Catatan Pinggir Hammockers: Keluarga Cemara DIY

Ahh.. berasa anak kijang yang melompat-lompat. Baru saja lihat album foto dan terkekeh-kekeh karena ragam tingkah polah yang tertangkap si kameri, sahabat perjalananku. Ini tulisan singkat saja mengenai mereka yang membuatku tak pernah berhenti berceloteh.
Keluarga Cemara, FIX buat kalian! πŸ˜‰

Keluarga Cemara (doc pribadi)
Keluarga Cemara
(doc pribadi)

***

Desember Ceria
Bantul, Yogyakarta

Curcol dan Teman Baru

Ehh, sudah ngga peduli ya sama yang duduknya di ujung, sudut meja berwarna hijau dan selalu saja melaporkan perjalanan jalan-jalanku pada mereka. Mereka yang juga tidak sedikit pun meluangkan waktu berharganya untuk menghargai dirinya. Mungkin karena ia dan mereka kurang piknik. Hanya duduk mengendap saja di pojokan, mengikuti rutinitas yang selalu berlulang tiap harinya. Menuruti segala keinginan yang bukan kemauannya. Menjalankan apa yang bukan perintah dari otak jernih dan hatinya yang sebenarnya baik. Acuhkan saja walau terkadang, kasihan juga. Masih saja ada orang begitu yang melampiaskan ketidaksukaannya atas kehidupan orang lain.
*curcol sedikit, GEMES!

Abaikan ya, curahatan colongan paragraf atas. Intermezzo sebelum lanjut bercerita. Hhahhaa…

Sedikit cerita kaliΒ ini mengenai hasil jalan-jalan bahagiaku sewaktu hitchhike Jakarta-Yogya. Singkatnya, dari pertemanan Pitray (adik Hammockers Indonesia Regional DKI Jakarta yang bersamaku), dengan Tanzi (asli Riau yang tinggal di Yogya dan Hammockers Indonesia Regional Yogya juga), kami main di basecamp Kopi Liar. Nanti kita cerita si basecamp di lain waktu, oke.. Huaaaaa… banyak dapat teman-teman baru yang seru di Yogya!

Etapi, kali ini mau cerita tentang Keluarga Cemara aku saja yaaa…

Nah, sewaktu berisik di basecamp Kopi Liar, tempat para petualang berkumpul, ajakan buat angkut teman-teman disana, berhasil. Seperti nelayan yang menangkap ikan, kami pun berhasil menjaring mas-mas bocor yang awalnya pendiam, ternyata sama bocornya seperti kami. Mereka adalah mas Nchos dan mas Rio, Hammockers Indonesia Regional Jawa Timur.

Pas! 3 motor, 3 pengendara dan 3 penumpang hitchhiker! Waaahahahaaa…. ngga sengaja, kenapa para hitchhikerΒ yang juga hammockers ini bisa jadi penumpang disana yak? Padahal kan ngga bermaksud begitu? Etdah, biarin saja deh. Nikmat dan rezeki itu kan harus dinikmati seiring perjalanan berikut bonus petualangan yang terjadi, bukan?

***

Aku kenalin yak, ketiga mas-mas konyol ini, berikut kedua teman perempuan tangguh.

3 Jiwa Kamuflase

Mas Kacau Berjiwa Sosial, Tanzie Umira

Mas Tanzi pembanyol parah (doc pribadi)
Mas Tanzi pembanyol parah
(doc pribadi)

Pertama kali lihat, sepintas mas Tanzi ini mirip teman gunungku, Wendi yang kocak. Gayanya juga serupa. Topi pet abu-abunya tak pernah terlepas dari kepalanya. Pendiam tapi menyimpan banyolan kacau yang bisa buat ngakak. Bicaranya geje (ngga jelas), doyan ngeledekin, kalau ngomong sama mas Tanzie, kepengin ngejitak! Ahaahhaah…

Dibalik sikap cueknya ini, doski ternyata punya jiwa sosial loohh.. Dari obrolan-obrolan ringan selintasan, aku sempat mendengar keinginannya yang perhatian pada dunia pendidikan. Doski inginΒ membuat sekolah atau taman bacaan (aku lupa ini, maaf, mas πŸ˜€ ) di kampungnya, Riau. Sekitar 1Β atau 1,5 tahun lagi. Ia sedang berusaha mewujudkannya.

Kemudian diantara malam berganti pagi, cerita sekolah itu kembali bergulir. Tak perlu tempat nyaman untuk memulai berkisah. Deru knalpot dalam hening Kota Gudeg, mampu membuatku mendengarkan apa yang menjadi impiannya kelak. Jiwa mulia terkadang timbul dari sebuah perjalanan. Niat yang menggerus dari akibat sebuah perjalanan yang membuat kita menjadi lebih menilai petualangan dari pelajaran kehidupan yang ada, nyata dan dialami.
*semangat, mas!

