#GetStranded #Celebes: Mencari Hikmah, Penjual Camilan Malengkeri

 

Puas bermain di daratan, saatnya bermain berendam. Tetapi mencapai keinginan bukanlah jalan yang mudah. Bokong yang pegal, perut yang lapar, kebutuhan menambah daya perlatan tempur pun memaksa kami untuk berpikir jernih debelum memulai petualangan kembali.
Mari hunting isi perut, mate..

Kue Putu Tongka (doc pribadi)
Kue Putu Tongka
(doc pribadi)

***

Rantepao to Malengkeri
19 Juni 2014

Hari ke 4 ini merupakan perjalanan terjauh kami. Rasanya berjam-jam kami menghabiskan waktu dari bus dan pindah ke mobil. Mate selalu saja bisa tertidur nyenyak, sementara aku tidak. Mungkin beberapa jam aku bisa menikmati tidur yang benar-benar nyenyak. Dan kata mate, aku akan mengangguk-anggukkan kepalaku ke kanan dan kiri tanda pulas. Ahahahahaa..

Catatan perjalanan:

  1. Rantepao-Terminal Malengkeri
    Berjarak sekitar 9 jam. Lakukan perjalanan malam hari jika ingin menghemat uang transportasi dan akomodasi, jadi uangnya bisa dibelanjakan makanan atau oleh-oleh yang puas. Hitungannya, tidur di bus sampai tujuan.
    Harga tiket bus jika membeli di loket, Rp 100.000,- per orang dan Rp 80.000,- per orang jika diangkut di pinggir jalan. Mungkin tergantung juga jarak dan harganya jika tidak naik dari loketnya.
  2. Terminal Malengkeri-Bulukumba-Tanjung Bira
    Waktu tempuh sekitar 5 jam. Untuk menghindari antrian lama di dalam terminal, cuukup menunggu di pinggir jalan dekat terminal. Sebelum atau sesudah perempatan ke terminal.
    Harga yang ditawarkan berkisar Rp 60.000,- hingga Rp 70.000,- per orang. Coba tawar saja dengan sopan agar bisa mendapat harga yang pantas. Kami kena Rp 60.000,- per orang sudah sampai Tanjung Bira langsung.

***

Hikmah yang bekerja membantu ibunya. (doc pribadi)
Hikmah yang bekerja membantu ibunya.
(doc pribadi)

Di Terminal Malengkeri, ada minimarket jika anda ingin mengaso barang sejenak. Meluruskan kaki, membeli perlengkapan logistik jika stok habis, memanfaatkan waktu mengisi daya kamera dan ponsel, juga bisa sedikit bebersih. Terpenting adalah bisa menikmati camilan khas Makassar yang tersedia di depan minimarket tersebut.

Adalah Hikmah, seorang gadis kecil yang menjadi teman bercerita kami pagi itu. Ia berjualan kue mengisi waktu luang karena sudah masuk hari libur sekolah. Ia sangat baik menunjukkan dan sabar menjelaskan aneka camilan yang tersaji di lemari kaca jualannya. Sembari beristirahat, kami pun menikmati suguhan camilan-camilan khas Makassar. Aneka kue yang ditawarkan gadis yang baru lulus SD ini bisa disebut sebagai kue basah. Tinggal pilih saja mana yang disuka, karena per kue dihargai Rp 1.000,-. Terjangkau ukuran kantong kan? Kenyang pula.

Aku memilih camilan yang namanya asing di telingaku, antara lain:

  1. Tongkolok ketan merah, berupa ketan yang berwarna merah dibaluri dengan kelapa parut gula merah. Makannya dicocol sambal yang juga disediakan bersama kue.
  2. Putu tongka, berupa kue bolu dengan campuran singkong yang dihaluskan. Taburan kelapa parut menghiasnya. Rasanya tidaklah manis, tetapi singkongnya sangat terasa.
  3. Panada, berupa roti goreng isi sayuran seperti kentang dan wortel juga laksa (bihun). Roti goreng ini enak. Sedikit pedas ketika menggigitnya. Gurih dan tidak membosankan.
  4. Koko cangkuning, berupa kue talam berisi gula merah.
  5. Taripang, berupa ketan dan kelapa yang dihaluskan, dimasak bersama gula merah. Di jawa disebut gemblong.

(Untuk keterangan mengenai kue-kue tersebut, bisa baca camilan-khas-malengkeri/).

Kenyang dan harus lanjut jalan. Hikmah memberitahu juga agar tidak usah menunggu kendaraan di dalam terminal karena akan lama dan mengantri. Ia menyarankan kami menunggu di dekat lampu merah karena akan banyak kendaraan yang akan ke Tanjung Bira.

Hikmah, terima kasih banyak ya adik kecil. Semoga jualan kue mu itu laku terus dan kamu bisa terus bersekolah. Amiiinn..

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

7 thoughts on “#GetStranded #Celebes: Mencari Hikmah, Penjual Camilan Malengkeri”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s