Pulau Dolphin, Pulau Pribadi Pelancong

Sunrise Pulau Dolphin sisi bebatuan. (doc pribadi)
Sunrise Pulau Dolphin sisi bebatuan.
(doc pribadi)

Informasi mengenai Pulau Dolphin ini aku dapatkan setelah camping dan hammocking disana (11-12 April 2015). Pulau kecil yang tak terlalu luas, cocok bagi yang ingin bersantai menikmati sunset dan sunrise cantik tanpa perlu susah hunting. Cukup duduk manis dan menantinya saja, kita bisa menikmatinya. Selain itu, boleh puas berenang sampai bosan lhoooo 😉

***

Panorama Pulau Dolphin. (doc Gia)
Panorama Pulau Dolphin.
(doc Gia)

Pulau kecil tak berpenghuni ini bisa dikelilingi mungkin tak lebih dari 30 menit saja. Jika berada disana, serasa pulau hanya milik sendiri, kalau sepi lho?! Hahhha

Dari sisi datang, pulau ini disuguhi oleh pemandangan air laut yang bening. Seperti biasa jika sudah mendekati sebuah pulau, biasanya akan terlihat gradasi air mulai dari terdalam hingga dangkal. Pasir putihnya kelihatan dengan air bening dan jernih di sekitar bibir pantainya. Tak banyak orang memang yang bisa kemping disana, karena terbatasnya luas pulau tersebut.

Untuk mengitarinya, setelah arah datang, sisi kiri diisi dengan kios-kios, lalu mulai terlihat gundukan pasir yang agak tinggi. Para pelancong yang senang bermalam menggunakan tenda, mendirikan tendanya di wilayah aman ini. Beberapa penyuka pantai sudah menempati wilayah ini. Agak ke belakang, masih ada pasir luas untuk mendirikan tenda, kami menetapkan tempat terbeut menjadi tempat bermalam kami.

Disana sudah ada kios-kios yang menjual makanan dan minuman. Tidak banyak memang, hanya sekitar 3 kios saja milik penduduk yang tinggal di sekitar pulau. Rata-rata mereka tinggal di pulau Harapan. Datang ke Pulau Dolphin hanya untuk berjualan. Kios dibuka sejak pagi hari hingga menjelang petang.

Pulau Dolphin sisi mangrove. (doc pribadi)

Pulau Dolphin sisi mangrove.
(doc pribadi)

Gradasi Laut

Warna laut di Pulau Dolphin sangat bersih. Warna lautnya yang bening, memaksa kita untuk bermain-main di pinggiran pantainya. Tak perlu berenang terlalu jauh dari pulau, kita sudah bisa snorkeling cantik disana. Memang hanya pasir putih saja, namun tak selalu, karena akan menemui ikan kecil berwarna-warni disana dengan gumpalan terumbu karang meski tak banyak.

Jangan terlalu mendekati wilayah air laut yang warnanya sudah mulai gelap yaaaa… Soalnya kumpulan bulu babi banyak juga disana. Hampir rata-rata berwarna hitam dan bergerombol.

Air Pulau Dolphin yang bening. (doc pribadi)
Air Pulau Dolphin yang bening.
(doc pribadi)

Walaupun berenang di tempat dangkal dan hanya kedalaman sebatas pinggang, saranku sebaiknya menggunakan:

  • Fin, masker dan snorkel
  • Booties kalau ada
  • Sendal gunung juga boleh

Hal ini agar terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan. Hanya untuk menjaga diri saja. Kalau yang kurang bisa berenang, pakailah selalu live vest meskipun hanya berenang di bibir pantainya yang sebatas lutut.

***

No Public Service

Hei, kalau kemping di pulau kecil seperti ini, jangan dulu berharap bahwa akan ada kamar mandi yang bisa kita gunakan untuk basuh badan. Jangankan berharap mandi, mau buang air kecil saja tidak ada, apalagi buang air besar. Jangan mimpi ya?? Ihiiihihii…

Artinya ke Pulau Dolphin ini, tidak ada fasilitas MCK (Mandi Cuci Kakus) nya. Ya siap-siap saja ngga akan mandi selama berada di pulau itu dan buang air.

