Gas Kijang di Kawah Sikidang

(doc pribadi)
(doc pribadi)
Usai terkantuk-kantuk dan tertidur pulas bergantian di mobil jeep pribadi milik Ky Merah yang kami kendarai, sampai juga di kawasan Dataran Tinggi Dieng. Salah satunya adalah Kawah Sikidang, tempat yang sudah sejak lama masuk dalam list kunjunganku. Bisa kesana saat itu, termasuk keberuntunganku, karena memang aku tidak tahu itinerary perjalanan secara pasti ketika Ky Merah mengajakku mendaki triple S (Gunung Sumbing, Gunung Sindoro dan Gunung Slamet) bersama Erore dan Anja.
***
(doc pribadi)
(doc pribadi)

Dataran Tinggi Dieng
13 Oktober 2013

Siang yang terik namun sejuklah yang terasa ketika aku menjejakkan kaki di tempat yang tak kuduga sebelumnya, Kawah Sikidang. Berada di Kabupaten Banjarnegara, tempat wisata populer yang kerap kudengar dari teman-teman pejalanku.Β Kawah yangΒ terkenal karena lubang keluarnya gas selalu berpindah-pindah di dalam suatu kawasan luas. Menurut penduduk setempat, gas yang berpindah itu terlihat seperti kijang (dalam bahasa Jawa, kidang). Gas berpindah itu, menurut legenda berasal dari kekuatan Raja Kidang Garungan yang terkubur di dalam sumur buatan atas permintaan Ratu Shinta Dewi yang akan dipinang sang raja. Mungkin itu sebabnya kawah ini disebut Sikidang, kijang -berupa gas- yang melompat-lompat.

(doc pribadi)
(doc pribadi)

Kami memasuki kawasan kawah diiringi oleh alat musik tabuh yang dimainkan pemusik lokal, berjajar di jalan arah kawah. Melewati sebuah papan informasi dimana terdapat kisah legenda, potensi, kondisi geologi, fumarola, mudpool, dan solfatara tentang Kawah Sikidang. Ky Merah dan Erore berada di depanku. Lutut yang sakit setelah melakukan pendakian 2 gunung (Sumbing dan Sindoro) tanpa bermalam di gunungnya (tektok), membuatku tak dapat berjalan gesit.

Sepertinya hari berpihak pada kedatangan kami hari itu. Memberikan warna-warna indah pada pemandangan perbukitan yang mengelilingi Kawah Sikidang. Aku menikmati langit biru dan awan putih yang berarak. Begitu pun dengan uap halus putih keabuan yang keluar dari kawah di atas sana. Berjalan diantara tanah yang sedikit basah disekitarnya, perlu berhati-hati. Karena campuran belerang dan uap yang keluar menggelegak dari lubang-lubang di jalan itu cukup berbahaya. Di beberapa bagian tanah, terdapat air yang bergolak mendidih.

Sebelum naik, aku menjumpai penjual salep tradisional yang terbuat dari belerang murni. Mereka meletakkan dagangannya dalam ember-ember dan keranjang rotan serta telah dibungkus. Belerang mempunyai beberapa khasiat untuk mengobati penyakit bagian luar tubuh seperti gatal-gatal, panu, kadas, kurap dan kutu air.

(doc pribadi)
(doc pribadi)
(doc pribadi)
(doc pribadi)
(doc pribadi)
(doc pribadi)

Sedikit keatas, bau belerang kian menyengat. Tampak dataran dimana di tengah-tengahnya terdapat kolam kawah dengan air dan uap belerang panas berwarna kelabu. Bergolak menyembur ke atas, tinggi. Kawah tersebut dibatasi oleh pagar bambu, beberapa meter jauhnya dari batasan kolam kawah tersebut.

Sebaiknya memang tidak berdiri terlalu dekat dengan kawah, cukup berada di wilayah yang telah dipagari saja agar aman. Dari jarak yang tidak bisa dibilang dekat pun, udara di sekitar kawah saja sudah hangat dan bau belerangnya juga terasa, meski angin mengarahkan uap ke arah lain. Menjaga keselamatan itu perlu, karena walaupun Kawah Sikidang merupakan tempat wisata, tetapi melihat uap yang bergolak bercampur belerang kelabu pekat itu lumayan mengerikan buatku. Di papan informasi pun terdapat keterangan tentang potensi negatif berupa bahaya gas beracun seperti gas belerang dan bahaya uap air panas.

Masuk ke kawasan ini cukup membayar tiketΒ sebesar Rp 6.000,-
Sedangkan waktu kunjung mulai pukul 07.00 – 16.00.

Selain Kawah Sikidang, di sekitarnya ada pula 2 kawah lainnya yang berdekatan, yakni Kawah Sileri dan Kawah Candradimuka yang juga tak kalah populernya. (jie)

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

3 thoughts on “Gas Kijang di Kawah Sikidang”

    1. Cieeee mayan kl ngegunung mah wiiinn.. Hehehh
      Bbrp tlsn gunung ada, lainnya msh di hati. Ejie rada susah ngeluarinnya, win.

      Tlsn gunung biasanya nendang ejie, win. Bnyk mewek.
      Tlsn laut itu cerianya ejie.
      #aseeeekk πŸ˜‰

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s