#GetStranded #Celebes: Toraja Bukan Mimpi

Ssstt.. ini tidak ada di dalam itin.
And it’s not a dream!
Kami mengambil keputusan ke Tana Toraja di malam setelah pulang mendapat 3 spot di Rammang-rammang. Mendadak memang, dan ajang minggat ini, membawa kisah tersendiri yang seru karena tidak mempersiapkan apapun untuk kesana.
Alhamdulillah, rezeki selalu saja mengiringi.
Catch your dream, gals… ๐Ÿ™‚

Map of Toraja 1 (doc pribadi)
Map of Toraja 1
(doc pribadi)

***

Maros to Tana Toraja
17 Juni 2014
Pukul 20.00 WITA

Rezeki Dalam Bus

Keputusan mendadak ini kami ambil guna menyelamatkan peralatan kamera dan gadgeting kami juga. Karena kalau malam, tidak enak juga mau ngecharge sementara kebutuhan penerang saja hanya seperlunya. Memutuskan eksplore Rammang-rammang nanti akan dikondisikan kembali meski hitungannya kami naik dan turun di Makassar ini.

Dengan diantar Daeng Beta ke dermaga, lalu Kak Kama yang rupanya mengambil mobil mengantarkan kami ke depan untuk mencari bus yang ke Tana Toraja. Aku sama sekali tak menyangka akan mendapat kebaikan seperti itu. Perkiraan kami malah akan jalan kaki ke warung Bu Jamilah di depan jalan raya sana. Aihh, kebaikan memang selalu ada dimana saja. Terima kasih..

Kak Kama tidak meninggalkan kami begitu saja, tetapi menunggu dan bantu mencari bus Tana Toraja yang lalu-lalang di jalan ini. Baru sebentar berbicara dengan Kak Kama, kesibukan berkat jaringan internet tersambung dan segala pesan, masuk tanpa bisa dibendung. Aku meminta izin pada Kak Kama untuk menjawab semua pesan di ponselku. Sebuah telpon dari teman yang mengurus perjalanan traveling pun, membuatku tak bisa mengelak untuk mendengar laporan dan sarannya tentang pekerjaan lepas kami di saat bersamaan aku mendapat #GetStranded #Celebes ini.

Sebuah bus berwarna ungu berhenti. Kak Kama menyuruhku melihat tempat duduk yang menurut kernet bus, masih tersisa 2 bangku paling belakang. Aku melihat sambil tetap berkomunikasi. Lalu bertanya pada mate apakah ia bersedia duduk di belakang? Ketika dirasa cukup, kami akhirnya sepakat naik agar memaksimalkan waktu tidur kami.

Mengucapkan salam pada Kak Kama dan ia berpesan jika sudah sampai di Toraja, agar memberi kabar. Pun jika akan kembali ke Rammang-rammang, Kak Kama bersedia menampung kami di rumahnya depan jalan raya.

Informasi teman gunungku, Erore yang membantu membuat itinerary, jarak antara Maros-Tana Toraja adalah 9 jam. Waktu yang lumayan untuk beristirahat?? Jiaaahh… tidak juga! Karena laporan posisi, posting tweet pic dan menjawab tweet merupakan sebuah keharusan. Aaakkk.. jam berdetak semakin kencang dan aku belum juga mengatupkan mataku.

Tertidur sejenak dan terbangun. Aku masih belum ada gambaran untuk kemana di Tana Toraja, karena sama sekali buta mengenai hal ini. Tempat pertama yang menjadi target kami adalah bagaimana caranya mencari tempat charge, bersih-bersih dan sarapan.

Di sebelahku duduk ibu berjilbab merah yang sesekali juga terbangun dari tidurnya. Kami berbagi tempat duduk dengan anaknya yang berusia sekitar 3 tahun. Dan ketika sudah dititik aku tak bisa berpikir, tiba-tiba saja ucapan dari sang ibu seakan memberikan kesejukan di musim kemarau. Perbincangan tak sengaja ini setelah kernet meminta ongkos bus sebesar Rp 80.000,- per orang tanpa aku tahu besaran pastinya.

โ€œBerapa nak bayar busnya?โ€ logat Makassarnya kental.

โ€œRp 80.000,- mahalkah, bu?โ€

โ€œTidak, e.. normal itu. Kalau naik dari terminal, per orang Rp 100.000,- .โ€

Aku menganggukkan kepala tanda mengerti. Perbincangan berlanjut ke kami yang menurut ibu, bukan berasal dari Makassar atau sekitarnya. Tebakan tepat dan aku bercerita. Mungkin karena kasihan melihat 2 orang perempuan dan berbicara denganku yang terlihat tidak tahu Toraja, ibu menawarkan jika ingin beristirahat dan sekadar bersih-bersih di rumahnya setelah tahu tujuanku adalah Rantepao.

