Kota Sejuta Adonan Ikan

Kota kelahiran, kota dimana aku dibesarkan, atau kota dimana sebagian besar kehidupanku ada disana? Sedikit bingung menterjemahkan kota mana yang harus kukenali seperti tema yang diajukan dalam workshop #TravelNBlog2 beberapa minggu lalu. Hmm.. Apapun temanya, yuuukk… Bercerita πŸ˜‰

Celimpungan, salah satu makanan khas Palembang (doc pribadi)
Celimpungan, salah satu makanan khas Palembang
(doc pribadi)

Pindah Bukan Nomaden

Kota dimana aku berdomisili kini, sungguh, tidak terlalu ku kenali. Hampir sebagian hidupku mengikuti kemana papa dipindahtugaskan saat ia bekerja di sebuah perusahaan minyak dan memegang kendali di bagian doc/perkapalan. Hei, kusadari keinginan jalan-jalanku sekarang, mungkin termotivasi pada pekerjaan papa yang tak jauh tentang pindah dari pulau satu ke pulau lainnya, bekerja di areal perkapalan dan laut yang membuatku merasa tak asing dengan benda-benda kapal jika aku main ke tempat kerjanya. Wehh, ngelantur! Back to topic.

Seingatku hampir 4 tahun sekali kami berpindah pulau atau kota. Selalu mempunyai teman baru, sekolah baru, permainan baru dan terkadang sama walau berbeda nama.

Senangnya itu, aku yang doyan ngemil karena mama yang pandai masak dan membuat kue-kue, selalu saja kebagian mencicipi aneka hidangan kota yang keluarga kami singgahi. Oke, kan?? 😘

Jadi, diantara sekian banyak kota singgah tempat mengikuti papa, Palembanglah yang sangat melekat di ingatanku. Menghabiskan masa sekolah, merasakan bekerja freelance di saat masa sekolahku, berorganisasi, mendapatkan peluang berbagai aktifitas, berteman dengan media, hingga bertemu dengan orang-orang penting di pemerintahan. Dan eheeemm… Tentu saja berkesempatan keluar kota untuk bekerja dan traveling yang membuatku jatuh hati pada pekerjaan di lapangan. Yap, Palembang ini kota dengan berbagai kisah hidup bagiku. Termasuk setengahnya yang turut hilang juga dari memoriku πŸ˜ͺ ..

***

Pempek lenggang (doc pribadi)
Pempek lenggang (doc pribadi)

Sriwijaya Kota Kuliner

Kota yang sangat terkenal dengan Sungai Musi dan Jembatan Ampera ini, membelah daerah hulu dan hilir. Dijuluki “Bumi Sriwijaya” karena Kerajaan Sriwijaya mendominasi Nusantara dan Semenanjung Malaya pada abad ke-9. Selanjutnya mengenai sejarah Kota Palembang, bisa klik disiniΒ http://id.m.wikipedia.org/wiki/Kota_Palembang

Hal yang paling membuatku menyukai Kota Palembang adalah kuliner! Hhaha… Aku pecinta dan pencicip kuliner. Apalagi makanan tradisional. Suka!

Makanan berat dan camilan ringan yang ada di Palembang ini, sangat variatif. Hampir semuanya berbahan dasar ikan dan tepung terigu. Untuk camilannya, didominasi oleh gula dan telur. Sedangkan sambal, diwarnai dengan berbagai macam buah-buahan.

Di Palembang ini, tersedia aneka masakan pendamping utama seperti:

