Perawan Bara yang Menenangkan

Pantai Bara diambil dari dive camp. Just like a sketch (editing saturation). (doc pribadi) (doc pribadi)
Pantai Bara diambil dari dive camp. Just like a sketch (editing saturation).
(doc pribadi)
(doc pribadi)

Mengalahkan rasa jauh demi penasaran akan kisah Pantai Bara yang tidak semua orang tahu tempatnya, pun orang lokal.
Mengalahkan penat tatkala kendaraan yang kami pakai tidak dapat mencapai ujung pantai tersebut.
Kemudian menyingkirkan sepi, menikmati dalam keasikan hingga aku dan mate mencari spot terindah bagi hati pribadi.
Hingga menyimpannya, berharap kembali suatu saat nanti dan mencapai ujung pantai tersebut.
Miss u Bara Beach…

***

Pantai Bara, Tanjung Bira
20 Juni 2014

Joget Alami Bara

Waktu kepulangan kami memang tinggal sedikit. Tapi keinginan dan penasaran berkat racun yang diberikan sejumlah teman-teman yang terus saja mem-PM (private message), membuat aku tidak menolak untuk melihat seperti apa Pantai Bara itu.

Kami melewati lapangan tenis dan berjalan lurus mengikuti jalur aspal yang ada hingga mentok lalu belok ke kiri. Jalanan selanjutnya yang akan ditemui 1,5 jam kedepan berupa jalur bebatuan yang cukup membuat kita bergoyang alami alias dangdutan. Ahahhhh… kami tidak menyangka kalau jalanan akan begitu panjang dan jauh. Melewati perumahan penduduk yang jaraknya lumayan jarang antara satu rumah ke rumah lainnya.

Pada belokan lainnya, tampak beberapa rumah yang dijadikan sebagai cafe dan karaoke. Tempatnya hanya berupa rumah sederhana saja dengan spanduk terpampang “Karaoke” di dinding rumahnya.

Kemudian kita akan melewati hutan yang di kanan kirinya. Kata Kashmi, anak perempuan yang bekerja di salassa-guest-house, jangan sampai kemalaman kalau lewat di jalan itu. Karena hutannya gelap dan belum ada penerang jalan. Kadang malah ada babi hutan yang kerap melintas. Cukup berbahaya juga ya? Untung hari masih terang ketika kami bertandang mencari Pantai Bara.

Cara menuju ke Pantai Bara:

  1. Mengikuti garis pantai dari Pantai Pasir Putih Tanjung Bira. Namun beberapa tempat, perlu waktu yang pas. Karena jika air pasang, biasanya sore hari, kita tidak akan mungkin mengikuti jalur pantai.
  2. Jalur darat. Lebih aman sih lewat darat seperti yang kami lakukan dengan menyewa motor. Tapi juga jangan terlalu sore.

***

Diambil dari sisi lain yang berbeda, dimana pasangan turis sedang membangun villa di bibir Pantai Bara yang langsung menyentuh air toscanya. (doc pribadi)
Diambil dari sisi lain yang berbeda, dimana pasangan turis sedang membangun villa di bibir Pantai Bara yang langsung menyentuh air toscanya.
(doc pribadi)

Hidden Paradise, Bara Nan Teduh

Menemukan 2 spot berbeda dari sebuah pantai, bukankah amazing? Iyaps, itu hasil penasaran kami menelusuri jalan berbatu yang aduhai dan sepadan dengan perjuangan itu.

Pukul 13.41 WITA, kami berhenti di suatu tempat, karena mengira ada jalan masuk disana. Soalnya ada 3 motor yang berhenti. Jalannya seperti masih baru ditimbun. Tanah merah dan ada palang yang menutupi jalan masuk. Kami melihat pasangan bule turun ke bawah dan mengikutinya.

Airnya Pantai Bara yang jernih dan bersih :flirting (doc pribadi)
Airnya Pantai Bara yang jernih dan bersih :flirting
(doc pribadi)

Begitu sampai di tempat terbuka dan melihat air yang, Subhanallah… beningnya melebihi air minum kali ya? Dari atas tempatku berdiri saja sudah terlihat pasir putihnya. Kepengin loncat dan kami heboh!

Upps, baru sadar ketika si bule menyapa kami lalu ia sibuk mengarahkan 2 orang pekerja yang ada disana. Aku juga baru ngeh kalau ternyata mereka sedang membicarakan pembangunan hotel atau rumah mungkin disana. Ya ampuuuuunnn… lokasinya cakep banget, mak! Bangu tidur mah ngga usah mandi, tapi langsung saja nyebur ke laut dan berenang. Wuuuuiihhh…. mantap!

Turis yang akan membangun villa (doc pribadi)
Turis yang akan membangun villa
(doc pribadi)

Kami pamit pada kedua bule dan bapak yang bekerja, lalu melanjutkan perjalanan untuk mencapai pasir dan Pantai Bara. 15 menit kemudian, kami melihat sebuah dive camp yang mengarah ke Pantai Bara. Bertemu seorang bapak dan kami meminta izin untuk berfoto di pantai itu. Ia memperbolehkan dan mengatakan padaku agar berbincang dengan orang-orang yang duduk di sebuah rumah makan.

Akhirnyaaaaa….. Pantai Bara di sisi yang berbeda! Mungkin karena kami berada di kawasan khusus dive, kesunyian yang merasuk memberikan ketenangan lain. Berdiri disana, serasa memiliki pantainya. Pohon kelapa yang menjulang tinggi di pinggirnya, warna gradasi laut yang apik, menawarkan warna-warna teduh menenangkan jiwa.

Sisi dive camp (doc pribadi)
Sisi dive camp
(doc pribadi)
Pantai Bara diambil dari dive camp. (doc pribadi)
Pantai Bara diambil dari dive camp.
(doc pribadi)

Cobalah mendekat dan akan kalian lihat, betapa bening air Pantai Bara itu. Ingin berendam dan berlama-lama disana!

Aku menggenggam sejumput pasir pantai yang juga memberikan gradasi warna.

  1. Pertama menginjakkan kaki, kita akan mendapatkan pasir yang halus, seperti bedak bayi berwarna putih.
  2. Pasir selanjutnya agak berbulir, campuran warna putih dan kecoklatan.
  3. Mendekati bibir pantai, pasir putih yang basah akan membenamkanmu dalam hangatnya air laut yang terkena sinar matahari kala itu.

Duduk disana berlama-lama tidak akan bosan. Semilir angin pantai, sunyi, tenang dan bersahaja, wiiihhh… sudah berasa horang kayah aku disana. Jiakakakaaakk….

Sebuah pelangi di arah ayunan yang terjalin dan terikat pada 2 buah batang pohon kelapa, tertangkap tangan oleh jepretan kameraku. Nikmat mana yang kau dustakan, manusia? Hahh! Sungguh, aku merasa benar-benar bersyukur mendapat kesempatan menikmati teduhnya Pantai Bara meski disisi yang tidak biasanya. Justru lebih terasa nikmat dengan keheningan yang tercipta di dive camp ini. Out of the box? Yeaaapp! Penutup hari yang sempurna di Tanjung Bira. Syukuri saja apa yang terhampar di hadapanmu, Jie.. 😉

***

Pantai Bara diambil dari dive camp. (doc pribadi)
Pantai Bara diambil dari dive camp.
(doc pribadi)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

5 thoughts on “Perawan Bara yang Menenangkan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s