Gunung Merapi: SELF REMINDER NOTES

4 personil, keluarga nanjak rombongan lenong berfoto sebelum makan (doc Ricky Merah)
4 personil, keluarga nanjak rombongan lenong berfoto sebelum makan
(doc Ricky Merah)

Mendaki bukanlah ajang kecepatan, tetapi proses pembelajaran diri yang kupelajari seiring dalam perjalanannya. Kesetiakawanan adalah bagian yang sekiranya akan tercipta pada proses tersebut. Merupakan hal penting juga mendapatkan sebuah keluarga pendakian yang setidaknya saling mengerti kondisi partnernya ketika melakukan pendakian. Bukan keterlambatan, tetapi tidak bisa berpacu antara lutut, napas dan kuatnya melangkah dengan teman lainnya, membuatku menjadikan pendakian sebagai latihan bagi kaki lambatku. Tetaplah bercerita pada teman, keluarga dan alam, apapun rasa dalam hati. Sepertiku yang berkisah pada perjalanan Gunung Merapi lalu.

***

Catatan tulisan cek di:

https://ejiebelula.wordpress.com/2013/04/23/merapi-selo-tanjakan-pedas-bagi-kartono-batu-part-1/

Menikmati keindahan-Mu (doc Ricky Merah)
Menikmati keindahan-Mu
(doc Ricky Merah)

Posisi: Gunung Merapi tahun 2013 sebelum Pasar Bubrah

Mendaki #GunungMerapi yang berada di #JawaTengah ketika itu, merupakan pertama kalinya aku melakukan trek pasir. Kalau kata salah seorang guru gunungku Ricky Merah, Merapi ini modal latihanku untuk bisa naik gunung lain yang medan pasirnya akan ditemui lebih sulit. Ia mengajarkan beberapa tehnik mendaki pasir secara langsung disana ketika aku berada di 3/4 bagian trek pasir 80 derajat yang membuatku terdiam cukup lama karena susah naik dan tidak mau menyerah turun dari trek tersebut.

Bermodalkan niat, sepatu pinjaman dari Dilis, teman yang ragu-ragu melanjutkan perjalanan karena saat itu aku hanya menggunakan sandal gunung dan tidak bisa lanjut jika tidak menggunakan sepatu. Alasan yang masuk akal, karena teman-teman menekankan mengenai keamanan dan keselamatan mendaki, khususnya bagi aku pribadi.

Selain sepatu Dilis, 1 set jaket merah pun dipinjamkan Ricky Merah ketika mendaki, baju tambahan dari Kayun yang sakit (bajuku habis kena hujan semua ketika di Gunung Merbabu yang hujan), serta jaket bergantian ketika turunan Merapi yang dipinjamkan oleh Erore dan Anja. Keluarga alam yang top kan? Alhamdulillah..

Melalui jalur New Selo, kami melakukan pendakian. Team yang terdiri dari Ricky, Erore dan Anja (juga aku), bertemu teman baru lalu bergabung dengan team om Gondrong yang memang berasal dari Jawa Tengah dan tahu jalur Merapi.

Bisa mencapai puncak dari sebuah #gunung, bagiku adalah bonus. Kenapa? Karena sadar akan keterbatasan diri yang berjalan lambat bila mendaki. Hal yang sangat berkaitan dengan kemampuan kakiku yang dulu seringkali keram, menjadikanku berhati-hati menjaga kaki lambatku ini. Lebih dari itu, arti sebuah pendakian adalah bagaimana menjadi sebuah keluarga dan teman yang solid selama dalam perjalanan, pun menuju puncak. Bukan hanya sekedar keegoisan saja yang dikedepankan, tetapi kebersamaan merupakan diatas segalanya.

Dan berkah mendaki, membuat kita agar selalu belajar akan hal baru yang kita temui dalam proses melakukan perjalanannya.

Jadi ingatlah selalu akan pepatah padi yang mengatakan bahwa, semakin berisi, maka padi akan semakin merunduk. Bukan kehebatan yang dikejar, tetapi dengan pengalaman yang semakin bertambah, tetaplah agar selalu “membumi”.

Salam,

~ ejie si #KakiLambat ~ SELF REMINDER NOTES

===================================================

Tulisan ini aku persembahkan juga buat sahabat alamku:

1. Ristin Ariati, pendaki asal Yogya yang berada dalam team om Gondrong. Ristin telah menjadi seorang ibu dengan calon pendaki kecil yang tangguh.

2. Almarhummah Faa, pendaki asal Yogya yang telah berpulang ke rahmatullah, teman Ristin. Faa yang menggunakan jaket hujan berwarna-warni bersama kedua orang temannya saat itu turun ceria bersama aku dan Anja, kujuluki Teletubies. Al-Fatihah untuk almarhummah…

=================================================

#travel #exploreMOUNTAININDONESIA #exploreJAWATENGAH #PesonaIndonesia #IndonesiaJuara #loveINDONESIA

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s