  1. PINDANG. Pada dasarnya, hampir kesemua pindang berbumbu dasar sama. Berwarna kuning dari kunyit. Rasa khas diperoleh dari bumbu tanpa tambahan santan kelapa. Untuk mendapatkan rasa asam, digunakan belimbing wuluh atau dikenal dengan belimbing sayur dengan tambahan jeruk nipis. Pindang-pindang ini antara lain: pindang ikan (patin, bawal, ekor kuning, tongkol, layang, gabus), pindang daging, pindang tulang, pindang udang, serta pindang kepah atau remis.
  2. MALBI. Daging berwarna coklat pekat ini, bukanlah daging berbumbu biasa. Sekali mencobanya akan ketagihan! Seperti semur daging, namun kuahnya tidak encer, sedikit kental karena menggunakan kelapa tua yang diambil sarinya (santan kental) dan berminyak layaknya rendang. Rasanya manis. Menu ini disajikan saat hajatan dan dapat ditemui ketika hari raya.
  3. BRENGKES TEMPOYAK. Jangan pernah melewatkan makanan sedap khas nusantara! Olahan durian yang difermentasi bernama tempoyak yang dipadu bersama ikan patin ini sangat sedap dan menggugah selera makan apalagi disertai bumbu pedas di dalamnya. Sebutan lain brengkes adalah pepes.
(doc pribadi)
Pempek panggang (doc pribadi)

Camilan berbahan dasar ikan dan tepung terigu atau tepung kanji (sagu) yang sangat digemari yakni:

  1. PEMPEK. Variannya berupa pempek lenjer (pempek panjang), pempek telur (pempek kapal selam), pempek adaan (berbentuk bulat diberi irisan daun bawang), pempek kulit (terbuat dari kulit ikan), pempek lenggang (pempek ikan plus telur yang dibakar/panggang dalam wadah terbuat dari daun pisang), pempek keriting (seperti mie, biasanya cukup dikukus), pempek pastel, pempek panggang (berisi ebi) dan pempek tahu. Cek pempek panggangΒ https://ejiebelula.wordpress.com/2014/10/15/pempek-lenggang-palembang/
  2. TEKWAN. Seperti sup. Terbuat dari adonan ikan dan tepung sagu yang dibentuk kecil-kecil dengan kuah udang. Dilengkapi bihun, jamur, irisan bengkoang, daun bawang, daun seledri serta bawang goreng.
  3. CELIMPUNGAN. Berkuah santan berwarna kuning dengan rasa ikan yang khas. Cek disiniΒ https://ejiebelula.wordpress.com/2014/10/16/celimpungan-palembang-ala-yuni/
  4. LAKSA. Hampir serupa dengan celimpungan yang berkuah santan. Hanya saja, kuahnya berwarna merah artinya lebih kepada sudah diberi tambahan cabai di dalam bumbunya. Laksa Palembang biasanya berbentuk seperti pempek lenjer yang dipotong pipih dalam penyajiannya.
  5. BURGO. Campuran tepung beras, tepung kanji, garam dan ikan ini memang rasanya tidak pedas. Kuahnya berwarna putih susu, campuran santan, ketumbar dan jintan. Cocok untuk yang tidak terlalu suka pedas.
  6. MODEL IKAN. Model yang dimaksud adalah pempek dalam ukuran sedang berisi tahu dengan kuah bening kaldu ikan atau kaldu udang, bihun, kecap, irisan bengkoang serta jamur. Pelengkap lainnya yaitu mentimun sebagai penyegar.
  7. MODEL GANDUM. Hampir sama dengan model ikan. Terbuat dari tepung gandum atau terigu. Model gandum ini seperti bentuk besar dari pempek adaan. Rasanya gurih dan krenyes-krenyes ketika dimakan bersama kuahnya. Enaaaakk… Lapar! Pffftt~
  8. MARTABAK HAR. Martabak India ini merupakan kuliner khas Palembang yang sudah berdiri sejak tahun 1947 di Jalan Sudirman. HAR bukanlah merk, tetapi berasal dari nama si pemilik martabak, Haji Abdul Rozak yang keturunan India. Adonan sederhananya berupa kulit martabak diisi dengan telur ayam atau bebek. Keistimewaannya terletak pada kuah kare kentang yang kental dan daging cuka dengan irisan cabai hijau yang disajikan terpisah.
  9. RUJAK MIE. Bukan rujak biasa berisi buah-buahan, melainkan berupa potongan pempek, soun, mentimun disiram kuah cuka pempek.
  10. MIE CELOR. Mie berkuah kental sagu campuran santan, kaldu ebi, tauge, irisan telur, seledri, daun bawang dan bawang goreng ini sangat nikmat bila disajikan panas-panas. Slruuuuupph…