Kalau mau lebih ke arah setelah bebatuan, sepertinya sih, itu wilayah buat para penggali lubang jebakan betmen yang ingin membuang hajatnya. Wkwkkk… jadi aku tidak berjalan sampai kesana. Biar ngga kena jebakan betmen, kan? 😉 Ferga tuh sama Wiwin yang pagi-pagi kesana ketika aku sibuk memotret sunrise di pantai batunya.

Persiapkan barang toiletries sebagai berikut:

  1. Bawa tisu basah buat mandi cantik (lap badan) di dalam tenda.
  2. Bawa tisu kering buat lap.
  3. Bawa bedak untuk balurin badan biar ngga gatal yaaaaa 😉
  4. Bawa handuk atau kanebo juga perlu setelah bebersih badan meski ngga bisa mandi.

Tambahan deh. Biarpun disana ngga ada MCK, tapi ada ayunan milik publik yang bisa kita gunakan. Ayunan ini letaknya dekat tenda kami, juga posisi hammock yang kupasang. Jadi ya lumayan kan selain bisa main air, kita juga bisa bersantai menikmati alam di sekitar Pulau Dolphin.

***

Momen Sunset

Nah, supaya dapat momen terbaik ketika sunset, perhatikan saja dari arah datang kapal. Waktu itu aku duduk di ayunan yang ada di dekat hammockku. Waktu sunset setempat adalah sekitar pukul 06 PM. Senjanya bagus, membuatku betah berlama-lama. Tapi kan ingat shalat Maghrib juga donk, hheheh..

Pas banget disana sedang ada perahu yang bersandar. Sepertinya sih mereka hanya sekadar bermain saja di Pulau Dolphin waktu itu. Karena sebelum senja kian tenggelam ke peraduannya, mereka pun mengangkat jangkar dan kembali berlayar ke tujuan asalnya.

Percayalah bahwa sunset yang dinikmati dengan mata sendiri, lebih indah dari gambar ini. (doc pribadi)

Percayalah bahwa sunset yang dinikmati dengan mata sendiri, lebih indah dari gambar ini.
(doc pribadi)

***

Warna Sunrise

Setelah subuh, aku tidak melewatkan langit pagi yang mulai cerah. Pendaran warna biru, pink, orange dan putihnya sudah mulai tampak dari sisi lain di dekat bebatuan. Aku bergegas menuju kesana. Untuk mendapatkan view sunrise, rasanya aku berjalan antara pukul 06.00-06.30 AM. Warna-warna langitnya masih soft dan dipenuhi biru saja. Perlahan, warna berubah dan menunjukkan bulatan sinar mentari paginya yang ceria.

Sinar matahari terbitnya masih sedikit. (doc pribadi)
Sinar matahari terbitnya masih sedikit.
(doc pribadi)

Di tengah-tengah pulau, nampaknya hanya berisi tumbuhan hijau dan pepohonan saja. Sisi lain pulau ini, setelah lahan tenda kami, terdapat wilayah batu-batu pantai. Untuk mengambil sunrise, disini akan terlihat cantik dengan bebatuan pantai yang menjadi foregroundnya.

Oia, nanti kalau video sunrisenya sudah selesai, aku posting juga deh. Sekarang mah tulisannya dulu ya?

Satu hal, jangan pernah menyesal melakukan perjalanan diantara teman-teman baru yang bahkan belum kamu kenal sebelumnya. Karena sesungguhnya, candaan itu akan membawamu pada petualangan selanjutnya yang penuh kejutan.

Semangat BERKELANA! (jie)

***

Sunrise yang beranjak dari peaduannya. (doc pribadi)
Sunrise yang beranjak dari peaduannya.
(doc pribadi)
Menikmati sarapan pagi ditemani sinar mentari pagi. Talent: Gia dan istri (doc pribadi)
Menikmati sarapan pagi ditemani sinar mentari pagi.
Talent: Gia dan istri
(doc pribadi)
Pagi ceria diantara tenda dan mangrove. (doc Siska)
Pagi ceria diantara tenda dan mangrove.
(doc Siska)
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s