#GetStranded #Celebes: Sayur Nenek Berua

Karena masih menunggu Daeng, aku main ke dapur yang menyatu dengan ruang belakang. Pertama kali melihat sayur yang terbuat dari bunga buah labu, membuatku tak sabar mencicipi masakan nenek dan Kak Tina.

***

Kampung Berua, Rammang-rammang
Rumah Panggung Daeng Beta
17 Juni 2014

Kak Tina dan nenek (ibu dari istri Daeng) sibuk memotong sayuran di dapur. Karena Daeng masih lama, aku ikut nimbrung di dapur sambil sesekali memeriksa charge-an kamera dan gadget. Ketika itu, mereka mereka memegang bunga-bunga berwarna kuning.  Aku tertarik. Belum pernah lihat juga sih sayur apa itu? Seperti bunga dan di kelopaknya ada bulu halus. Kak Tina membuang batangnya dan membiarkan utuh bunga tersebut. Demikian pula nenek.

“Kak, bunga apa itu? Mau dimasak?”

“Ini bunganya buah labu, Jie. Mau dimasak, jadi sayur,” katanya.

“Memangnya enak?” tanyaku lagi.

“Ejie belum pernah cobakah? Enak, mi,” jawabnya. Patut dicoba nanti setelah masak. Nenek yang ada disitu senyum-senyum melihatku.

“Makannya pakai nasi,” celetuk nenek sedikit bercampur bahasa Makassar.

“Tidak, mi… Ejie tidak bisa makan nasi,” spontan.

Nenek melongo dan keluarlah bahasanya, “Manelo tuo de na manre nanre.” Kak Tina dan Hikma juga Fitri yang ada di kamar tertawa mendengar ucapan nenek. Aku bengong.

“Apa artinya, Kak?”

“Artinya, bagaimana bisa hidup jika tidak makan nasi?” Kak Tina menjelaskan sembari tertawa.

“Ohhh…. heheheee,” dan aku pun menjelaskan alasan kenapa tidak bisa makan nasi.

Sayur yang mirip ketimun dan oyong. (doc pribadi)
Sayur yang mirip ketimun dan oyong.
(doc pribadi)

Kata nenek, “Harus coba makan nasi dengan sayur dan ikan disini, mi…. enak. Nanti pas makan, coba ya?” Oww mak! Mampus aku. Piye iki?? Aku segera pamit menyusul mate yang ada di teras. Menghilangkan eneq yang tiba-tiba saja datang.

Kulihat mate sedang tidur. Masuk kembali ke ruang tengah dan membongkar isi keril. Mengambil perlengkapan mandi dan merapikannya kembali. Baru ingat kalau belum mandi sedari pagi. Segera bebersih biar kalau Daeng datang, bisa langsung jalan-jalan deh.

Byur, byuuuuurrrr… segar. Tiba-tiba, “Ejieeeeeee…. dimana?” suara mate.

“Mandiiiiiii…. gerah,” jawabku sekenanya saja. Tak lama, ia sudah mengantri di depan kamar mandi. Kami bergantian.

Selesai mandi dan membereskan barang-barang, hidangan makan siang telah tersedia. Whoop! Bungkahan nasi dalam tempat berwarna hijau membuatku terdiam. Bersembunyi di balik keril. Aaakk.. aroma nasi yang menyengat, membuatku menjauh.

Makan siang sederhana yang mengenyangkan. (doc pribadi)
Makan siang sederhana yang mengenyangkan.
(doc pribadi)

“Ayo makan,” Kak Tina muncul di belakangku.

“Iya, nanti setelah Kaper ambil nasinya, Kak Tina…..”

Lalu nenek datang dan meletakkan sepiring singkong di dekatku.

“Makan ini saja,” disorongkannya piring tersebut dan hmmm… sedaaaaapp. Segera saja singkong kucampurkan dengan sayur labu kuning, tempe dan ikan sarden dalam piring makanku. Mereka yang melihatku makan, terkekeh-kekeh. Mungkin dalam pikiran mereka, aku aneh. Bukannya campur nasi, malah pakai singkong.

Singkong gurih (doc pribadi)
Singkong gurih
(doc pribadi)

Sayur labu kuning itu rasanya hampir mirip labu siam. Hanya ngga krenyes-krenyes saja sewaktu menggigitnya. Lunak dan rasanya sama seperti sayur lainnya. Terima kasih masakannya makan siangnya ya nenek dan kak Tina 😉 (jie)

***

Nenek, ibu dari istri Daeng Beta. (doc pribadi)
Nenek, ibu dari istri Daeng Beta.
(doc pribadi)
Kiri-kanan: Nenek, Hikma dan Kak Tina (doc pribadi)
Kiri-kanan: Nenek, Hikma dan Kak Tina
(doc pribadi)

 

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s