Mungkin membutuhkan waktu yang bukan hanya 1,5 tahun untuk merealisasikannya. Bukan masalah. Jika niat sudah tertanam jelas, akan selalu terbuka jalan di depan. Membentang dengan harapan-harapan ikhlas di atas kilauan mata yang menunggu kebaikan jiwa para penyatu generasi penerus.

Catatan:
Untuk permintaan yang mas Tanzi berikan. Insha Allah adalah kata yang tepat untuk menjawabnya. Pun jika berkehendak, banyak jalan menuju impian itu dan semoga terwujud. Bantuan akan tiba jika kita tulus lho, mas… Hhhehehe

Mas Nchos yang ternyata bocor (doc pribadi)
Mas Nchos yang ternyata bocor
(doc pribadi, taken by mas Tanzie Umira)

Serius Ngapusi, MasΒ Nchos

Lha ini…. partner yang mbonceng aku waktu di motor menuju ke Pantai Goa Cemara, Bantul, Yogyakarta. Topinya merah, hammocknya orange biru, suka warna terang sepertinya. Et, jangan salah! Ia juga penggemar warna gelap deh. Soalnya pakaian yang dikenakannya itu berwarna gelap.

Penampakan awal? Hmm… sama seperti mas Tanzi. Pendiam juga pertama kali aku melihatnya. Ngga banyak bicaraΒ dan terkesan serius. Kalau lihat sepintas, sepertinya hobi nonton bola. Ahhahahah… sok tahu banget kan ya aku? Biarin!

Setelah survey pantai buat kita semua bisa ngegantung hammock dan dapat suasana nyaman, baru cair deh. Mas Nchos ini sabar nungguin aku yang selalu memotret tempat-tempat dimana kami berhenti. Entah ketika aku melihat solar panel, tambak, kincir air yang di dalam tambak, pepohonan yang menjuntai, atau sekadar motor yang teroonggok tanpa orang di sekitarnya (jangan tanya kenapa πŸ˜› ). Pokoknya, macam-macam deh.

Aku kan orangnya ngga bisa diam kalau lihat sesuatu yang mengulik penasaran buat nanya. Dan sepanjang jalan, akhirnya aku berceloteh menanyakan ini-itu pada mas Nchos. Tanya soal cemara yang bercabang banyak, tanya kenapa cemara melebar dan bukan menjulang ke atas, tanya kenapa bisa ada cemara di pantai, tanya kenapa panas banget pantai yang di dekat tambak. Banyak yak?!?

Atau aku kadang juga bertanya hal ngga penting. Bhhahahaaa… kalau ingat itu, ya aku rasa, mas Nchos mah cukup sabar ya boncengin orang ceriwis seperti aku ini? Berisik terus sih kata mas Tanzi πŸ˜€

Untungnya, mas Nchos juga mau ngeladenin setiap pertanyaanku. Ia menjawab dengan senang hati. Kita bisa menilai kan, orang akan malas menjawab sekenanya atau tidak? Dari jawaban-jawabanya yang diberikan mas Nchos, aku mendapat kesan bahwa ia tidak sekadar asal menjawab. Hhheeheehe… makasi yak mas, nda bosan sama pertanyaanku.

Okeeee.. catat mas Nchos buat sweeper di Gunung Jawa Timur nanti. Aahahahhaaaa…
*aku bakalan nagihin, mas ^_^

Mas Rio, si pendiam yang kacau juga! aahahaha (doc pribadi)
Mas Rio, si pendiam yang kacau juga! aahahaha
(doc pribadi)

Mas Rio si Muka Artis

Etdah, yang ini ternyata benar-benar NOL banget aku deh. Yang aku ingat ketika tahu namanya adalah Rio, aku kepikiran dengan sweeper seblay Bambangan yang super sabar, Rio Candra Kusuma yang akrab kupanggil Ioh. Tapi ya beda lho, waktu kenalan.

Mas Rio ini berperawakanΒ tinggi, menyendiri di awal pasang hammock dengan topi hitamnya yang juga tak pernah terlepas dari rambut ikalnya. Aku tidak terlalu ngeh di basecamp Kopi Liar, karena mas Rio memang hanya memperhatikan kedatangan kami (aku, Pitray dan Retno) yang tiba-tiba saja, KOTAK KERAMAT menjadi gaduh. Ahahahha..

Cerita berlanjut begitu sampai di pantai tujuan kami. Mas Rio benar-benar hanya bersuara jika perlu. Aku terbilang sering mengajaknya untuk melepas hammocknya yang sendirian dan memaksanya menggabungkan hammock di mini hammock tower yang kami buat. Kenapa? Ya biar bagus pas di foto deh. Pada akhirnya, ngalah juga kan, mas Rio dengan kegigihan (cerewet, tepatnya πŸ˜› ) lobianku.

