[Ngga Sengaja] Manjat [Bukan] di Pulau Papatheo

Perjalanan laut kali ini bisa dibilang sebagai pemenuhan hasratku atas terpendamnya kebiasaan traveling kemanapun yang kusuka. Biasanya, kapan saja aku ingin, bisa langsung packing lalu melancong sesuka hati. Belum sampai di pulau saja, beberapa rintangan harus kulalui. Apa itu? Hahahh… malu akuuuu 😛
Keluarga Lapar at Pulau Papatheo. (doc pribadi, taken by anak kapal)
Keluarga Lapar at Pulau Papatheo.
(doc pribadi, taken by anak kapal)

***

Sejak kecelakaan yang kualami beberapa bulan lalu, tepatnya menjelang akhir tahun 2014, aku mengistirahatkan badan dari segala macam aktifitas alam yang kusukai. Bukan karena tak ingin, justru saking kepenginnya, aku cukup menghibur diri dengan melihat foto-foto saja. Terkadang pun membaca blog teman atau melihat postingan mereka di media sosial.

Tanggal 21-22 Maret 2015 adalah waktu yang sangat kutunggu-tunggu. Niat bangun jam 3 dinihari membuatku memutar weker merah berdering besar yang selalu membuatku terkaget-kaget mendengarnya. Ngga hanya itu, aku juga miss call beberapa teman laut yang akan berangkat dengan tujuan sama, soalnya janjian buat saling membangunkan biar ngga terlambat.

Ada yang berbeda di petualangan kali ini, papa mengantarku hingga ke depan perumahan karena was-was dengan jalanan sunyi dinihari sebelum adzan subuh terdengar. Dengan sepeda balapnya, dituntunnya menemani aku yang berjalan kaki. Papa sedikit khawatir sejak tabrakan yang kualami itu. Ia juga berpesan untuk tidak terlalu mengayuh lengan kuat-kuat kalau berenang (ia tahu aku akan melaut dan menyelam).

Di jam dan tempat yang ditentukan, Nicky teman hitchhiking, datang bersama Kiswoyo. Setelah mampir di sebuah masjid, kami menjemput Dila di daerah Halim. Berburu waktu? Rasanya ngga juga, karena ternyata kami harus berputar arah menuju Muara Angke. Padahal sedkit lagi sudah sampai. Jalanan rusak dan macet, menjadi salah satu alasan keterlambatanku kali itu. Haahhaa… maaf ya teman-teman 😉

***

“Ejie mau jalan kaki ngga ke Pom Bensin? Ngga enak nanti ditungguin rombongan Ejie. Kalau aku kan santai, masih banyak yang belum sampai di lokasi,” ucapan Nicky mewakili hatiku yang sudah kebat-kebit takut ngga enak sama TS kemping ceria ke Pulau Papatheo, Kepulauan Seribu kali itu.

“Iya, Nick. Ngga apa kan ya Ejie turun?”

“Santai, Jie. Lewat jalan kecil disana, langsung ke arah Pom itu,” ia menunjuk arah belakang mobil Kiswoyo.

“Baiklah. Sampai bertemu di pulau yaaa…” aku turun dan mengucapkan terima kasih pada Kiswoyo atas tumpangan mobilnya. ehh, pamit Dila juga.

Aku berlari ke jalan arahan Nicky. Kuikuti rombongan lain yang berbondong-bondong di depanku. Kupikir mereka pun sama akan kearah pom atau dermaga langsung. Menit jam semakin membuatku was-was karena aku telat banyak dari waktu yang ditentukan hingga akhirnya jalanku mandeg (tidak bisa bergerak lagi), benar-benar mati gaya ngga bisa maju atau mundur lagi.

Ngga kehabisan akal, aku memencet sebuah nomor dan meminta temanku yang masih menunggu di jajaran ATM yang ada disana. Ia berjalan ke posisiku dekat pengisian solar di luar pagar Pom Bensin.

“Gie, sini. Bantuin angkat tas Ejie nih. Mau manjat pagar, sudah mentok ngga bisa kemana-mana lagi nih,” mungkin suaranku terdengar kencang karena suasana berisik di sekelilingku.

Gie sigap menghampiri dan mengambil kerilku. Hah, tak malu lagi, kupanjat pagar tersebut dan berhasil! Kami bergegas ke dermaga dan mencari kapal dimana teman-teman sudah menunggu.

“Nama kapalnya apa, Jie?” tanya Gie.

“Garuda,” aku menjawab singkat dan mencari-cari nama kapal diantara ribuan orang.

Gie bertanya dan tak lama kemudian kami menemukan kapal tersebut. Gie melihat Nowo di kapal.

Olalaaaaa… ramai sekali dan kemungkinan untuk jalan ke arah kapal sangat kecil melihat antrian yang ngga ada habisnya. Tetap nih otak ngga jauh-jauh dari memanjat. Maaf saudara-saudara, dengan terpaksa, sekali lagi, aku melompati 2 atau 3 atap kapal untuk mencapai kapal Garuda. Ahahahhhh… entah dimana itu Ejie si perempuan. Sekejab aku lupa kalau berpuluh-puluh mata memandangi tingkah aku dan Gie yang memanjat. Mungkin lebih kepada aku yang perempuan memanjat atap deh. Hhehheee.. daripada ngga sampai di kapal, mending begitu kali ya? Itu kan menurutku, entah kalau pandangan dan cara berpikir orang lain, kan?

Ngga enak juga sama Gery TS yang sudah menunggu dan menelpon aku. Sudah masuk list kempingnya nungguin cancel orang, ngerusuhin Nowo supaya cariin slot biar bisa ke pulau, mosok aku ngga berjuang sih jalan menuju kapal? Bisa malas nanti orang ngajakin aku jalan-jalan lagi tokh? Hhahaa…

Yaaah.. kepepet sih manjatnya. Sekali-kalinya juga manjatin pagar Pom dan atap kapal-kapal di Muara Angke. Selanjutnya ngga akan lagi deh manjat (kalau ngga terpaksa, upps! 😀 )

Sekian ya ceritanya. Besok lanjut lagi sama cerita jalan-jalan Pulau Papatheo, snorkeling dan foto-foto ramaiannya yaaaa… Sambil nungguin foto-foto underwaternya nih.

Semua kelakuan diatas itu memang ngga ada foto-fotonya sih. Lagian, mana kepikiran harus motret kalau mau mengejar naik kapal kan ya? Ya cukup tanya sama Nowo yang bantuin ambil keril beratku pas sudah di atap kalap terakhir saja, atau Bang Pay, Kak So dan Teguh yang juga ada di dek kapal bagian belakang tuh yang melihat kelakuan manjat-manjatku. Itu pun kalau mereka ngga ngeles ngaku ngaku ngga lihat. Wkwkwkkk…

PS: buat yang sempatin baca, jangan ditiru nih kelakuan manjat-manjatnya yooow… (jie)

***

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s