#GetStranded #Celebes: Susur Gua Bantimurung (Behind The Scene)

Ada cerita lain sebelum masuk ke gua yang dituju. Cerita dibalik layar? Tentang mate yang mundur takkan ikut menemani ke gua. Ada tangga berbelok yang tinggiiiii…. Ada juga susur gua dalam kesendirian. Ada pula seseorang yang mengikuti karena melihatku naik sendiri ke arah gua yang sunyi. Woo??!? Hmmm… behind the sceneย nih.

Lewat jembatan ini kalau mau ke tangga gua. (doc pribadi)
Lewat jembatan ini kalau mau ke tangga gua.
(doc pribadi)

***

Bantimurung, Maros
16 Juni 2014

Ada hal lain yang membuatku tertarik untuk memasukkan Bantimurung ke dalam itinerary #GetStranded #Celebes ini. Wisata lain sudah kumasuki ketika berkunjung di 2012 lalu saat sail, dan aku penasaran dengan Gua Mimpi yang ada disana. Agak jarang mungkin ya yang tertarik pada wisata gua?

Aku dan mate melintasi sebuah jembatan yang mengarahkan kami ke Gua Mimpi. Batas antara tangga ke atas dan sebuah kali kecil beraliran jernih dengan batu kalinya, lalu melewati bawah jembatan yang aliran airnya menjadi keramik. Sudah disetting begitu. Di bagian kali (sungai kecil, red) keramik, disediakan tangga turun. Jadi kita bisa duduk, menikmati air jernih nan sejuk serta bermain air di aliran tersebut.

Ketika tiba di tangga menuju ke gua, tiba-tiba mate mundur dan terbelalak.

โ€œWooow, Jieeeee…โ€ diam di tempat.

โ€œAda apa, Kaper (panggilanku untuknya)?โ€ aku membalikkan badan ke arahnya.

Ia menatap jajaran undakan yang terpampang di hadapan kami. Lalu berujar, โ€œAku tunggu disini saja ya? Mau tidur. Tak kuatlah kaki awak (dalam bahasa Medan, awak artinya saya, red).โ€

โ€œYakin ngga mau ikut?โ€ pertanyaan sia-sia karena aku sudah tahu jawabannya.

โ€œDaripada pingsan?โ€ raut lucunya itu bikin aku tertawa.

โ€œOke, Kaper. Ejie naik yaaaaa….โ€ dadah-dadah ke Kaper.

Hmmm… aku lupa kalau berjalan sendiri. Sepi tidak terlalu kuindahkan karena kupikir ke atas tidaklah terlalu senyap. Hari juga masih terang. Perkiraanku paling lama diatas sekitar 1-2 jam saja sudah cukup.

Beberapa anak tangga kunaiki dan sebuah plang membuatku berhenti untuk mengambil gambar. Belum terlalu kuperhatikan apa tulisannya karena aku mendengarkan suara jangkrik di kawasan gua ini. Nanti ya setelah turun, baru aku cerita apa tulisan plang itu.

Berdasarkan SK Menhut No. 398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004, luas kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung kurang lebih 43.750 Ha termasuk gua yang akan aku sambangi.

(doc  pribadi)
(doc pribadi)

Perjalanan ke gua melalui hutan yang vegetasinya cukup rapat dan terbilang basah. Masih banyak pepohonan dan tumbuhan yang mengapit anak tangganya. Entah berapa jumlah anak tangga yang ada disana, aku tak menghitungnya.

Jalinan tumbuhan yang terbentuk dari akar, bebatuan karst yang menciptakan ukiran tersendiri, hijaunya alam, ahhh… berasa dalam komik petualangan euy! Semua tangga ini tersusun rapi dari bawah hingga ke atas. Lumayan buat lututku, untung saja sudah mempersiapkan segalanya dan aku memakai dekker pelindung aman lutut, kwkkkwwkk… Menikmati udara hutan yang bebas dari polusi tembakau, mencium aroma dedaunan, mendapatkan langit bersahabat, itu lebih dari segala hal terindah yang kurasakan. Soft trekking? Iya. Lumayan huhah? Hahahaaaa…. iya! Tapi senang.

Hei, aku baru tersadar kalau ternyata di belakangku ada seorang bapak yang mengikuti. Itu setelah 10 menit berjalan dan aku tiba di gerbang kecil penanda bahwa aku sudah mulai memasuki wilayah gua. Bapak itu bernama Ale. Aku tersenyum dan kami pun berbincang.

โ€œMau masuk ke gua, kenapa sendiri saja?โ€ ramah.

โ€œIya, Pak. Teman saya ngga kuat naik tangga tinggi begini. Jadi dia menunggu di bawah,โ€ sambil mempersiapkan tablet Samsung Galaxy hadiah lomba blog yang mengirimkanku ke #GetStranded untuk merekam perjalanan ke gua Bantimurung #Celebes.

Bagian yang aku suka ketika menikmati perjalanan adalah menemukan binatang kecil unik dan belum pernah aku lihat. Hewan berwarna kuning, mungkin sebangsa kumbang dan agak menyerupai lalat karena bentuknya ini, kulihat setelah melewati gerbang. Lucu. Rentetan semut yang berbaris pun ada. Sungguh suka!

Unik, belum pernah ketemu yang begini :) (doc pribadi)
Unik, belum pernah ketemu yang begini ๐Ÿ™‚
(doc pribadi)

Kami naik tangga yang setengah melingkar dengan pegangan berupa akar kayu dan dinding batu. Tanah merah yang terbawa dari seretan tanah langkah kaki tampak dimana-mana. Voila! Sampai di 2 buah mulut gua yang berbeda dalam waktu 10 menit.

Tangga memutar, penentu sampai di puncak tangga gua. (doc pribadi)
Tangga memutar, penentu sampai di puncak tangga gua.
(doc pribadi)

2 buah gua? Haa? Aku tak pernah mengira bahwa gua yang semula ingin aku datangi ada 2. Karena yang terdata dalam itinerary dan hasil searching di Google, aku hanya menemukan gua-mimpi/ย saja. Ternyata, disana ada gua-istana/ย juga. Oh my God, have to choosen? No! Pernasaran kembali menggelitikku.

โ€œPak, kalau masuk ke Gua Istana, apa saya bisa juga ke Gua Mimpi? Cukupkah waktunya, karena jam 5 sore, saya harus kembali bergabung dengan teman saya?โ€

โ€œBisa, mba. Kalau mau foto di dalam bisa 1 jam. Nanti keluar dari Gua Istana, lanjut ke Gua Mimpi,โ€ terangnya.

โ€œBaiklah, bapak bisa temanin saya kesana?โ€ aku menunjuk arah Gua Istana dan nyengir. #GetStranded ke tempat yang mengajakku penasaran selalu saja menimbulkan suatu bungkahan rasa yang tidak dapat kujabarkan seperti apa. Tapi merasakannya. Hore! Pak Ale menganggukkan kepalanya dan bersedia menemaniku.

***

Pintu keluar Gua Mimpi. (doc pribadi)
Pintu keluar Gua Mimpi.
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s