Hitchhike Singkat Bareng SCTV

Yeay! DONE hitchhike Kota Tua Jakarta ke Sarinah Thamrin. (Doc pribadi, taken by om harr)
Yeay! DONE hitchhike Kota Tua Jakarta ke Sarinah Thamrin.
(Doc pribadi, taken by om harr)

Haaaa?
Hitchhiking di televisi? Benar bisa hitchhike bareng SCTV?
Uwuuuw…. penasaran kan? Baca deeehh πŸ˜‰

***

By Erick Samuel
By Erick Samuel

Gagal Hitchhike Kota Tua

Waktu itu niatnya cuma cerita-cerita saja sambil nongkrong di sekitar Jalan Thamrin, Sarinah, Jakarta. Seingatku ngga bermaksud hitchhike juga sih karena memang tidak ada rencana sebelumnya. Kami pun makan malam santai di sebuah kedai makan pinggiran yang terkenal enak karena bumbu dan sambal daging ayam gorengnya sedap.
*ahh kangennya makan ayam gendut itu…

Lalu entah kenapa, terbersit saja keinginan untuk mencoba hitchhike dalam kota. Tujuannya dari daerah Sabang ke Kota Tua. Kenapa hitchhike? Biar asik saja dan kebetulan 2 orang teman memang membawa kamera SLR buat foto-foto, mbak Na dan Kadidi.

This slideshow requires JavaScript.

Perut kenyang, puas tertawa, foto-foto riang dengan tulisan besar menumpang, bukan jaminan bisa mendapatkan kendaraan dengan mudah. Terlebih mungkin karena kami memang tidak berniat untuk hitchhiking karena sebenarnya hanya having fun saja, sekadar kumpul dan jalan-jalan bahagia.

Mungkin ada sekitar 1,5 jam kami berdiri disana. Mencoba mencari kendaraan tumpangan bersama beberapa orang yang bertemu malam itu. Hhahhahah dasar memang ngga niat ya, alhasil tak ada satu kendaraan pun yang mau berhenti memberikan tumpangan. Ya wajar tho, wong ramai begitu orangnya, mana ada yang mau kasih tumpangan sebanyak itu πŸ˜› Karena lama, ya sudahlah, diputuskan kita bagi 2 kendaraan deh.

Ehh, naik taksi saja langsung tujuan ke Kota Tua buat jalan-jalan seru. Naik taksi? Iyes! Hhhahaha… terus bagaimana dengan hitchhikingnya? Ya kalau ngga dapat, boleh donk izin hitchhike sementara kan?

Okeeee… edisi gagal hitchhike dimaafkan deh. Waaahahhhah πŸ˜€

***

Sukses Bareng SCTV

Memulai dengan niat baik dan keinginan pasti, maka terjadilah seperti apa yang diharapkan. Hitchhike is on the right track ~ jie

Gagal bukan berarti ngga bisa mengulang dan berbuat lebih baik lagi, bukan? Keinginan kuat pasti akan mengiringi langkah-langkah hati pasti, jika tekad sudah bulat. Β Terpenting ya mata pandanya tahan saja menahan kantuk dan kuapan yang datang mendera kalau hitchhike dinihari. Hoooaamm…
*Aahahhahhahhahh…. emang enak hitchhike? Cobain sendiri donk πŸ˜›

Puas jalan-jalan di Kota Tua, kami sepakat berpisah sesuai arah pulang. Singkatnya Titin, om Harr dan aku menjadi 1 tim karena sejurusan ke Jakarta Timur. Kami berencana hitchhike ke arah Sarinah Thamrin. Mencoba keberuntungan setelah gagal ketika berangkat tadi.

Waktu berjalan. Cukup lama kami menunggu kendaraan. Dari tempat terang hingga mengarah ke belokan selanjutnya, belum ada satu kendaraan pun yang berhasil kami naiki. Ada 2-3 kendaraan yang berhenti, tetapi memang belum peruntungan kami kali ya, jadi tetap sajaΒ ngga ada.

