Si Lonjong Pulau Karang Bongkok

Sudah lama saya tidak merasakan air asin. Kangen lautan? Sangat. Ajakan yang sebenarnya sudah lama ditunggu, namun baru mengiyakan, “Ikut” dalam hitungan 2 hari, pun akhirnya disambut. Bersama beberapa teman melaut yang leadernya tak asing, Bang Gery, kami menghabiskan hari di pulau lonjong yang berdiri sendiri itu.
Called buddy? (doc pribadi)
Called buddy?
(doc pribadi)

Pagi yang cerah!

Kami berangkat dari Kali Adem menuju Pulau Pramuka. Kurang lebih 2 jam perjalanan kita bisa tidur pulas di kapal berpenumpang banyak itu. Recharge tenaga buat menyelam cantik, uyeaaahh…  Dari Pramuka, kemudian naik perahu kecil bermuatan 15-25 orang, sekitar satu jam lebih.

Angkat daypack nya kalau ngga mau basah isi didalam tas, ya? (doc pribadi)
Angkat daypack nya kalau ngga mau basah isi didalam tas, ya?
(doc pribadi)

Kami langsung menuju ke pusat pulau untuk memasang tenda. Hanya menandai sejumlah tempat saja sebagai area kemping kami dan bergegas ke perahu kembali untuk hoping island. Berburu menyapa ikan dan terumbu karang hayuuuuukkk…. kangen laut ahh masaaaa…

Pulau Karang Bongkok tidaklah terlalu luas, mungkin hanya sekitar 500 meter.  Pulau dalam gugusan Kepuluan Seribu ini, termasuk pulau konservasi yang tidak ada penghuni tetap di sana.

Ada dermaga reyot yang digunakan untuk sandar perahu. Tapi ya tidak bisa dibilang layak karena kayu dermaganya juga sudah rapuh. Terlihat tidak kokoh sama sekali untuk dinaiki banyak orang. Rombongan ramai kami yang terdiri dari 23 orang, harus turun dari kapal. Airnya setinggi pinggang orang dewasa. Kalau yang memakai daypack ya harus mengangkat bawaan setinggi-tingginya biar ngga basah. Saran saya sih, gunakanlah tas tahan air (drybag) agar aman dari basah atau kemungkinan jatuh ke air.

Pulau Karang Bongkok bisa terlihat dari ujung ke ujung bisa kelihatan. Pepohonan rimbunnya cukup lumayan untuk sekadar bergantungan memasang hammock. Pohon cemara tanda persahabatan, begitulah pesan yang saya tangkap ketika kami disibukkan memasang perlengkapan istirahat malam disana.

Anginnya? Ya lumayan kalau siang menjelang sore. Kalau malam? Jangan ditanya, kencang! Waahahaaha…. siap-siap pasang flysheet ya kalau yang pakai hammock. Biar ngga kembung perutnya karena anginan.

Untuk area tenda, malah terbilang luas. Bisa kemping yahud disana sembari menikmati pemandangan matahari terbenam di sisi belakang. Ehh, ada ayunan jaring yang terpasang untuk sekadar menikmati senja hari juga. Bisa santai kan sambil photo-photo pemandangan laut. Atau pohon-pohon bakau muda yang masih kecil, tumbuh di pinggirannya. Banyak ikan kecil pula yang berenang bersembunyi diantara dedaunan bakau sekitar. Mayanlah, iseng-iseng mancing kek buat menu makan malam ikan bakar ya kan?? Hhheheheh

Saya menyusuri pulau kosong ini. Bagian bangunan hanya terlihat dari arah perahu datang. Ada 2 orang bapak penjaga pulau disana. Sebuah bangunan berupa dua kamar mandi, dua ruangan yang digunakan oleh bapak penjaga pulau, dan sebuah ruangan berupa gudang, ada di hadapan kami. Tersedia perahu kano yang bisa dipakai untuk bermain disana. Gratis kok. Sekadarnya, karena memang tidak banyak orang yang berkunjung ke sana.

Beberapa jarak dari bangunan tersebut, terdapat bangunan berwarna coklat, serupa pura. Bangunan tersebut juga digunakan sebagai aliran air. Mungkin air yang ada di dirigen biru itu, diambil dari aliran air itu ya? Tapi darimana air tawarnya? Hehh, jangan mikir…. nyemplung sana. Ngomong bae 😛

Doc pribadi
Doc pribadi

Sepanjang garis pantai pulau ini, kita bisa bermain dataran pantai yang bersahabat. Di beberapa spot pun tampak bintang laut biru ketika kaki saya menjejak pasir pantainya. Kalau dari arah perahu kami bersandar di depan bangunan, airnya memang setinggi pinggang untuk mencapai daratan pulau. Nah, di sisi belakangnya, pantai lebih landai. Bisa berenang-renang di tepiannya kok. Airnya hanya sebatas mata kaki dan ada sedikit bebatuan disana. Kan bisa duduk-duduk cantik sambil narsis atau sekadar menikmati semilir angin.

Airnya yang hijau bening di tepian pulau, serta masih terjangkau untuk bermain, bisa juga menyelam cantik. Terumbu karangnya lumayan, walau karena dekat dengan daratan pulau, agak jarang juga sih. Lebih banyak pasir putihnya. Tapi ikan yang berseliweran, cukup berwarna. Ada ikan biru, hitam dan juga ikan sebesar telapak tangan! Tangkap giiiiihhh…. tangkaaaaapppp…. (jie)

 

Advertisements

Published by

ejiebelula

I'm just an ordinary person who is always looking for friends, adventures and life stories to complete. it all started from any footsteps, traveling and recording with a cheerful heart notes and a spirit that always accompany my steps toward the so-called ideals of the school also hopes to live through the experience. I will dedicate my heart only for two, red and pink. # Waiting for the right moment for a heart the gift of God

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s