Sajian pendukung lainnya layak coba adalah sambal khas Palembang:

  1. TEMPOYAK. Sambal pelengkap masakan ini berbahan dasar durian yang telah difermentasikan. Orang Palembang biasa membuatnya sebagai tambahan dalam makanan pokok. Ada pula yang dicampurkan dalam pepes ikan atau daging.
  2. MANGGA. Hmmm… Lidahku sudah kecut kepengin makan sambal dengan campuran buah mangga yang masih terbilang asam ini. Biasa dipadukan sebagai pelengkap lauk pauk.
  3. CUNG KEDIRO. Buahnya kecil berwarna merah serupa tomat atau ceri. Kadang disebut pula sebagai tomat ceri. Tomat kecil bernama Cung Kediro ini, banyak terdapat di Palembang. Rasanya sedikit asam namun enak pula dijadikan sambal.
  4. NANAS. Buah ini baru diingatkan sahabat di masa sekolahku, Sheally yang sekarang jadi designer sepatu di Perusahaan Jepang. Sambal nanas ini sangat enak dan pas sekali dimakan bersama pindang. Rasa asam buah nanas, akan menambah kaya rasa dalam pindang. Plus, pedas yang setara bercampur dalam nanas akan semakin seru bila disuap bersama makanan berkuah yang hangat. Aihhh… Tambah parah nih tenggorokan sudah tak sabar kepengin masakan Palembaaaaaannngg.. Aaaaarrrggh!! πŸ˜–

Camilan lainnya adalah makanan ringan berupa kue-kue terkenal dari Palembang yang juga sudah pernah mampir di dalam perutku. Kue-kue ini mengandalkan telur, susu dan gula pada proses pembuatannya. Beberapa menggunakan tepung, antara lain:

  1. MaksubaΒ https://ejiebelula.wordpress.com/2014/10/10/si-legit-maksuba/
  2. Kue 8 Jam
  3. Sarikaya
  4. Ragit
  5. Es kacang merah.
Maksuba (doc pribadi)
Maksuba (doc pribadi)

Mengenal sebuah kota, bisa saja dimulai dari mengenal wisata kulinernya, berupa makanan. Tak harus pandai memasaknya jika memang tidak suka memasak, setidaknya mencoba mengenali dari rasa dan bahan-bahan masakan, makanan dan camilannya, bertanya pada sang ahlinya, mengulik dari pemilik rumah makan di kota yang kita kunjungi atau menetap,Β bisa membuat kita lebih mencintai dan mengenal satu dari berpuluh-puluh kota di Indonesia tercinta ini.

Ngga rugi lho ikut papa pindah tugas ke berbagai pulau atau kota. Justru semakin merasa yakin bahwa Indonesia itu kaya akan kebudayaan, wisata, sejarah, pemandangan maupun kulinernya. Senang! ❀

Ayoo… Explore terus wisata di kotamu. Seperti aku yang doyan makan! Hahahhh.. Kan aku jadi lapar dan ngences nih, malam-malam nulis kuliner yang bikin cacing di perutku berteriak-teriak minta tolong diisi makanan khas Palembang itu. Hiiiiiisssshh….. (jie)

***

Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kompetisi workshop TravelNBlog

Google+ TravelNBlog :

https://plus.google.com/communities/104291205243191249782Β 

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

15 thoughts on “Kota Sejuta Adonan Ikan”

  1. Yang punya blog harus tanggung jawab bantuin ngelap laptop yang kena iler πŸ˜€
    Rasa2 deja vu dulu jaman SD pernah makan semua yang di list..
    Makasih udah diingetin πŸ™‚

    Nice blog anyway. Salam kenal

    1. Hai emiiiilll….
      Salam kenal juga. Tengs ya udah blogwalking dimariihh.. Hehehh

      Btw, mosok ejie disuruh bantu ngelapin iler di laptop?? Emooohh.. Baca simple cullinary lainnya aja deh biar nambah ilernya. Wkwkkkw
      #kaboooorr

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s