#GetStranded #Celebes: Menhir Tertinggi dengan 100 Ekor Hewan (Bori Parinding)

Menhir Bori Parinding (doc pribadi)
Menhir Bori Parinding
(doc pribadi)

 

Orang mungkin lebih mengenal Stone Edge di Eropa daripada tempat wisata yang “agak” sepi pengunjung ini. Perhentian selanjutnya dari perjalanan kami adalah Situs Purbakala Bori Parinding berupa pemakaman tua yang terletak di Kecamatan Sesean. Setengah jam dari Dusun Parinding Utara tadi. Tempat dimana menhir diperlakukan istimewa. Situs ini mungkin tidak akan nampak karena berada diantara rumah-rumah penduduk lokal. Luas komplek menhir Bori Pariding ini 546 meter persegi dengan luas lokasi 1.724 meter persegi.

***

Toraja
18 Juni 2014

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Seorang wanita menjaga loket karcis retribusi masuk Bori Parinding yang berada di sebelah kanan pintu. Rp 10.000,- berlaku untuk 1 orang. Karena tidak melihat siapapun yang bisa dimintai keterangan, aku sedikit bertanya pada mbak tersebut. Aku belum tahu panggilan bagi seorang wanita Toraja, jadi mbak mungkin lebih sopan. Sebenarnya aku tertarik pada batu menhir yang berada disana, di tengah halaman. Aku teringat pada petualanganku ke Situs Purbakala Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat. Sama, ada menhirnya juga.

parinding9 Syarat untuk bisa membuat batu menhir dan mendirikannya di situs ini harus menyembelih 24 ekor kerbau atau hingga hitungan 100 ekor hewan. Adapun jenis hewannya yaitu kerbau belang, kerbau sambao, bonga, todi, balean, kambing jantan, sapi, dan babi. Jumlah yang dikorbankan sesungguhnya tidak berdampak pada ukuran tinggi dan besar menhir. Sama saja nilai adatnya.

Ketika sedang asik berbincang, Yusran memanggiku dan ia mengajak serta seorang petugas yang akan menjelaskan lebih lanjut mengenai batu-batu menhir tersebut. Waaaa… ngga salah nih mengajak Yusran. Dia tahu kebutuhanku yang suka bertanya.

Bila ada seorang bangsawan yang meninggal, upacara adat bisa berlangsung selama 3 hari karena mengikuti adat yang sudah turun-temurun. Dulu, 1 mayat disemayamkan selama 1 tahun, sekarang sekitar 2 minggu.

Adat yang biasa dilakukan adalah:

  1. Mayat dibalut kain, lalu diarak keluar rumah menggunakan tandu. Mayat tersebut akan berkeliling 3 kali baru bisa masuk ke rumah semayam.
  2. Jika ada kerabat, tetangga bahkan orang asing sekalipun yang datang untuk turut berduka-cita di dalam komplek pemakaman Bori Parinding ini, maka akan dapat jatah daging yang dikurbankan dari pihak keluarga yang ditinggalkan.
Menhir kecil diantara yang tinggi. (doc pribadi)
Menhir kecil diantara yang tinggi.
(doc pribadi)

Menhir dengan batu tertinggi berusia lebih dari 3 tahun dengan menyembelih lebih dari 100 ekor hewan. Tingginya sebuah menhir menandakan derajat seseorang, apakah ia bangsawan atau orang biasa. Batu menhir itu juga sebagai pertanda telah dilaksanakannya penguburan bagi kaum bangsawan. Selain itu batu-batu menhir tersebut digunakan sebagai tiang untuk mengikat hewan-hewan yang akan disembelih saat upacara pemakaman atau rambu solo digelar. Bisa dibayangkan jika 1 ekor kerbau atau sapi saja bisa mencapai Rp 20 juta, harus berapa banyak uang yang dikumpulkan agar mencapai minimal 24 ekor? Dan harga tiap hewan pun berbeda.

 

Dijelaskan bapak (aku lupa namanya, errr~), menhir ini dibangun pada tahun 1717 oleh bangsawan pertama bernama Nek Rambak (ibu, red). Jika dilihat seksama, terdapat menhir kecil seperti anak-anak di beberapa buah batu menhir yang ada. Katanya, batu kecil itu merupakan keturunan selanjutnya dari nenek moyang yang telah terlebih dahulu berpulang. Jika masih ada kekerabatan, maka bisa membangun menhir d dekatnya.

Untuk memperoleh batu menhir berukuran besar, biasanya mengambil dari gunung di Toraja. Pemahatan batunya pun bisa berlangsung lama, 2 bulan. Setelahnya akan ditarik serta melibatkan penduduk. Proses penarikan tergantung tempat jauh atau tidaknya, sehingga bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Di Bori Parinding, terdapat makam untuk orang dewasa, juga makam untuk bayi yang ditanam di dalam tubuh pohon tarra yang diperkirakan sudah mencapai ratusan tahun. (jie)

***

This slideshow requires JavaScript.

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s