Waaaaww… rezeki memang tidak bisa ditebak! Segala kebaikan hadir di waktu yang tepat. Sebuah keberuntungan kembali menghampiri. Terima kasih, terima kasih ibu yang kutahu bernama Ibu Caya.

***

Ibu Caya dan kedua anaknya. (doc Vera)
Ibu Caya dan kedua anaknya.
(doc Vera)

Rantepao, Toraja
18 Juni 2014

Pukul 06.11 WITA

Gali Informasi Toraja

Pagi di Rantepao sedikit berkabut. Udara di Toraja ini ternyata sejuk. Dan mendekati angka 07.00, udara malah semakin terasa dingin hari itu. Aku merapatkan syal yang mengalung di leherku.ย  Wajar saja, karena informasi seorang bapak di kantorku yang menggambarkan posisi perjalananku itu, ia bilang bahwa Toraja itu jalannya ke atas dan lumayan dingin disana. Hmmm….

Ibu Caya baik sekali. Ia sampai repot menyediakan sarapan untuk kami. Padahal kami hanya menumpang selonjoran, bersih-bersih dan ngecharge. Sembari menunggu terang, dan aktifitas di luar ramai, kami menggali sebanyak-banyaknya informasi. Entah dari referensi Google, teman maupun saudara. Semuanya kami coba.

Kami segera mencari lokasi wisata yang sejalur, agar menghemat waktu, mengingat malam hari kami harus sudah bergerak menuju Bulukumba-Tanjung Bira. Ibu pun membantu kami mencari sewa kendaraan. Dari yang terbilang cukup mahal di kisaran Rp 200.000,- hingga akhirnya yang Rp 60.000,-. Hahaaaayy…. mate juga sudah tahu kisaran sewa ojek untuk berjalan-jalan dari hasil searchingnya. Dan angka yang ditawarkan ibu masuk akal untuk kantong backpacker.

Lalu aku menambahkan, โ€œJika boleh, kami sewa motor ibu, tapi Yusran (anaknya yang juga bekerja membawa bentor-becak motor-red) ikut kami ya, bu? Menunjukkan jalan dan menemani kami. Bolehkah?โ€

Ibu memperbolehkan asal Yusran tidak keberatan. Soalnya dia juga harus menyetor uang hasil kerjanya dari menarik bentor. Setoran bentor Yusran sebesar Rp 25.000,- per hari. Kami tidak masalah dengan hal tersebut. Jadi untuk mengantar kami ke tempat penyewaan sepeda motor, kami akan naik bentor Yusran, pun saat pulang dan ke terminal pulang melanjutkan perjalanan kami.

Dalam waktu 1,5 jam, kami sudah memperoleh informasi yang dibutuhkan. Baik sewa kendaraan dan tempat mana saja yang akan dikunjungi. Siap jalan, saudara-saudara……

***

Persiapan Peluru Toraja

Pukul 08.00 WITA

Hal yang pertama kali kami datangi yaitu loket pembelian karcis bus kepulangan. Yusran mengantarkan kami ke terminal dimana ibu biasa berangkat jika hendak ke Makassar. Semua kendaraan akan diberangkatkan pukul 19.00 dan turun di Terminal Malengkeri. Kecuali bus ukuran besar yang berangkat pukul 21.00 tetapi tidak lewat dalam kota dan tidak berhenti disana. Kami memutuskan naik bus ยพ EFATA PERKASA di Jalan Poros Saโ€™adan Malango, Toraja dan membayar DP sebesar Rp 100.000,- untuk 2 orang.

Kemudian lanjut ke tempat rental motor KAREBA MELLAO LANGI di jalan Mangadil No. 25 Rantepao-Toraja Utara. Lagi-lagi kami beruntung. Si empunya rental memberikan peta wisata Rantepao. Aku mulai bertanya beberapa tempat yang bisa kami sambangi dalam 1 jalur dan menghemat waktu. Ia memberikan beberapa tempat wisata dan estimasi waktu tempuh. Baiknya lagi, ia mau mengirimkan peta wisata Rantepao dalam bentuk JPG ke emailku. Okeee…. Letโ€™s #GetStranded, mate. (jie)

Map of Toraja 2 (doc pribadi)
Map of Toraja 2
(doc pribadi)

***

CP EFATA PERKASA :

  1. Makassar : Bukit Katulistiwa Blok F No. 9 Daya, Telp. (0411) 4772507 โ€“ 0853-43664854
  2. Toraja : Jl. Poros Saโ€™adan Malango, Telp. (0423) 27328

CP Rental Motor KAREBA MELLAO LANGI :
Jl. Mangadil No. 25 Rantepao-Toraja Utara
Roland, 0813-43908694

***

(doc Vera)
(doc Vera)

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s