Fun Sport, Rope Webbing Slackline

Menyeimbangkan badan dan langkah di tali slackline. (Doc pribadi, taken by teman baru)
Menyeimbangkan badan dan langkah di tali slackline.
(Doc pribadi, taken by teman baru)

Banyak hal yang dapat dipelajari pada tiap petualangan. Banyak moment yang bisa dinikmati pada tiap perjalanan. Dan banyak kesempatan pada tiap kehidupan yang sayang untuk dilewatkan. So, enjoyed your life! ^_^

***

Bumi Perkemahan Cikole, Bandung

Bermain Slackline

Bagi orang awam, mungkin Slackline ini hanyalah sekadar permainan yang menyenangkan. Mosok sih hanya sebatas sebuah permainan?

Permainan dimana kita harus dapat mengatur keseimbangan ketika berjalan diatas seutas tali yang lebarnya kurang dari telapak tangan kita. Permainan dimana selain berjalan, kita juga bisa melompat-lompat bahagia sembari tertawa riang disaksikan teman-teman di sekitar. Permainan seru bagi orang yang baru akan memulai untuk mencobanya. Dan permainan asik bagi mereka yang akan menekuninya sebagai salah satu olahraga yang dijadikan pertandingan tingkat internasional.

Wohoooo….. olahraga? Iya. Olahraga yang bisa dilakukan sambil bermain untuk permulaannya. Seperti aku yang pemula banget mencoba rope webbingnya dan terlongo-longo ketika menyaksikan dari kejauhan aksi sejumlah slackliner dengan bermacam gaya.

Cukup sulit jika tidak terlatih mencoba melangkah diatas tali tersebut. Untuk pemula seperti aku saja, bisa melangkah sebanyak 5 langkah pun perlu waktu sekitar 20 menit. Sulit? Iya. Soalnya beberapa kali aku mencobanya dan selalu saja di langkah ke 3, aku terjatuh. Itu adalah awal dimana selama 10 menit pertama, aku hanya bisa berjalan sebanyak 3 langkah. Lalu bertambah langkah lagi di menit lainnya. Itupun sedikit demi sedikit.

Tapi kalau kita latihan terus dalam hitungan 1 jam kira-kira, setidaknya kita sudah akan bisa mencapai ujung tali tersedia yang terikat pada batang pohon satu lagi.

Member of Pushing Panda *lupa namanya (doc pribadi)
Member of Pushing Panda
*lupa namanya
(doc pribadi)

“Coba jalan terus mbak. Santai saja ngga usah terburu-buru. Tetap fokus pada ujung tali di pohon depan atau satu titik yang stabil,” ujar salah seorang penggiat olahraga slackline yang tergabung dalam komunitas olahraga outdoor, Pushing Panda-Bandung ini, masih duduk di kelas 3 SMA.

Wihh, keren loh dia (teeett, aku lupa namanya -_- ). Sejak mataku tertumbuk pada 2 buah rope webbing yang terikat di pohon pagi itu dan melihat beberapa orang ahli yang ‘menari-nari’ diatas tali, aku mendekat dan tak lepas mengabadikan setiap lompatan aksi mereka.

Penasaran? Yoyoooyy….

Berikut adalah cara menjaga kesimbangan badan saat berjalan diatas tali (rope webbing) slackline:

  1. Badan harus relaks.
  2. Jangan berdiri kaku, tetapi santailah.
  3. Bergantian langkahkan kaki dengan posisi lutut sedikit ditekuk.
  4. Saat melangkah, rentangkan kedua tangan sebagai penyeimbang kaki yang melangkah.
  5. Ikuti irama langkah kaki, ayunan tangan dan keseimbangan badan.
Sandi, teman baru yang bisa berjalan hingga ke ujung tali setelah latihan selama 1 jam. (doc pribadi)
Sandi, teman baru yang bisa berjalan hingga ke ujung tali setelah latihan selama 1 jam.
(doc pribadi)

Cara konsentrasi ketika berjalan (slackline):

  1. Carilah 1 benda yang tidak bergerak agar memandu langkah kita.
  2. Fokuslah pada benda tersebut supaya kita sampai berjalan hingga ujung tali yang dimaksud.
  3. Abaikan langkah kaki dan tetap fokus pada benda stabil di depan.

