Sumba Iconic Island

Impian yang bukan sekadar dikhayalkan, namun direalisasikan. Terhitung 2 tahun, Hivos menyelenggarakan Ekspedisi Sumba dengan mengedepankan berbagai energi yang bisa dimanfaatkan bagi kepentingan dan kebutuhan masyarakat Pulau Sumba. Tak hanya bekerja sendiri, Hivos juga menggandeng Pemerintah Propinsi, Pemerintah Lokal, juga PLN. Sebagai penyeimbang, penyuka traveling pun ikut serta demi mewujudkan Energi Terbarukan 2025 mendatang.

Ki-ka: Sandra dan Rob (Hivos), Sheila dan Adra (peserta Ekspedisi Sumba). (doc pribadi)
Ki-ka: Sandra dan Rob (Hivos), Sheila dan Adra (peserta Ekspedisi Sumba).
(doc pribadi)

***

Rendahnya populasi Pulau Sumba, Nusa Tenggara Timur yakni 660.000 dan rendahnya akses listrik yang berkisar 24,5 % tidak hanya memiliki wisata dan pemandangan yang indah saja, namun juga berpotensi besar memanfaatkan energi matahari sebagai sumber Energi Terbarukan.

Dikatakan oleh Programme Manager for Indonesia Biogas Programme dari Hivos, Robert De Groot, dipilihnya Sumba sebagai Iconic Island, karena yakin akan berhasilnya 100 % Energi Terbarukan pada tahun 2025 mendatang yang menjadi inspirational goals Hivos. Alasannya, adanya pengembangan energi jangka panjang, juga kombinasi pengembangan akses energy. Selain itu, perencanaan atas bawah artinya tidak hanya 1 pihak, tetapi juga bekerjasama dengan institusi, badan, dan lingkup lainnya.

Menurut Sandra, Project Manager Green Energy (Sumba) Hivos Southeast Asia Β potensi Sumba Iconic Island terhadap Energi Terbarukan sangat besar meliputi, wind, solar, hydro, biogas dan biomassa. Hal ini pun disupport oleh Pemerintah Provinsi, pemerintah local dan PLN.

Aku jabarkan sedikit pengetahuanku mengenai potensi apa saja yang bisa dikembangkan di Sumba. Informasi ini kuperoleh ketika datang ke acara Ekspedisi Sumba 2015 di Jakarta Design Center (JDC), Slipi, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
*memang kalau duduk manis mendengarkan informasi yang buat penasaran itu asik lohhh =)

a. Wind. Memanfaatkan tenaga angin dengan mengubahnya menjadi energy angin menjadi pembangkit listrik.

b. Solar. Kata Adra, peserta Ekspedisi Sumba 2014, matahari di Sumba ada 9. Jadi jika memanfaatkan tenaga matahari yang banyak itu dengan media solar panel yang tengah diusahakan, tentu Sumba akan bisa lebih berwarna di malam hari kan?

c. Hydro. Sumba memang panas. Tetapi bukan berarti tidak memiliki sumber air. Saat ini telah dibangun 1 unit pembangkit listrik tenaga air untuk kepentingan masyarakat Sumba.

d. Biogas. Aku baru tahu kalau kotoran hewan yang dikumpulkan dalam 1 kandang bisa dijadikan sebagai bahan bakar dan listrik disamping sebagai pupuk seperti yang kita ketahui. Jangan dipikirkan kotorannya, tetapi lihat manfaatnya. Dengan program biogas dari Hivos, maka solusi asap dari kayu bakar yang dihirup masyarakat Sumba, terpecahkan.

e. Biomassa. Pembangkit Listrik Tenaga Bio Massa ini memanfaatkan sumber daya hutan dengan melakukan pembudidayaan pepohonan. Dijelaskan Sandra, bahwa pemenuhan kebutuhan listrik, sementara dipusatkan di Kabupaten Sumba Barat, bekerjasama dengan PLN setempat dan Institut Pertanian Bogor. Dan aku pun baru tahu, ternyata biomassa ini bisa menghasilkan biogas, bio elektrik dan pupuk. Selain itu, bisa diubah menjadi biometan (biogas murni) untuk menghidupkan listrik dan memberikan penerang bagi masyarakat. Limbahnya juga bisa jadi cairan pupuk organic. Keren yaaaaa….

Ya ampun, begitu banyak informasi dan wawasan Energi Terbarukan yang kuperoleh deh, hanya dengan hadir di Ekspedisi Sumba 2015. Menulis, mengulik catatan tanganku saat itu, men-scroll ulang twitterku tentang Sumba Iconic Island saja sudah membuat aku penasaran dan berterimakasih karena masih masuk quota yang terbatas 100 orang saja. Bagaimana jika aku benar-benar menjadi bagian dari tim Ekspedisi Sumba 2015 yang akan dikirim ya? Hahaah.. pasti bahagia!

Dare to dream will make you always positive and smiling looking at the world. And learn from life. Lets traveling! (jie)

***

Tulisan pelengkap formulir pendaftaran Ekspedisi Sumba 2015.
*do’a kan saya ya teman-teman πŸ˜‰

Sheila (2013) dan Adra (2014), 2 peserta Ekspedisi Sumba sebelumnya. Who's next? 😍 (doc pribadi)
Sheila (2013) dan Adra (2014), 2 peserta Ekspedisi Sumba sebelumnya. Who’s next? 😍
(doc pribadi)

 

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s