Ehh, tahu ngga? Mas Rio ini mukanya itu mirip artis lhoooo… Ituuuu yang kalau main FTV, selalu jadi orang sabar. Sebentar ya, aku tanya om gugel deh. Nanti kalau sudah ketemu, aku update lagi ya? Benaran iniii.. Coba deh kalian yang searching. Soalnya ngga terlalu hapal nama artis, tapi ingat sama wajahnya. Hahahhha…..

Pendiam bukan berarti memisahkan diri, bukan? Penyeimbang selalu ada diantaranya. Pantai yang nyaman menjadi penyatu kami. Suasana cair terjadi setelahnya. Banyolan-banyolan yang ada pun menjadikan kami layaknya teman lama yang dipertemukan. Perut yang tadinya lapar terlupakan dengan sederet jepretan yang aku dan mas Tanzi ambil dengan kilatan flash di kameraku. Lainnya memanfaatkan kamera pada telpon genggam masing-masing dari kami.

***

2 Perempuan Tangguh

Pitray si tangguh (doc pribadi)
Pitray si tangguh
(doc pribadi)

Fitri Ayu yang Tak se-Kemayu Namanya

Hei! Adik perempuan satu ini mah, tomboy habis. Wajah ayu, menyandang nama ayu, belum berarti memberikan arti yang sama pada penampilan. Fitri yang biasa kupanggil Pitray (pemberian nama dari Keluarga Upoh, Hammockers Indonesia Regional DKI Jakarta), memang tomboy.

Jadi teringat ucapan salah seorang yang bersedia memberikan tumpangan pada kami dari Puskesmas Rowosari, Weleri. Ia mengatakan bahwa Pitray adalah neng pendaki karena penampilannya yang dari atas, topi hingga sepatunya menunjukkan dirinya. Hahhhha… memang ngga bisa bohong ya? Orang langsung bisa membaca apa yang menjadi kesukaan dan perhatian kita pada satu hal.

Pitray ini sangat menyukai warna hijau army. Katanya, dulu berminat masuk jadi tentara eh, Kowad, benar ngga ya? Ya begitu deh. Cuma karena ukuran badannya yang mungil, ya jelas nda bisa laaahhh…. Ehhehehe peace, Pitray.

Sejauh ini, Pitray adalah sosok ceria yang merupakan teman baik yang tangguh. Kalau curcol sama Pitray enak. Boleh banyak dan nulis panjang. Dia pasti akan mendengarkan dan menjawab seperlunya. Anak muda yang memandang luas dari apa yang kita jabarkan. PENGALAMAN akan membentuk seseorang, aku bisa melihat dengan pasti pada diri seorang Pitray.
*hheheh cukup kita yang paham ya kan, adek?

No si penyuka tektok (doc pribadi)
No si penyuka tektok
(doc pribadi, taken by mas Tanzie Umira)

Retno, Dengkul Racing Penyuka Tetktok Gunung

Berpenampilan sangat perempuan. Dari warna yang dipakainya, hingga ke apa yang digunakannya. Diantara Pitray dan aku, mungkin Retno lebih terlihat perempuannya. Hehheh

Retno mungkin adalah pribadi yang sedikit menutup dirinya jika ia kurang menyukai hal yang kami anggap santai. Terbentuk karena terbiasa mengikuti alur pada Tektok Team. Dimana semuanya jelas terkoordinir dengan manajemen waktu yang sudah diketahui (paling tidak seperti itu).

Saat bermain yang penuh dengan kesantaian, No-panggilan akbrabku– kurang menikmati suasana pantai yang tercipta. Tetapi sekali diajak ngobrol tentang gunung, ia akan dengan sangat antusias bisa bercerita dengan lugasnya. Tertawa renyah untuk hal yang sangat disukainya.

Kalau trekking, ia bisa dengan mudah menyesuaikan. Dengkulnya ngebut juga loh kalau mendengar catatan waktu yang pernah diikutinya dalam tektok beberapa gunung-gunung tinggi. Aku sendiri di sweeperin No di salah satu gunung Purwakarta ketika itu. Makanya aku cukup banyak mengenalnya. Karena kami banyak bercerita selain di gunung.

Sudah ahh…. ini kan hanya perkenalan awal saja tentang Keluarga Cemara ku di Bantul. Kisah persahabatan yang nantinya akan membuka cerita-cerita lain yang masih dalam list tulisan lanjutanku. Tidak berarti bagi orang lain, tetapi menuliskan apa yang menjadi bagian dari suatu perjalanan itu kan, seperti menggoreskan kenangan pada masa-masa nanti. Masa dimana aku membutuhkan kelebatan memori agar tak hanya menjadi sebatas ingatan saja, namun memberikan ruang senyum pada sudut hatiku.

Buatku, menemukan pribadi-pribadi baru, bukan sekadar catatan. Pembelajaran atas apa yang dilakoni, memberikan makna pada tiap goresannya. Entah itu memberikan cerita, maupun bila meninggalkan luka.. (jie)

This slideshow requires JavaScript.

***

 

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

8 thoughts on “Catatan Pinggir Hammockers: Keluarga Cemara DIY”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s