Oiya, jangan takut jatuh kalau main slackline versi pemula. Selain ketinggiannya yang hanya sebatas lutut, tali yang digunakan pun tingkat pantulannya tidak extrem. Ada matras juga kok di bawah lineΒ tempat kita berlatih.

***

Slackline di Indonesia

Karena arena slackline sudah mulai sepi dari para ahli slackliner, Pushing Panda yang sedang istirahat, jadilah aku dan teman-teman baru di Gathering Hammockers Indonesia Cikole, Lembang, Bandung, bermain. Iya, bergantian kami latihan berjalan di tali tersebut.

Awalnya mungkin lebih enak bila tidak menggunakan alas kaki (sepatu atau sandal). Tetapi jika sudah lihay, bersepatu pun akan bisa meloncat-loncat diatasnya.

Pertama naik, grogi dan ngeri jatuh. Padahal hanya setinggi lutut kaki kita saja lho?! Mungkin karena belum terbiasa, jadi perasaan geli dan takut jatuh ya ada saja deh. Hhhahahh…

Tali tersebut merupakan webbing yang kalau dipasang erat, akan dapat memantulkan kita (yang ahli) diatasnya dengan berbagai pose slackline. Pose yang dimaksud adalah tricklining. Semacam trik, aksi atau cara yang bisa dapat dilakukan di atas tali (line). Salah satunya ya memantulkan kita diatasnya.Β Pantulan tersebut dilakukan dengan bantuan gerakan tubuh saat bergerak melompat mengikuti irama.

Komunitas pecinta olahragaΒ slackline yang ada di Indonesia saat ini cukup banyak peminatnya. Berawal di tahun 1982, dimana masih menggunakan tali baja untuk bermain slackline. Kemudian mulai modern di tahun 2009. Olahraga ini sendiri masuk ke Indonesia sejak 2012 lalu dan mulai digemari karena tricky yang dilakukan dalam lompatan ekstrim sangat membakar semangat untuk bisa bereksplorasi.

***

Slackline dan Olahraga

Menurut pandanganku, slackline bagus juga loh kalau mau dijadikan sebagai salah satu dari bagian olahraga yang menyenangkan. Ya ngga perlu ngotot harus bisa melompat indah seperti slackliner itu, cukup sekadar berjalan dan menghasilkan keringat, sudah membuat kita berolahraga bukan? πŸ™‚

Hmm.. berolahraga ini kalau hanya berminat untuk merelaksasikan otot kaku dan aktifitas gerakan badan yang aktif saja. Soalnya waktu aku latihan berjalan di line, perut, kaki dan tangan ikut beraksi karena bergerak. Berkeringat juga walaupun hanya berjalan di atas seutas tali jika dilakukan bersungguh-sungguh. Selain itu, konsentrasi dan fokus pun diperlukan agar kita bisa mencapai ujung tali yang dimaksud.

Senang deh dengan olahraga yang satu ini. Bisa donk selain buat menyegarkan badan, belajar fokus, slackline ini juga alternatif buat latihan menurunkan berat badan kali ya? Hhahhaha… Ehh, bikin sixpack perut juga bisa. Karena ketika belajar jalan meniti tali, perut aku ikutan tertahan karena seakan menahan nafas supaya jalannya lancar. Waahhahaha…

Yakali, nanti aku juga bisa latihan bareng Pushing Panda yang keren membahana dan diajarin lebih lanjut buat berjalan mantab diatas rope webbing, kan? Meskipun terhitung pemula yang berniat olahraga demi kebugaran tubuh. Bagaimana? Boleh kan om dan kakak Pushing Panda? *ngarep.com πŸ˜‰ (jie)

Pushing Panda (doc pribadi)
Pushing Panda
(doc pribadi)

========================

Note:

Karena aku nulis di tab dan semua foto ada di kompi, jadi foto aksi para Pushing Panda dan video nya, akan menyusul nanti yaaaa.. Seadanya dulu deh sekarang. Otak lagi ceria banget ini buat nulis malam. Hhahahhhaaaahh……

========================

#travel #ceritapejalan #slackline #slackliner #BuperCikole #exploreBANDUNG #HammockersIndonesia #sport #adventureaddict #Indonesia

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s