisa sakit bahkan terluka. Hati-hati juga sih karena tetap saja beresiko. Bermain tubing atau sekadar berjalan-jalan tanpa berdesak-desakan di Taman Nasional Bantimurung, mungkin tidak harus dilakukan pada akhir pekan. Seperti aku, kesana di hari kerja, cukup menenangkan hati, tenang, hheheheh…..

Jika berjalan ke atas, di sebelah kirinya terdapat tangga beton setinggi 10 meter yang merupakan jalan menuju dua gua yang ada di sekitar air terjun, yaitu Gua Mimpi dan Gua Batu. Jarak ke gua ini sekitar 800 m. Karena sudah pernah ke Gua Batu, maka aku tidak berniat mengulang kesana.

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s