Alasan terkadang kita tidak mendapatkan kendaraan, biasanya:

  1. Pengemudi tidak searah tujuan dengan para hitchhiker.
  2. Bisa saja karena jumlah kami yang mungkin tidak sesuai dengan kapasitas kendaraannya.
  3. Atau mungkin karena isi kendaraannya yang penuh, membuat hitchhiker tidak bisa langsung ikut dalam kenďaraan meskipun sama tujuannya.

Di beberapa menit sebelum kami mendapatkan kendaraan hitchhike, mataku mengarah pada kendaraan media yang sepertinya sudah mulai lalu-lalang. Ada 2 kendaraan media yang terlihat, yakni yang berdomisili di kawasan elit, Epicentrum dan daerah Mampang Prapatan.

“Ohh.. ada tokh kendaraan media yang lewat jam segini?” ujarkuΒ sembari melirikΒ jam tangan yang bertengger di kulit coklatku.

“Mungkin mereka habis ada liputan, Jie…” kata om Harr.

“Atau sedang cari liputan?” tanya Katin.

Otakku berputar-putar seiring dengan keinginan untuk mendapatkan kendaraan media. Entah apapun kendaraan yang lewat, yang kumau hanyalah, media. Hhhahaha… Harapan dan niat biasanya sesuai lho kalau menurut rasa yang selalu menemani langkah hitchhikeΒ ku.

Lalu~

Sebuah kendaraan seperti avanza tampak di kejauhan. Bola orange dengan tulisan khas biru nya segera saja menyentak kantukku.

“Om, Katin… ituuuuuu……” tunjukku karena ternyata mobil media tersebut berhenti tak jauh dari tempat kami berdiri dan mengacungkan jempol.

Otomatis kaki lambatku mengejar laju kendaraan yang mulai berhenti perlahan. Selalu di tiap hitchhiking dalam tim, berlari ini adalah bagianku. Semangat dan berbinar-binar, biasanya aku menyambut sebuah kendaraan yang melihatΒ keinginan jempol dan membaca maksud kami dalam berbagi kendaraan. SENANG!

Kaca jendela mobil terbuka dan seseorang keluar dari kendaraannya dan menyapa.

“Hai, selamat malam. Kalian mau kemana?” tanya si lelaki bercelana pendek Β dengan baju kaus santai.

Wohooooo…. senang kan? Bla.. blaaa… dan kami diperbolehkan naik dan menumpang hingga ke tujuan yang dimaksud, Sarinah Thamrin. YEAY!!

Kemudian, naik dan bercerita panjanglah kami mengenai komunitas Hitchhiker Indonesia.Β Cerita lumayan banyak hingga akhirnya tiba di tujuan kami.

———————————–

Kisah akibat penasaranΒ hitchhiking by my self ke JAWA TENGAH, MAKASSAR, PAPUA, AMBON, LABUAN HAJI (LOMBOK) dan aku lupa bagian lainnya πŸ˜‰ bisa mencoba cari di kategori:

  • hitchhiker indonesia
  • Rp 0,-

***

Berhasil memecahkan telur hitchhike dari rasa penasaran itu, memang asik! Kalau ngga begitu, bisa kepikiran sepanjang musim deh seperti ketika selepas aku melaksanakan Backpacking Race lalu dan akhirnya melancarkan perjalanan hitchhiking by myself akibat penasaran yang tak terobati. It’s DANGEROUS ZONE for me πŸ™‚

So, keep it movin’Β to get your own zone ….Β (jie)

***

By Erick Samuel
By Erick Samuel
Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

9 thoughts on “Hitchhike Singkat Bareng SCTV”

  1. Emang enak hitchhike, kuakui. Dulu pernah numpang (edisi nggak sengaja), tak kirain mobil travel. Rupanya orang kerja pulang dari Mandah, alhmdlh dapat orang yang baik ditumpangi, jadinya gretonglah. Hahaha.. asyiklah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s